My Baby Aurora

My Baby Aurora
Aku Mau Adik Lagi


__ADS_3

...🖤♥️🖤...


Sebuah mobil pick up berhenti dihalaman rumah Amelia,wanita itu langsung membuka pintu dan berjalan keluar dengan wajah bingung.Ada banyak barang didalam mobil pick up itu,hampir semuanya peralatan untuk kamar bayi.Tapi Amelia tidak pernah memesan barang barang itu,apa Megan yang sudah memesannya?


Seorang pria turun dari mobil,dia menghampiri Amelia dengan membawa selembar kertas dan sebuah pulpen.


"Dengan Ibu Amelia?"


"Iya,saya sendiri,"


"Ada kiriman barang dari Nenek dan Tuan Domani,tolong ditanda tangani,"


"Ya...Tuhan,ternyata dari dua orang itu.Membuatku spot jantung saja,"gerutu Amelia lirih.


Usai ditandatangani,beberapa pegawai paket menurunkan barang barang itu dan membawanya masuk kedalam rumah.Megan yang baru saja selesai makan siang keluar dari ruang makan dengan wajah terheran heran.


"Amelia,kamu belanja barang banyak sekali?"Ucap Megan.


"Ini semua pemberian nenek dan Ayah mu,bukan aku yang membelinya,"


"Apa?"Megan terkejut.


"Mungkin mereka ingin kita membuat kamar bayi yang nyaman,agar mereka bisa lebih leluasa menemani Radja bermain,"


"Hemh...Ada ada saja!"Megan menggeleng gelengkan kepalanya.


Amelia membuka pintu kamar nomor tiga dilantai atas,kamar yang tidak pernah terpakai itu sepertinya akan difungsikan sebagai kamar anak laki lakinya.Dia harus mendekor ulang kamar itu,juga melakukan sedikit perbaikan.


"Megan,tolong cari orang untuk mengangkat barang barang ini keluar.Aku akan meminta Bu Ani untuk membersihkannya lalu memasukan barang barang pemberian Nenek dan Ayah,"


"Baiklah,aku akan meminta tolong pada petugas keamanan dan tukang kebun,"


*****

__ADS_1


Malam harinya,Aurora mencoba menghubungi sang kakek via telfon.Dia kesal karena tidak dibelikan hadiah,sementara adiknya diberikan banyak hadiah oleh sang Kakek.Pria tua itu tidak boleh pilih kasih,dia harus bisa bersikap adil pada cucu cucunya.


Aurora menginjak injakan kakinya ke lantai,dia marah karena sang Kakek tidak kunjung menerima telfonya.Sementara Amelia dan Megan hanya menatap sambil mengerutkan kening.


Tak disangka,orang yang sedang dihubungi oleh Aurora tiba tiba muncul dihadapannya.Pria itu membawa sebuah paper bag bertuliskan merek perhiasan ternama di negara ini.


"Kakek,"Aurora berlari dan merangkul pria itu.


"Senang sekali kakek datang ya,"Domani membalas pelukan Aurora.


"Kakek jahat sekali,kenapa hanya Radja saja yang dibelikan hadiah?Kenapa aku tidak!"Aurora melipat tangannya ke perut dan memajukan bibirnya kedepan.


"Ini hadiah untukmu,"Domani menyodorkan paper bag yang dia bawa.


Aurora melompat lompat karena senang,dia meraih paper bag itu dan mengambil kotak hadiah yang ada didalamnya.Satu set perhiasan bertema hello Kitty terpampang nyata disana.


"Ini untukku?"Aurora seolah tak percaya.


"Ini terlalu mahal,"ucap Aurora.


"Tidak ada yang mahal didunia ini untukku,terutama untuk cucuku,"Domani tertawa terbahak bahak.


Amelia menyenggol pundak suaminya,memberi kode untuk menoleh kepadanya.


"Lihat itu,dia sangat memanjakan anakmu,"bisik Amelia.


"Lalu aku harus bagaimana?"


"Bicara padanya,jangan terlalu memanjakan cucu.Tidak baik!"Omel Amelia.


"Iya,nanti aku akan bicara padanya."


*****

__ADS_1


Keesokan harinya,adik dari Megan datang kerumah.Dia juga membawa banyak hadiah untuk Radja dan Aurora.Gadis TK itu merasa senang,karena orang yang datang menjenguk Radja pasti membawa buah tangan juga untuknya.


"Mama,besok kalau Radja sudah besar Mama hamil lagi ya,"pinta Aurora tiba tiba.


"Hamil lagi?Katanya kamu kurang suka pada anak kecil,"


"Aku memang kurang suka pada anak kecil,tapi aku suka diberi hadiah oleh Kakek,Nenek buyut dan Om,"celetuk Aurora asal.


"Astaga,kalau hanya hadiah Mama juga bisa membelikannya,"


"Dapat hadiah dari mama kan sudah biasa,tapi dapat dari mereka kan jarang jarang,"


"Besok Om belikan banyak hadiah untukmu,tapi sekarang lebih baik kita main diluar dulu.Biar Mama dan adikmu bisa beristirahat dengan tenang,"ucap Ruben.


Ruben menggandeng tangan Aurora dan membawanya keluar kamar.Mereka menuju ruang bermain yang dibuat khusus oleh Megan untuk Aurora dan Radja.


Keduanya memainkan banyak permainan seperti rumah rumahan,main boneka dan membaca kumpulan buku cerita dongeng.Ternyata menghabiskan waktu dengan anak kecil itu menyenangkan,Ruben baru menyadarinya.


Dia merasa sudah saatnya dia menikah dan memiliki seorang anak.Umurnya sudah cocok menjadi seorang Ayah.Dengan menikah,dia akan menjadi pribadi yang lebih sabar,telaten dan semangat bekerja.Sama seperti Megan saat ini.


"Om Ruben,kapan Om akan memberikan aku seorang Tante?Aurora menatap dengan tatapan serius.Hal itu membuat Ruben sedikit panik.


Ruben memang tampan dan mapan,tapi dia tidak pernah menjalin kasih dengan perempuan.Bukannya tidak ada yang mau,hanya saja dia takut sakit hati.Kata orang,sakit hati itu menyengsarakan.


"Doakan saja ya,semoga Om cepat bertemu jodoh,"


"Amin.Apa Om butuh bantuan ku?Aku punya guru cantik yang masih single,"celetuk Aurora.


"Ah,boleh juga.Tolong bantu Om kenalan dengannya besok,"


"Oke,"Aurora mengacungkan kedua jempolnya keatas.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2