
...♥️🖤♥️...
Acara lamaran berlangsung dengan lancar,kedua belah pihak telah menentukan tanggal dan tempat pernikahan diadakan.Senyum sumringah terus mengembang di wajah Ruben dan Bella,jodoh benar benar tak akan kemana.
Meski mereka berdua telah berpisah selama beberapa tahun,cinta membawa mereka untuk bersatu kembali.Tentunya berkat bantuan kecil dari si manis Aurora.
"Akhirnya,ada wanita yang mau menikah dengan kamu,"cicit Megan.
"Berhenti meledekku,aku tidak seburuk itu untuk tidak bisa menarik perhatian wanita.Kamu tau kan,aku bahkan lebih tampan darimu,"celoteh Ruben membanggakan diri sendiri.
Keduanya terus saling menyenggol dan berbisik,seperti anak kecil yang sedang rebutan permen.Mereka sampai lupa kalau ada beberapa pasang mata yang sejak tadi memperhatikan kekonyolan kakak beradik itu.
"Kalian berdua,bisa berhenti tidak?"Amelia mulai geram.
"Dia yang memulainya duluan Kakak ipar,"Ruben membela diri.
"Aku?Kamu saja yang cepat tersinggung,"
"Oh....Astaga.Badan mereka saja yang besar,kelakuan masih seperti anak kecil,"Domani memukul keningnya pelan dan menggeleng gelengkan kepala.
Tidak ada persyaratan khusus yang keluarga Bella minta untuk pernikahan itu,malah Ruben yang memberikan banyak hal untuk Bella.Dia akan memberikan sebuah rumah untuk mas kawin,uang tunai beberapa ratus juta rupiah,serta beberapa seserahan berupa perhiasan,pakaian,tas dan barang bermerek lainya.
__ADS_1
Bella tidak hanya merasa dihargai oleh perlakuan Ruben,dia juga merasa begitu penting dan diutamakan oleh pria tampan itu.Bella sangat yakin,menerima lamaran dari Ruben adalah hal yang tepat.
Begitu juga sebaliknya,Ruben merasa Niken adalah calon istri dan ibu yang tepat untuk anak anaknya.Dia wanita baik,pandai memasak dan mengurus rumah.Dia juga wanita yang pintar dan penyabar.
"Sepertinya keputusan Ayah untuk segera menikahkan kalian memang tepat.Lihat matamu itu,tidak bisa lepas dari menatapi wajah Bella.Memalukan!"Goda Megan sambil berbisik.
Rupanya Amelia mendengar celotehan suaminya,dia menjewer telinga Megan dan melebarkan kedua matanya.
"Berhenti menggoda adikmu!"Omel Amelia.
"Kamu selalu saja membela dia,"cicit Megan kesal.
Ruben tertawa,dia merasa menang karena Amelia berada di pihaknya.
Megan dan Amelia tiba dirumah,mereka masuk kedalam kamar anak anak untuk memeriksa keadaan mereka.Rupanya dua anak itu telah tidur bersama pengasuhnya.
Megan tersenyum lebar,itu artinya malam ini dia memiliki waktu untuk berduaan dengan Amelia.Tanpa rengekan anak anak,tanpa suara tangis dan jerit anak anak.
Amelia pergi ke kamarnya,usai menggantung tas di dinding Amelia berjalan menuju kamar mandi.
"Aku ikut,sudah lama aku tidak mandi bersama dengan kamu,"ucap Megan.
__ADS_1
"Maaf,tapi aku sedang datang bulan,"Amelia menaikan kedua alisnya keatas.
Semangat Megan langsung menghilang,wajah cerianya langsung redup seperti lampu kurang listrik.Amelia tau Megan kecewa,tapi apa yang bisa dia lakukan?
"Tunggu di kasur,setelah mandi aku akan memberikan servis yang lain padamu,"
"Benarkah?Jangan bohong loh ya!"
"Iya,benar.Aku tidak berbohong,"
Megan mematuhi perintah Amelia,dengan tenang dan santai pria itu menunggu istrinya keluar dari kamar mandi.Setengah jam berlalu,Amelia tidak kunjung keluar.Karena diserang rasa ngantuk Megan memejamkan kedua matanya.
Amelia keluar dari kamar mandi,dia sudah siap dengan memakai pakaian seksi.
"Loh,kok tidur?"Gerutu Amelia.Dia menghela nafas berat dan menggeleng gelengkan kepalanya.
Sebelum berangkat tidur,Amelia memeriksa ponselnya.Dia mengecek kalau kalau ada telfon atau pesan masuk.Benar saja,ada beberapa pesan masuk ke ponselnya.
"Amelia,Tante sakit.Sekarang Tante sedang dirawat dirumah sakit,"
Mata Amelia melebar,dia diserang rasa khawatir yang berlebihan.
__ADS_1
"Maaf,aku baru sempat membalas.Aku dan suamiku akan datang menjenguk Tante besok,"Balas Amelia.
Bersambung...