My Baby Aurora

My Baby Aurora
Ayo kita menikah!


__ADS_3

...🖤♥️🖤...


Satu minggu kemudian...


Megan kembali datang untuk menemui Amelia dirumahnya.Kali ini sikap wanita itu berubah,dia tidak terlalu galak dan sinis pada Megan lagi.


Megan merasa sedikit bingung,tapi mungkin ini adalah jawaban atas doa doa yang dia panjatkan pada Tuhan selama beberapa malam terakhir.Megan sangat menyambut baik perubahan sikap seorang Amelia Kartika.


Megan datang membawa banyak buah tangan untuk Aurora.Ada buah buahan,permen,makanan ringan dan coklat.Amelia mengambil dua batang coklat yang dibawa oleh Megan dan mengembalikannya pada pria itu.


"Dia alergi coklat,"ujar Amelia sembari menyodorkan dua batang coklat pada Megan.


"Sama denganku,aku juga alergi coklat,"ucap Megan.


"Dia anakmu,wajar saja kalau kalian memiliki alergi yang sama,"celetuk Amelia.


"Jadi,dia benar benar anakku?"Megan tertawa renyah.Dia merasa senang karena tebakannya tidak meleset.Aurora adalah putrinya,hasil dari hubungan satu malam di pulau Bali.


"Iya,"sahut Amel pelit.


"Ayo kita menikah,ijinkan aku untuk mempertanggung jawabkan kesalahanku pada kalian dimasa lalu,"Megan begitu memohon pada Amelia.


Sekilas,Amelia bisa merasakan ketulusan yang mendalam dari ekspresi wajah Megan.Meskipun Amelia tidak menyukainya,Aurora putrinya sangat membutuhkan sosok Papa kandung.Amelia membuang jauh jauh egonya,sedikit berkorban untuk kebahagiaan anaknya adalah tindakan yang berpahala.


"Baiklah,aku setuju.Ayo kita menikah,kamu yang atur tempat dan tanggalnya karena aku terlalu sibuk untuk mengatur itu semua,"ucap Amelia.

__ADS_1


"Oke,serahkan semuanya kepadaku.Aku akan datang ke sini dua hari lagi bersama keluargaku untuk melamar kamu,"Megan tersenyum kecil.


*****


Aurora tertidur pulas dikamarnya,dia kelelahan setelah seharian bermain bersama Megan.Gadis kecil itu terlihat sangat menikmati kebersamaanya dengan Megan,senyum ceria selalu mengembang diwajahnya.


Nama pria itu adalah Megan Domani,pria matang berusia empat puluh lima tahun,blasteran Indo Inggris,pemilik perusahaan yang bergerak di bidang elektronik.


Amelia tidak menyangka kalau pria yang akan dia nikahi tidak hanya tampan dan gagah,tapi juga kaya raya.Apa keluarganya kelak akan menerima kehadiran Amelia yang berasal dari keluarga sederhana?Tiba tiba Amel merasa minder dan tidak percaya diri.


Diluar sana,banyak wanita cantik,berpendidikan dan kaya yang cocok untuk dijadikan pendamping hidup Megan.Tapi pria itu malah memilihnya yang hanya remahan rengginang.


Jodoh,maut,rezeki sudah ada yang mengatur.Anggap saja semua yang terjadi dalam hidup Amelia adalah takdir dari Tuhan.Namanya juga takdir,mau tidak mau Amel harus mau menerimanya dengan hati terbuka.


"Siapa yang baru saja datang ke sini?"Intan penasaran.


"Megan Domani,"sahut Amelia.


"Jadi nama pria itu adalah Megan?"


"Iya,aku baru saja berkenalan dengannya tadi,"


"Hanya berkenalan saja?"


"Tidak! Aku mengatakan yang sejujurnya kalau Aurora adalah anaknya,dan kami memutuskan untuk menikah dalam waktu dekat,"

__ADS_1


"Ah,bagus kalau begitu,"


"Dua hari lagi,dia dan keluarganya akan datang kerumah ini untuk melamarku.Bantu aku menyiapkan segala sesuatunya,"


"Aku pasti akan membantumu,tenang saja,"Intan menepuk pundak sahabatnya pelan.


Amalia masuk kedalam kamarnya,dia duduk didepan meja rias sambil melihat bayangan wajahnya dicermin.Wajah cantiknya terlihat kusut dan beku,semua orang yang melihatnya pasti akan tau kalau Amel sedang memiliki beban pikiran.


Amelia menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan secara perlahan.Dia harus bisa membuat dirinya sendiri untuk tenang dan berpikir positif,agar segalanya bisa berjalan dengan baik sesuai dengan harapannya.


Malam harinya,Amelia menghubungi Bimo sahabatnya untuk memesan catering makanan.Dia juga memesan beberapa jenis kue dan buah buahan untuk disajikan saat acara lamaran besok.


Bimo adalah teman sekelas Amel saat SMA dulu,dia merasa senang karena Amelia akan segera melepas masa lajangnya.Sebagai tanda terimakasih karena Amelia sudah mau memakai jasa kateringnya,Bimo memberikan bonus berupa rias wajah dan rambut gratis saat acara lamaran besok.


"Bimo,kamu murah hati sekali,"puji Amel via telepon.


"Sekalian promo,siapa tau Intan atau tamu mu yang lain tertarik dan memesan jasaku,"celoteh Bimo.


"Sambil menyelam minum air ya?"


"Iya,betul sekali."


Urusan Amel dan Bimo selesai,Amel menutup telfonya dan beranjak pergi tidur.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2