
...🖤♥️🖤...
Megan dan Amelia menjemput Aurora di sekolahnya.Siang ini mereka berencana untuk makan siang bersama diluar.
Lama menunggu,Aurora keluar dari pintu gerbang dan berdiri di bahu jalan.Megan keluar dari dalam mobil dan menghampiri gadis kecil itu.
"Papa!"Aurora berlari dan memeluk Megan erat erat.
"Hallo anak Papa,baru tidak berjumpa satu hari sudah rindu berat nih,"Megan tersenyum.
"Iya,Aurora rindu pada Papa."Ucap Aurora.
Beberapa teman sekelas Aurora berjalan menghampiri pasangan anak dan Ayah itu,mereka menatap dengan tatapan aneh.Bagaimana bisa Aurora punya Papa?Bukanya Papanya sudah lama meninggal?
"Siapa Om tampan itu?"Ucap Deren pada teman disebelahnya.
"Aku mendengar Aurora memanggilnya Papa tadi,"sahut Fira.
"Mana mungkin itu pria tampan dan terlihat kaya itu adalah Papanya,"Deren melipat tangannya ke dada sambil mengerutkan kening.
"Mungkin Mamanya baru menikah lagi,"celetuk Fira.
Mendengar dua orang sahabatnya sedang ngegosip tentang dirinya,Aurora menghampiri mereka sambil menggandeng tangan Megan.Dia melangkah dengan penuh percaya diri,ini adalah waktu yang tepat untuk membalas dua tukang bully itu.
"Teman teman,ini Papaku.Namanya Megan Domani.Papa,mereka teman temanku.Namanya Deren dan Fira,"Aurora saling mengenalkan mereka satu sama lain.
__ADS_1
"Megan Domani?Dia pengusaha kaya nomor tujuh versi majalah Indo.Wah,Papamu keren,"Fira mengacungkan dua jempol tangannya ke atas sambil menatap kagum.Sementara Deren hanya melongo dan tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Fira.
"Tentu saja dia keren,dia Papaku!"Ucap Aurora bangga.Megan tertawa,dia senang anaknya begitu membanggakan dirinya didepan teman teman sekolahnya.
****
Megan sedikit terkejut karena putrinya bisa masuk ke sekolah elit nan mahal.Karena dari luar Amelia terlihat seperti wanita sederhana yang tinggal dirumah sederhana.Apa lagi tidak ada jalur prestasi atau bea siswa untuk sekolah anak anak TK.
Megan ingin mengulik kehidupan Amelia lebih jauh,khususnya soal keluarga dan karir.Siapa tau orangtuanya adalah orang kaya,dan dia memiliki profesi yang memiliki pendapatan bagus.
"Amelia,boleh aku bertanya sesuatu padamu?"Tanya Megan.
"Soal apa?"
"Apa kamu tidak memiliki keluarga?Maksudku seperti orangtua atau saudara lainya?Aku tidak melihat mereka saat melamar kamu tempo hari,"Megan terlihat begitu sangat penasaran.
"Kenapa memangnya?"
"Dia berselingkuh dengan kekasihku,dia juga telah merebut harta kekayaan peninggalan keluargaku.Aku membencinya,"jelas Amelia.
Megan tersentak mendengar cerita dari Amelia,dia tidak mengira kalau hidup Amelia begitu sangat memprihatinkan.Ditinggal meninggal orangtua,pacar dan harta direbut oleh sang Bibi.
Sebenarnya Megan ingin menikahi Amelia bukan karena cinta,melainkan karena dorongan rasa bersalah yang besar dan memaksanya untuk bertanggung jawab.Tapi Megan memiliki rasa cinta dan sayang yang tulus untuk Aurora.Sedangkan untuk Amelia,entah lah.Biar waktu saja yang akan menjawabnya.
"Kamu kerja dimana sekarang?"Tanya Megan lagi.
__ADS_1
"Aku buka bisnis laundry,sekarang sudah ada tiga cabang.Intan sahabatku yang membantuku untuk mengelolanya,karena anakmu tidak pernah mau lepas dariku.Kecuali kalo dia sedang bolong,"ucap Amelia.
Megan tersenyum,dia tidak menyangka wanita yang terlihat rapuh dan biasa saja dari luar ternyata adalah wanita kuat.Dia juga tegar,pemberani,mandiri dan pandai mencari uang.Jika bukan demi putrinya,Megan yakin Amelia tidak akan pernah mau menikah dengannya.Karena biasanya wanita yang mandiri tidak begitu memerlukan pasangan hidup.
"Aku sangat bersyukur karena malam itu wanita yang aku tiduri adalah kamu.Wanita berhati dan berkelakuan baik.Jadi aku bisa memiliki keturunan yang baik juga,"celoteh Megan.
"Tolong jangan bahas hal itu jika sedang ada anak kita,aku tidak mau dia tau tentang aib kita,"Amelia menoleh ke kursi belakang.Dia memperhatikan putrinya yang sedang serius bermain ponsel.
"Maaf,lain kali aku akan lebih berhati hati."Megan menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit,tibalah mereka disebuah restoran Indonesia.Mereka turun dari dari mobil dan melangkah masuk bersama kedalam restoran tersebut.
"Kamu pesan makanan apa?"
"Terserah kamu saja.Kalo untuk Aurora yang penting makananya tidak pedas,"
"Oke.Kamu dan Aurora cari tempat duduk.Biar aku yang pesan makannya,"
Amelia mengajak putrinya duduk di kursi meja nomor delapan.Diam diam,dia mengamati Megan dari jauh.Pria tampan itu terlihat baik,lemah lembut dan tidak banyak mengatur.Amelia merasa menikah dengan pria seperti itu tidak akan terlalu membuat susah hidupnya dimasa depan.
Megan kembali,dia duduk tepat di sisi Amelia.Saat waiters datang mengantar makanan,dengan sigap Megan menyuguhkan makanan makanan itu kepada Amelia dan putrinya.
"Binggo.Rupanya dia ringan tangan juga,"batin Amelia.
"Papa,tolong kupas kulit udang itu untukku,"rengek Amora manja.
__ADS_1
"Apapun akan Papa lakukan untuk kamu sayang."Megan mencubit kedua pipi tembam milik Amora gemas.
Bersambung...