My Baby Aurora

My Baby Aurora
Wedding Day


__ADS_3

...🖤♥️🖤...


Amelia menatap bayangannya sendiri didepan cermin.Dia terlihat cantik dengan make up ala Korea dan balutan gaun pengantin.Harusnya ini adalah hari bahagia untuknya,andai saja dia bisa menikah dengan pria yang dia cintai.


Semua demi anakku,aku tidak boleh mengeluh dan menyesali keputusanku saat ini.


Air mata mulai menetes membasahi pipi Amel,dia segera menyekanya karena tidak mau ada orang lain yang melihatnya.Apa lagi Aurora,dia sangat mengharapkan dan antusias pada pernikahan ini.


Ceklek,


Suara pintu kamar terbuka.Intan dan beberapa bridesmaids datang untuk menjemput pengantin perempuan.Rupanya diluar sana,Megan telah selesai mengucapkan ijab kobul.Saatnya bagi Amelia untuk menemui pria yang sudah sah menjadi suaminya itu.


Amelia melempar senyum pada Intan,tapi Intan tau kalau senyuman itu palsu.Amel sedang menyembunyikan kesedihan didasar hatinya yang dalam.Hanya Tuhan dan Amel saja yang tau seberapa besar rasa sedih itu.


Amelia menuruni anak tangga dengan perlahan,Megan menunggunya diujung.Sesampainya diujung tangga,Megan mengulurkan tangan kanannya dan Amelia segera menyambutnya.


Keduanya menyalami tamu undangan,kemudian melakukan sesi pemotretan untuk kenang kenangan.Usai berfoto bersama keluarga dan sahabat,tiba giliran untuk Amelia berfoto bersama suaminya saja.


Amelia merasa sangat canggung,apa lagi saat foto grafer mengarahkan mereka berdua untuk saling merapatkan tubuh mereka.


"Jangan kaku seperti itu cantik,nanti hasil fotonya tidak bagus,"celetuk Megan.

__ADS_1


Blus....


Pipi Amelia merona saat pria itu memuji dirinya cantik.Ya,Amelia memang cantik saat itu.Bidadari saja mungkin kalah cantik olehnya.


*****


Pesta pernikahan selesai,Megan memboyong Amelia dan Aurora kerumahnya.Rumah yang baru dia beli beberapa waktu lalu khusus untuk Amelia dan Aurora.Megan tau,semua wanita yang ada dimuka bumi ini enggan untuk tinggal satu atap dengan mertua,termasuk Amelia.Oleh karena itu Megan membeli rumah baru agar Amelia bisa merasa nyaman.


Mobil yang mereka tumpangi berhenti didepan sebuah rumah besar berlantai dua.Rumah itu bergaya Eropa dengan dominasi cat hitam dan putih.Aurora menatap rumah itu dengan tatapan berbinar binar,dia taun kalau Papanya kaya tapi dia tidak tau kalau Megan ternyata amat sangat kaya.


"Sayang,apa kamu suka dengan rumah barumu ini?"Tanya Megan pada putrinya.


"Sama sama sayang."


Aurora memeluk Papanya erat,Megan membalas pelukan itu.Sementara Amelia duduk dipojokan,terlupakan oleh anak kesayangannya sendiri.


Megan dan Amelia memutuskan untuk tidak pergi berbulan madu.Megan terlalu sibuk dengan pekerjaannya sedangkan Amelia tidak tertarik untuk menghabiskan malam bersama pria yang pernah membuatnya trauma.


Entah pernikahan macam apa yang mereka jalin dan bagaimana kelanjutan hubungan mereka dimasa depan.Yang jelas mereka punya tujuan yang sama,yaitu membahagiakan putri tercinta mereka.


*****

__ADS_1


Amelia masuk kedalam kamar pengantin.Dia syok karena kamar itu tidak kalah mewahnya dengan kamar Hotel bintang lima.Sebenarnya apa pekerjaan Megan,sampai dia bisa memiliki harta sebanyak itu?Amelia mulai bertanya tanya dalam hati.


Amelia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri,dia menyiram tubuh lelahnya dengan air dingin agar bisa segar kembali.Selesai mandi,Amelia menutupi lekuk tubuhnya yang indah dengan selembar handuk.Ukurannya sangat kecil dan mini,sehingga kalau dia salah bergerak sedikit saja pasti handuk itu akan terlepas dari tubuhnya.


Amelia membuka koper,dia mencari pakaian tidur yang dia bawa dari rumah lamanya.Tiba tiba Megan masuk kedalam kamar tanpa mengetuk pintu,dia lupa kalau ada Amelia didalam kamarnya.


Megan berdiri mematung mengamati keindahan pemandangan yang ada dihadapannya.Kulit mulus,kaki jenjang,rambut yang basah karena air.Amelia benar benar terlihat sangat seksi dan menggoda iman.


Dag...Dig...Dug...


Bunyi jantung Megan berdegup sangat kencang.Dia teringat pada Ken!kmatan yang pernah dia rasakan bersama Amelia beberapa tahun lalu.Seetika adik kecilnya terbangun dan berdiri tegak seperti tiang bendera.


"Sial! Apa yang harus aku lakukan sekarang?"Batin Megan.


Amelia melepas handuknya,dia memakai pakaian tidur miliknya tepat dihadapan Megan.Pria itu diam seperti patung,diam tak berani bergerak apa lagi mengambil nafas.Saat itu Amel tidak tau kalau Megan sudah ada didalam kamar dan menyaksikan dirinya memakai pakaian.


Akhirnya Amelia menoleh kesamping,dia mendelik ketika mendapati Megan sudah ada didalam ruangan itu.Amelia murka,dia melempar Megan dengan bantal dan guling.


"Pria mesum! Keluar kamu dari kamar ini!"Teriak Amelia berulang ulang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2