My Baby Aurora

My Baby Aurora
Sentuhan


__ADS_3

...🖤♥️🖤...


Hari kedua setelah Amelia dan Megan sah menjadi suami istri,Amelia masih enggan tidur bersama dengan Megan.Malam ini Aurora tidur lebih cepat dikamarnya,Amel merasa senang karena mereka tidak perlu tidur bertiga lagi.


Amel mematikan lampu kamarnya,dia naik keatas ranjang,menarik selimut dan bersiap untuk pergi tidur.


Uhuk...Uhuk...Uhuk...


Suara batuk dikamar sebelah.Sepertinya megan sedang tidak enak badan karena sejak tadi dia batuk tiada henti.


Amelia bangkit dari tempat tidur,dia pergi ke kamar Megan untuk memastikan kalau pria itu baik baik saja.Bukannya khawatir,dia hanya tidak mau dicap sebagai seorang istri yang tidak peka pada suaminya sendiri.


Tok...Tok...Tok...


Amelia mengetuk pintu kamar itu.Tak lama,Megan keluar untuk menemuinya.


"Apa kamu sakit?"Tanya Amelia terus terang.


"Aku terkena batuk pilek,badanku menggigil kedinginan,"


"Kembali ke kasur mu,jangan tutup pintunya.Aku akan ambil air dan obat untukmu,"


Amelia pergi ke kamar,dia membuka kotak P3K miliknya.Amel mengambil obat flu batuk,minyak angin dan satu buah uang koin.Kemudian dia kembali masuk kedalam kamar Megan.


Amel menyuruh megan minum obat,setelah itu dia meminta suaminya untuk membuka pakaian yang dikenakannya.


"Kamu mau apa?Kenapa aku harus membuka baju?"


"Jangan berpikiran kotor,aku hanya ingin mengerok punggungmu.Siapa tau kamu masuk angin juga,"

__ADS_1


"Oh..."


Megan mencopot kaos yang dikenakannya,dan melemparnya ke sembarang arah.Kemudian dia tidur tengkurap diatas kasur,Amel mulai memberanikan diri menggosok minyak angin ke tubuh suaminya.


Punggung yang begitu mulus,berotot dan bidang.Membuat wanita manapun yang melihatnya ingin bersandar atau memeluk Megan dari belakang.


Entah mengapa pipi Amelia kembali merona,dia merasa malu karena telah menyentuh punggung pria itu.Sementara dibawah sana,Megan terus menggigit bibir bawahnya menahan gejolak yang tiba tiba meninggi karena usapan tangan istrinya.


Sesuatu yang tertidur disana akhirnya bangun,untuk kedua kalinya Megan harus menahan rasa sulit karena tidak bisa menuntaskan keinginan adik kecilnya.Rasanya begitu menyiksa,membuat frustasi dan sakit kepala.


"Sudah selesai,pakai pakaianmu dan istirahat kembali,"ucap Amelia setelah selesai membuat jalur kereta api berwarna merah dipunggung Megan.


"Terimakasih,"Megan duduk ditepi ranjang.


Amelia memperhatikan keringat yang mengucur di kening Megan,sangat banyak dan besar seperti butiran jagung.


Apa yang terjadi dengan pria itu?Kenapa dia terlihat sedang menahan sesuatu?Jangan jangan dia?


Megan tersenyum,dia bisa melihat kalau Amelia sedikit merasa malu.Senyum itu juga menandakan kalau dia merasa senang bisa memiliki istri yang bersikap dingin tapi perhatian.


*****


Keesokan harinya,keadaan Megan sedikit membaik.Meskipun hidungnya masih sedikit meler dan tenggorokannya masih gatal.


Amelia memasak sup Ayam hangat untuk Megan,dia juga memasak menu lain karena Aurora tidak begitu suka dengan sayuran.


Selesai makan,Megan mengantar putrinya ke sekolah.Sekalian dia ingin mampir ke kantor sebentar untuk mengantar pekerjaannya yang baru saja selesai.


Amelia membersihkan seisi rumah,dia juga menyapu halaman dan menyiram tanaman yang tumbuh disana.Meski suaminya orang mampu,Amel enggan menggunakan jasa ART karena menganggap dirinya masih bisa mengerjakan semuanya sendiri.

__ADS_1


Tak disangka,menjelang siang dia mendapatkan tamu agung.Ayah mertua dan Nenek dari Megan datang berkunjung kerumah itu.Amelia sedikit bingung,karena Megan tidak ada dirumah.Sementara hubungannya dengan sang Ayah mertua tidak begitu baik.


Amelia mempersilahkan tamunya masuk,dia langsung pergi kedapur untuk membuat minuman dan menyuguhkannya pada mereka.


"Kemana Megan?"Tanya Domani.


"Dia sedang mengantar anaknya sekolah,sebentar lagi juga pulang,"sahut Amelia.


"Rumah ini terlihat sangat bersih dan rapih,padahal kalian tidak punya ART.Kamu pasti wanita yang rajin,"puji Rose.


"Tidak juga,aku sama dengan wanita lainya.Jika sedang datang malas,aku lebih suka tiduran didepan tv,"ucap Amelia sambil tertawa.


Megan kembali,dia membawa sebuah paper bag berwarna coklat dengan tulisan brand pakaian ternama menempel di bagian depannya.


"Taruh ini di kamarmu,"pinta Megan.Amelia langsung mematuhi perintah pria itu tanpa membantah sedikitpun.


Didalam kamar,Amel penasaran dengan isi dari paper bag itu.Amelia memutuskan untuk membukanya dan melihat apa yang ada didalamnya.


Amelia terkejut,karena isi dari paper bag itu adalah pakaian branded yang ada di majalah milik Megan.Amelia suka pada pakaian itu,tapi dia enggan membelinya karena harganya yang terlalu mahal.Dan surprise,Megan membelikannya untuknya.


Ternyata Megan tidak hanya baik pada anaknya,dia juga peka pada kemauan istrinya.Pria seperti itu harusnya banyak dipuja kaum hawa,tapi dia malah betah melajang dan memilih untuk menikah dengan wanita biasa sepertinya.


Amelia kembali menemui suami,mertua dan neneknya.Bibirnya tak henti menyunggingkan senyum yang dia tujukan kepada Megan.


"Apa kamu suka dengan hadiah dariku?"Tanya Megan berbisik.


"Iya,aku suka.Terimakasih banyak,"ucap Amelia malu malu.


"Sama sama."Sahut Megan sambil mengukir senyum.

__ADS_1


Domani memperhatikan rona bahagia di wajah putranya,sepertinya Megan sangat menyukai Amelia.Meskipun sebenarnya Domani kurang begitu menyukainya,dia harus mau belajar untuk menerima Amelia sebagai menantu sekaligus Ibu dari cucu perempuannya.


Bersambung...


__ADS_2