
...🖤♥️🖤...
Megan cemberut seharian,dia tau kalau pria bernama Aldo itu bukan hanya sekedar teman biasa.Dari cara dia menatap Amelia,Megan bisa merasakan ada percikan api cinta disana.Mungkinkah dia mantan kekasih Amelia dimasa lalu?
Tidak mengapa kalau hanya mantan,tapi pria itu masih menyukai Amelia dan mungkin masih jomblo.Megan harus hati hati,dia tidak boleh teledor dan kurang pengawasan.Bisa bisa pria itu mencari kesempatan untuk menarik perhatian Amelia lagi.
"Kamu kenapa?Kok makannya hanya diaduk aduk saja?"Tegur Amelia.
"Kita tukeran ponsel ya,"pinta Megan tiba tiba.
"Tukeran ponsel?Kenapa memangnya?"
"Aku hanya ingin mencegah ada pria dari masa lalu mencoba menghubungi kamu lagi,"celoteh Megan.
"Astaga,apa kamu sedang cemburu?"Amelia tertawa.
"Kalau iya kenapa?"
"Cemburu mu itu berlebihan sekali sayang,"
"Jangan tertawa,tidak ada yang lucu!"
Aurora hanya diam saja melihat Papa dan Mamanya ribut,dia tidak tau apa itu cemburu.Yang dia tau hanya uang jajan dan kulkas yang penuh dengan cemilan.
Meski risih,Amelia merasa senang karena Megan protektif padanya.Dengan begitu Amelia merasa berharga dalam hidup Megan,dia tidak mau kehilangan Amelia apapun alasannya.
Mimpi apa dia semalam,bisa bisanya dia bertemu lagi dengan Aldo.Dan hidup pria itu sangat memprihatinkan.Tiba tiba Amelia teringat pada Bibinya,ada rasa rindu walaupun sedikit pada sang Bibi.Apa hubungan mereka berdua telah berakhir?Kenapa Bibi tidak bersama Aldo?Biasanya mereka selalu kemana mana bersama.
__ADS_1
*****
Riska tengah sibuk menata barang dagangannya di warung kelontong miliknya.Dia memasukan peralatan mandi,peralatan mencuci kedalam rak dan menyusunya dengan sangat rapih.
Riska tinggal disebuah rumah kontrakan berukuran sempit.Rumah orangtua Amelia dia gadaikan untuk membayar hutang Aldo yang menumpuk dan sampai detik ini dia belum juga bisa menebus rumah milik Amelia.
Ada rasa sesal dihatinya karena telah bersikap buruk pada Amelia.Padahal gadis itu selalu bersikap baik padanya,mau memberinya tumpangan dan membantunya saat kesusahan.Andai saja Amelia ada di sisi Riska saat ini,mungkin hidup Riska tidak akan terasa begitu sulit.
Sebuah sepeda motor matic berhenti tepat didepan warung Riska,rupanya dia adalah Aldo kekasihnya.
"Kok pulang?Libur kerjanya?"
"Iya,hari ini aku libur.Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu,"
"Soal apa?"
"Syukurlah,aku senang mendengar hidupnya bahagia.Tidak seperti kita,"sindir Riska.
"Mungkin ini karma,karena kita telah melakukan kejahatan pada Amelia,"
"Iya,kamu benar,"
Air mata Riska menetes.Dia sangat menyesali perbuatannya dimasa lalu pada Amelia,tapi penyesalan yang datang terlambat itu tidak ada artinya.
Dalam hati,Riska sangat ingin menemui Amelia dan meminta maaf padanya.Tapi dia tidak punya nyali,dia merasa malu dan tidak memiliki kekuatan untuk berbicara.
Belum tentu juga wanita itu mau memaafkan perbuatannya,apa lagi menemuinya.Dia mungkin merasa sangat jijik pada Riska,juga pada Aldo.
__ADS_1
"Kamu tidak ingin menemuinya?Mintalah bantuan padanya agar kita bisa keluar dari zona sulit.Dia sudah jadi orang sukses sekarang,banyak uang,"celetuk Aldo.
"Apa kamu gila?Kamu memintaku mengemis pada orang yang sudah kita sakiti?Mau ditaruh dimana mukaku ini?Dasar pria tak tau diri!"Maki Riska.
"Kamu memakiku?"
"Iya,kenapa memangnya?Semua penderitaan yang aku rasakan saat ini karena ulahmu.Kamu hobi main judi,bahkan sampai menggadaikan rumah Amelia.Bagaimana kalau tiba tiba dia datang menuntut kita?Kita akan dipenjara,tau tidak?"Riska melotot.Hal itu membuat Aldo bungkam dan tak berani bicara.
Meminta tolong pada Amelia disaat sulit sama halnya dengan mempermalukan diri sendiri,Riska tidak akan pernah mau melakukan hal itu.
Kini Riska tak sebodoh dulu,dia selalu menyaring ide ide yang keluar dari mulut Aldi.Dia tidak mau semakin jatuh dan terpuruk,lalu terpendam ke dasar penderitaan.
Andai saja dia tidak mencintai Aldo,dia pasti sudah menendang pria itu menjauh dari hidupnya.Pria yang hanya bisa menjadi benalu bagi pasangannya,tidak berguna apa lagi berharga.
"Maafkan aku,aku tidak bermaksud menyeret mu masuk kedalam permasalahan ku,"Aldo menundukkan wajahnya.
"Kamu harus bisa memperbaiki semua ini,dan menebus rumah Amelia kembali,"ucap Riska dengan nada lirih.
"Iya,aku pasti akan melakukan itu semua untukmu."Ucap Aldo penuh dengan keyakinan.
Aldo sangat mencintai Riska,meskipun wanita itu jauh lebih tua darinya.Entah apa yang membuat Aldo tergila gila pada wanita berumur empat puluh tahun itu,yang jelas dia sampai rela menduakan Amelia dan meninggalkannya begitu saja.
Ada yang bilang cinta itu buta,mungkin cinta Aldo pada Riska benar benar buta hingga dia tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
"Amelia,maafkan Bibi.Bibi sayang sekali padamu Nak,"batin Riska.
Bersambung...
__ADS_1