
...♥️🖤♥️...
Prak...Prak...
Suara kaca jendela pecah dilempar oleh benda keras.Tak lama,terdengar sebuah keributan di teras.Megan dan Amelia langsung keluar dari kamar dan mengecek apa yang sebenarnya terjadi.
Tiga orang keamanan mengamankan Aldo dan dua orang temannya,dia mengamuk diduga karena tidak terima di maki oleh Amelia kemarin siang.
"Wanita sombong,baru kaya sedikit saja sudah merendahkan orang lain!"
"Aku tidak merendahkan mu,tapi kelakuanmu memang rendahan!"
"Awas saja kamu,aku pasti akan memberikan kamu pelajaran,"
"Sebelum kamu melakukan hal itu,aku akan mengurung mu didalam penjara pribadiku.Dan kamu akan kekal disana,"Megan menyunggingkan senyum mematikan.
Aldo terbelalak,nyalinya yang besar tiba tiba menciut.Sebenarnya siapa suami Amelia?Kenapa dia sampai bisa memiliki penjara pribadi?Apakah dia seorang mafia?
Amelia menatap wajah Megan,pria itu terlihat serius dengan kata katanya tadi.Memasukan Aldo cs kedalam penjara memang baik,tapi untuk selamanya?Itu terdengar mengerikan dan sedikit tidak berkemanusiaan.
"Herman,bawa tiga cecunguk itu ke penjara bawah tanah ku!"Perintah Megan pada seorang penjaga keamanan dirumahnya.
"Baik Tuan."
__ADS_1
"Tunggu,dia bilang apa?Dirumah ini ada penjara bawah tanah?Kenapa aku tidak tau?Ada disebelah mana penjara itu?"Amelia bertanya tanya dalam hati.
Malam sudah larut,Megan kembali mengajak Amelia ke kamarnya untuk beristirahat.Bukannya tidur,amelia malah terus terjaga sepanjang malam memikirkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh pria itu.
Pagi hari,Amelia terbangun dengan mata panda.Jelas sekali kalau Amelia tidak bisa tidur semalam,hal itu membuat Megan merasa khawatir.
"Kenapa matamu seperti itu?Kamu tidak tidur?"Tanya Megan.
"Aku takut padamu,jadi aku tidak tidur,"
"Takut kenapa?"
"Apa kamu seorang mafia?Kenapa kamu bisa memiliki penjara bawah tanah?"
Bukannya menjawab,Megan malah tertawa.Pria itu masuk kedalam kamar mandi tanpa menjawab pertanyaan dari Amelia.
Aurora sibuk melihat lihat berbagai model gaun anak di majalah,wajahnya terlihat serius memilih mana gaun yang cocok untuk dirinya.Mata gadis kecil itu berbinar saat melihat sebuah gaun berwarna pink dengan aksen renda dan bunga di bagian dadanya.Dia berlari menghampiri Amelia yang sedang sibuk mengaduk kopi.
"Ma,aku mau baju ini untuk dipakai di acara pernikahan om,",Aurora menunjukan gambar itu pada Amelia.
"Baiklah,besok kita pergi ke toko untuk mencari baju yang seperti itu,"
Aurora melompat lompat,dia senang karena keinginannya di tururti.itulah wanita,baik tua maupun muda pasti sangat menyukai fashion.Kalo perlu segala model dan merek baju harus ada didalam lemarinya.
__ADS_1
Seorang petugas keamanan masuk kedapur,dia mengambil makanan dan minuman lalu hendak membawanya ke suatu tempat.
"Pak,kamu mau bawa makanan itu kemana?Kok pakai nampan?"Tanya Amelia penasaran.
"Saya disuruh tuan untuk membawa makanan ini ke ruang bawah tanah dan memberikannya pada Aldo cs,"
"Memang rumah ini ada ruang bawah tanah?Disebelah mana?Kok aku tidak tau,"
"Nanti nona tanjakan saja sendiri ke tuan megan ya,saya pergi dulu,"pria paruh baya itu terburu buru pergi.
Penasaran,diam diam Amelia mengikuti petugas keamanan dirumahnya itu dari belakang.Dia pergi ke halaman belakang,menuruni anak tangga berukuran kecil yang menjorok kedalam tanah.
Diujung tangga,Amelia mendapati sebuah sel berukuran sempit.Sel itu nampak kotor dan tak terawat.Amelia tau tempat itu,mirip dengan kandang yang biasa dipakai untuk mengurung hewan agar jinak.
"Nona,mau apa Nona kemari?Kalau tuan tau dia bisa marah,"Pria paruh baya itu terlihat sangat waspada.
"Dia tidak akan marah,aku kan istrinya.Ini bekas kandang untuk menjinakkan hewan bukan?"
"Kami menyebutnya penjara bawah tanah,agar terkesan seram,"
"Aku pikir suamiku benar benar akan menghajar Aldo cs dan membuatnya tersiksa ditempat ini,ternyata hanya mengurungnya saja,"
"Tuan orang baik,mana mungkin dia seperti itu.Dia mengurung Aldo cs untuk membuat mereka kapok saja,akan mudah mengendalikan dan menasehati mereka jika ada didalam kurungan,"
__ADS_1
"Astaga,pantas saja dia tertawa saat aku mengira dia seorang mafia."Amelia menyunggingkan senyum kecil.
Bersambung...