
...♥️🖤♥️...
Waktu menunjukan pukul 19.00 malam.Bella mengambil ponselnya dan mencoba untuk menghubungi nomor orangtuanya yang tinggal di lain kota.
Tut...Tut...Tut...
Suara telfon tersambung,tak lama seseorang mengangkat telfon tersebut dan menyapanya dengan suara datar.
"Hallo,"
"Ayah,bagaimana kabarmu?"Tanya Bella.
"Baik,kamu sendiri bagaimana?Sedang apa?"
"Kabarku baik,aku sedang menonton televisi,"
"Tumben telfon malam malam,ada apa?"
"Ada yang mau aku bicarakan dengan Ayah,"
"Bicara tentang apa?"
"Bisa tidak ayah dan ibu ke sini,ada pria yang mau melamarku.Aku tidak ada waktu libur untuk pulang ke rumah,"
"Melamar?Siapa pria itu?"
"Teman SMA ku,dia putra kedua Tuan Domani,"
"Domani pengusaha terkenal itu?"
"Iya,"
"Mimpi apa aku semalam,sampai sampai aku akan besanan dengan pria terkenal itu.Kamu tenang saja,kami pasti akan datang kesana.Tinggal kamu atur saja tanggal dan harinya ya,"
"Iya Ayah."
Domani cukup terkenal dikalangan pengusaha menengah ke atas,banyak yang menjadikan pria itu sebagai inspirasi dan contoh dalam membangun sebuah bisnis.Termasuk Ayah dari bella,pria bernama lengkap Azril Ilham itu sangat mengidolakan Domani.Tiba tiba akan besanan dengannya,benar benar suatu keajaiban.
Azril senyum senyum sendiri,macam orang gila yang baru saja bertemu dengan mantan kekasihnya.Umi Ibu dari Bella keluar dari dapur sambil menatap aneh suaminya.
__ADS_1
"Ayah kenapa?Kok senyum senyum sendiri?Baru dapat arisan ya?"Tanya Umi penasaran.
"Anak kita akan dilamar,"tutur Azril.
"Bella ada yang mau melamar?Siapa?"Mata Umi melebar.
"Anak keduanya Tuan Domani,pengusaha yang sering muncul di TV itu,"jelas Azril.
"Benarkah?Apa Ayah tidak salah dengar tadi?"Umi menatap ragu.
"Tidak,"
"Kalau begitu,kita harus membuat acara syukuran atas berkah Tuhan yang indah ini,"ucap Umi penuh semangat.
"Betul itu,betul."
Di kamarnya,Bella sibuk mencari pakaian yang cocok dipakai untuk acara lamaran besok.Mendadak semua pakaian didalam lemari terlihat jelek,meski ada beberapa diantaranya yang belum dipakai sama sekali.
Biasa,penyakit wanita.Selalu merasa kekurangan baju walaupun didalam lemarinya sudah dipenuhi oleh banyak baju baju model terbaru.
Bella kembali meraih ponselnya,dia mengirim sebuah pesan singkat pada salah satu teman mengajarnya.Dia adalah Bu Rina,beberapa tahun lebih tua darinya.Dia memiliki toko pakaian barang branded dengan harga lumayan miring.
Tak lama,Bu Rina membalas pesan singkat dari Bella.
"Tidak,ada apa?"Balas Bu Rina.
"Apa Ibu memiliki koleksi pakaian yang cocok untuk dipakai di acara lamaran?"Tulis Bella lagi.
"Tentu saja punya,kenapa memangnya?"Bu Rina nampak sangat penasaran.
"Tolong bawa beberapa contohnya ke kosan ku sekarang,beberapa hari lagi aku akan di lamar seseorang."
Setelah pesan terakhir yang Bella kirim,Bu Rina tidak membalas pesan dari Bella lagi.Bella berpikir mungkin wanita itu sedang sibuk,hingga dia meletakan ponselnya kembali dan beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai mandi,Bella mengenakan pakaian tidur dan mengeringkan rambut panjangnya yang basah dengan hairdryer.Tak lupa juga Bella memakai skincare agar kesehatan kulit wajahnya tetap terjaga.
Tok...Tok...Tok...
Suara pintu kamar di ketuk.Bella membuka pintu dan melihat siapa yang datang.
__ADS_1
Klak...
"Bella,kamu mau dilamar?Benarkah?"Bu Rina tertawa senang sambil melompat lompat.
"Iya,benar,"
"Pria beruntung mana yang berhasil mendapatkan hatimu?"
"Masuk saja kedalam dulu,nanti aku ceritakan,"ucap Bella malu malu.
Bu Rina dan Bella adalah sahabat baik,meskipun mereka baru kenal kurang dadi setahun.Mungkin karena Bella dan Bu Rina memiliki hobi dan sifat yang sama,makanya mereka berdua cocok menjadi teman satu sama lain.
Bu Rina duduk di sofa,dia mengeluarkan beberapa contoh gaun dan kebaya yang dia bawa dari dalam plastik.Sementara Bella membuat minuman hangat untuk tamu istimewanya itu.
"Terlalu banyak pilihan,aku jadi bingung,"Bella menaruh minuman diatas meja.
"Biar aku yang pilihkan ya,sepertinya kamu cocok dengan gaun berenda ini.Kamu tetap terlihat seksi walau baju ini tertutup,"Bu Rina menyodorkan sebuah gaun berwarna pink pada Bella.
"Ibu benar,aku juga suka dengan warna gaun ini,"
"Itu murah kok,hanya tiga ratus ribu saja.Bisa dibayar tiga kali,"Bu Rina sedikit menggoda.
"Aku akan membayarnya kes,tidak enak mau berhutang,"
"Itu yang selalu aku suka darimu,selalu membayar dengan kes.Ngomong ngomong,siapa pria itu hah?"
"Dia Ruben,paman dari Aurora,"
"Oh...Pria yang waktu itu?"
"Iya,"
"Kamu beruntung,dia terlihat tampan dan kaya,"
"Dia juga baik hati,dia cinta pertamaku saat SMA."
"Benarkah?Jodoh memang tidak kemana ya!"Bu Rina tertawa renyah.
Bersambung...
__ADS_1