
Hujan turun rintik rintik,udara berhembus dingin hingga terasa menusuk kulit.Amelia memutuskan untuk pergi ke dapur membuat secangkir minuman hangat,walaupun malam sudah cukup larut.
Tak disangka,Megan juga ada disana.Pria itu bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana boxer selutut.
"Apa dia sedang menggodaku?"Batin Amelia.
Tiba tiba lampu padam,Amelia menjerit karena dia takut gelap.Megan menghampiri Amelia,dia memeluk wanita itu dan mencoba menenangkannya.
"Apa kamu takut gelap?Tanya Megan.
"Iya,"sahut Amel dengan nada gemetar.
"Jangan takut,ada aku disini,"
Megan mengarahkan Amel untuk duduk disebuah kursi,dia hendak pergi mencari lilin dan korek api tapi Amelia menahan tangannya.
"Jangan tinggalkan aku,"rengek Amel manja.
"Hanya sebentar saja,aku akan kembali,"
Grep,,,,
Amelia kembali memeluk tubuh Megan dengan kuat.
Dag...Dig...Dug...
Jantung Megan berdegup kencang.Serangan mendadak dari Amelia benar benar membuatnya terkejut sekaligus kegirangan.Amel sama sekali tidak merasa risih meski Megan tidak memakai pakaian lengkap,rasa takut dihatinya telah membuat otaknya tidak bisa berpikir jernih.
Tak lama,lampu kembali menyala.Seluruh ruangan kembali terang benderang.Amelia melepaskan pelukannya secara perlahan,diluar dugaan Megan melarang Amelia menjauh darinya.
__ADS_1
Amelia menatap Megan,begitu juga sebaliknya.Wajah keduanya kini sangat dekat,hanya beberapa senti saja.
Cup,,,
Megan mendaratkan sebuah ciuman di bibir Amelia.Awalnya Amelia menolak,tapi lama kelamaan dia terbuai dengan sentuhan bibir Megan dan mulai menikmatinya.
Tangan Megan mulai bergerak menyusuri area sensitif Amelia.Menebarkan sensasi geli dan rasa aneh yang berhasil membuat Amelia mend*sah lirih.
"Ehm...."Leguh Amel.
Megan bergerak semakin liar,dia mengikuti insting kelakuannya dan tiba tiba telinganya mendengar suara seseorang memanggil.
"Mama,Papa,"teriak Aurora.
Amelia mendorong tubuh Megan menjauh dan merapihkan pakaiannya yang sedikit berantakan.
"Mama,Papa,sedang apa kalian disini?"Tanya Aurora.
"Kenapa dia harus datang diwaktu yang tidak tepat!"
Megan menahan rasa dongkol didalam hati karena gagal menuntaskan hasrat terpendamnya selama ini.
*****
Pagi hari,diruang makan.Megan terus menekuk wajahnya.Tidak ada senyum atau sapaan ramah darinya.
Amelia tau apa penyebab perubahan sikap dari suaminya itu,tapi apa dia akan marah pada putrinya sendiri?Aurora tidak mengetahui apapun,dia bahkan tidak sadar kalau dirinya telah melakukan kesalahan.Sikap ke kanak kanakan dari Megan baru muncul ke permukaan.
"Papa kenapa?Apa Papa sedang sakit gigi?Tanya Aurora polos.
__ADS_1
"Tidak,hanya saja Papa sedang pusing kepala,"sahut Megan.
"Pusing kenapa?"Anak perempuan itu sangat penasaran karena Papanya jadi pendiam.
"Pusing karena Mama kamu!"Celetuk Megan.
"Aku?Kenapa jadi aku yang disalahkan?"Protes Amelia.Dia tidak terima diperlakukan seperti itu oleh suaminya.
Megan tidak menanggapi ocehan Amelia,selesai makan dia langsung mengantar putrinya ke sekolah tanpa bicara apa apa.
Ternyata Megan marah bukan karena Aurora,tapi karena Amelia tidak menghampirinya kedalam kamar dan membantunya untuk menuntaskan hasrat yang telah lama dia pendam begitu lama.
Pulang mengantar anak sekolah,Megan langsung masuk kedalam kamarnya.Merasa ada yang perlu untuk diselesaikan Amelia menyusul dan menyelinap masuk kedalam ruangan itu.
"Kamu marah padaku?"Tanya Amelia.
"Tidak,"
"Jangan bohong! Wajahmu itu tidak bisa menipuku,"
Megan menarik lengan Amelia,menyudutkannya ke tembok dan menghimpit wanita itu dengan tubuhnya yang kekar.Amelia membulatkan matanya,dia terdiam sambil menebak nebak apa yang akan Megan lakukan padanya.
"Aku sudah tidak tahan lagi,kamu harus membantuku,"Megan menatap Amelia dengan tatapan sendu.
Hati Amelia berdesir,ada rasa tak tega melihat suaminya sendiri mengemis belaian pada sang istri.Amelia menyentuh pipi Megan dengan tanganya,kemudian pergulatan bibir itu terulang lagi.
Puas bercumbu,Megan mulai melancarkan aksi nakalnya.Geraknya semakin menjadi,terlebih Amelia tidak mengisyaratkan sebuah penolakan.Keduanya saling memeluk,mencium,membelai hingga menanggalkan segala yang mereka kenakan.
"Mulai hari ini dan seterusnya,kamu milikku,"ucap Megan dengan nada lantang dan penuh percaya diri.
__ADS_1
Bersambung...