My Baby Aurora

My Baby Aurora
Ruben dan Bella


__ADS_3

...♥️🖤♥️...


Pagi itu,Ruben datang berkunjung kerumah Bella.Bella merasa terkejut karena Ruben datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


Hari itu hari Minggu,Ruben berencana mengajak Bella untuk pergi jalan jalan.Meski malas,akhirnya Bella menerima bujukan Ruben untuk pergi jalan jalan bersama.


"Jadi,kita mau pergi kemana?"


"Aku ingin mengenang masa SMA bersamamu.Kita pergi ke taman,jalan jalan sambil melihat bunga bermekaran.Setelah itu kita coba semua makanan gerobakan yang ada disana,"


"Oke,"


Tiba ditempat tujuan,Ruben memarkirkan mobilnya.Turun dari mobil,tanpa canggung pria itu menggandeng Bella.Dan kebetulan wanita itu juga tidak menolaknya.


Ada getar asmara dihati Bella saat tersentuh oleh tangan pria yang bahkan lebih halus dan lebih lembut dari tangan seorang wanita.Mungkin karena dia orang kaya dan tidak pernah melakukan pekerjaan kasar.


"Kamu tau tidak,saat kamu pergi aku langsung jatuh sakit.Aku tidak doyan makan selama beberapa hari,dokter memvonis aku sakit tipes,"kisah Ruben.


"Maafkan aku,"Bella merasa bersalah.


"Tidak perlu meminta maaf,memang aku saja yang terlalu lebay!"


"Setelah putus darimu aku tidak pernah berpacaran dengan orang lain,aku masih berharap kita bisa bertemu kembali dan berjodoh,"Bella menunduk malu.


"Kalau sekarang kamu punya pacar tidak?"Tanya Ruben.Belka menjawab dengan gelengan kepala.


"Kamu mau tidak jadi istriku?"


"Istri?"


"Iya,"

__ADS_1


"Apa kamu sedang melar aku?"


"Ya,"


"Aku mau dilamar secara resmi.Datanglah ke kosanku minggu depan,aku akan meminta kedua orangtuaku datang ke sini.Bagaimana?"


"Baiklah,aku akan melamar kamu secara resmi,tapi itu artinya kamu mau menerima ajakan ku untuk menikah bukan?"


"Iya,aku terima."


Ruben melompat lompat seperti anak kecil,dia kelewat senang karena lamarannya langsung diterima oleh Bella bahkan tanpa syarat apapun.


"Berjanjilah satu hal padaku,kamu akan selalu setia kepadaku,"ucap Bella.


"Aku berjanji padamu,aku akan selalu setia kepadamu."


Ruben memberanikan diri untuk memeluk tubuh ramping Bella,mencium kening dan kedua pipinya.Bella mendorong Ruben menjauh,dia takut ada orang lain yang melihat kelakuan manis Ruben.


"Ada apa?"


"Maafkan aku,aku terlalu senang."Ruben menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


Masa lajang Ruben akan segera berakhir,dia membayangkan betapa bagaimana reaksi Ayahnya saat tau dia telah memiliki calon istri.Selama ini Domani sangat cerewet padanya,hampir tiap hari pria tua itu bertanya kapan dia akan menikah.Saking seringnya ditanya,Ruben jadi sering mengalami migren atau sakit kepala sebelah.


Lelah berjalan jalan sambil menikmati indahnya tanaman bunga siang itu,Ruben mengajak Bella untuk makan bakso gerobakan yang mangkal di penghujung taman.


"Mau makan bakso?"


"Mau.Bakso super komplit,sambelnya setengah sendok saja.Tanpa cuka,kecap atau saos,"


"Siap,kamu duduk saja di bangku ya.Aku yang pesankan,"

__ADS_1


"Oke."


Kencan siang itu berjalan sesuai harapan Bella,dia sangat bersyukur karena keinginannya untuk kembali bersama Ruben dikabulkan oleh Tuhan.


Sebenarnya Bella merasa khawatir kalau Ruben tidak lolos seleksi calon menantu ideal pilihan Ayahnya.Kebetulan Ayah Bella sangat pilih pilih pada calon menantu.Tapi apapun yang terjadi Ayah Bella harus setuju dengan pilihannya karena Bella sangat mencintai Ruben.


*****


Pulang berkencan,Ruben langsung mencari keberadaan Domani di seluruh penjuru rumah.Pria itu sedang asik membaca majalah sambil minum teh manis hangat dihalaman belakang rumahnya.


"Ayah,aku punya kabar baik untukmu,"Ruben tertawa lebar.


"Kabar apa?Sepertinya kamu senang sekali,"Domani melepas kacamatanya dan menaruhnya diatas meja.


"Lamaran ku diterima oleh Bella,sebentar lagi Ayah akan punya menantu baru,"


"Benarkah?Akhirnya,kamu laku juga ya,"


"Ayah,kata katamu sangat tidak enak didengar,"


"Ha...Ha...Ha...Aku akan merayakan kabar baik ini dengan teman temanku.Aku mau mengajak mereka makan bersama diluar,"


"Ayah,apa itu tidak berlebihan?Bahkan kita belum datang menemui keluarga Bella,"


"Ayolah Ruben,jangan kaku seperti itu.Kalau kamu mau,kamu boleh ikut bergabung dengan kami,"


"Tidak mau,aku terlalu muda untuk ikut bergabung dengan Genk lansia!"


Rupanya,Ruben tidak hanya mengabari Ayahnya.Dia juga mengabari Megan dan Amelia.Selain itu,Ruben juga mengabari beberapa teman dekatnya dan membuat mereka semua merasa iri.


Bella adalah bunga sekolah,dia gadis paling cantik yang menjadi rebutan kaum adam dari berbagai kalangan.Dulu Ruben yang memenangkan hati Bella,kini pun sama.

__ADS_1


"Aku akan mengadakan pesta pernikahan terindah untuk Bella,sampai dia tidak bisa melupakannya seumur hidupnya nanti."Celetuk Ruben renyah.


Bersambung...


__ADS_2