
Pagi hari,Amelia ngotot pergi ke pasar karena semua bahan makanan didalam kulkas habis.Akhirnya dia dikawal oleh seorang petugas keamanan yang telah Megan siapkan untuk mengikuti kemanapun wanita keras kepala itu pergi.
Terlalu lama dikurung didalam rumah membuatnya bosan,dia juga butuh udara segar.Dia butuh bertemu dengan orang lain untuk menjalin komunikasi dan membuat stresnya hilang.
Di pasar,Amelia membeli banyak sayuran,lauk dan buah aneka jenis.Dia sengaja membeli banyak untuk stok selama satu minggu kedepan.
"Nang,bawa barang belanjaan ini ke mobil.Aku mau lihat lihat perkakas dapur dulu disini,"
"Tapi Non,"
"Sudah sana,bawa ke mobil.Tidak akan terjadi apa apa padaku,disini ramai banyak orang,"
"Iya,Non,"
Danang pergi meninggalkan Amelia,tinggallah Amelia seorang diri tanpa pengawalan.Dia melenggang dan masuk kedalam toko perabotan.
Tiba tiba,seorang pria asing muncul menarik narik tasnya dari belakang.Amelia melawan,beberapa tukang becak yang melihat langsung membantu Amelia.
Naas,saat pria jahat itu kabur.Dia mendorong Amelia dengan kuat hingga jatuh tersungkur,kepalanya terbentur lantai dan membuatnya pingsan seketika.Amelia dilarikan ke rumah sakit terdekat.Danang yang mengetahui hal itu langsung menghubungi nomor ponsel Megan.
Lama tak sadarkan diri,perlahan lahan Amelia membuka kedua matanya.Dia melihat sosok Megan,ayah mertua juga anaknya disisinya.
"Syukurlah,aku masih hidup,"celoteh Amelia.
Megan menjewer telinga Amelia karena wanita itu sangat sulit dinasehati.Megan tau,Amelia mencari cara agar bisa lepas dari pengawasan Danang.
"Aku baru sadar,bisa bisanya kamu menjewer telingaku?"Amelia marah.
"Itu karena kamu sulit dinasehati!"Omel Megan.
"Maaf,"Amelia memasang wajah menyesal.
__ADS_1
Seorang Dokter masuk kedalam ruangan,dia ingin membagikan hasil pemeriksaan Amelia kepada keluarganya.
"Nona Amelia baik baik saja,begitu juga dengan bayi yang ada didalam perutnya.Nanti sore dia sudah diperbolehkan pulang,"ucap Dokter itu.
"Bayi?"Megan melongo.
"Iya,bayi.Nona Amelia sedang hamil dan usia kandungannya kini sudah jalan dua bulan lebih,"sahut sang Dokter.
Megan melempar pandangan kearah Amelia,wanita itu hanya menggelengkan kepala saja.Amelia tidak tau kalau dia sedang hamil,dia pikir hanya sedang mengalami gangguan siklus menstruasi saja.
Tidak ada yang aneh dalam tubuh Amelia,dia tidak mual,meriang atau merasakan apapun.Berbeda dengan waktu hamil Aurora,wajar saja jika Amel tidak tau kalau dirinya tengah berbadan dua.
"Cucuku akan bertambah,"senyum lebar menghiasi wajah pria tua yang sedang berdiri sambil bersandar ditembok.
"Kamu tidak tau kalau kamu sedang hamil?"Tanya Megan.
"Aku tidak tau,aku pikir hanya sedang telat haid saja.Aku memang biasa telat haid,bahkan sejak aku masih SMA,"ucap Amelia.
*****
Lagi lagi,Sara melampiaskan amarahnya pada barang barang yang ada disekitarnya.Dia melempar gelas,piring dan mangkok sayur yang ada diatas meja.
"Kamu iri dengan kebahagiaan orang lain?Menggelikan!"Sindir Theo.
"Kamu sengaja mengatakan hal itu agar aku murka bukan?Lihat ini,aku sedang murka,"
"Jika saja kamu bisa lebih bersyukur dengan apa yang kamu miliki saat ini,hidupmu pasti juga akan bahagia.Tidak tertekan dan uring uringan seperti orang gila,"
"Kamu mengatai istrimu sendiri?"
"Istriku?Kamu ingin dianggap sebagai istriku?"Tersenyum sinis.
__ADS_1
Sara terdiam,dia mengamati sorot mata Theo yang berbeda dari sebelumnya.Pria itu kenapa tidak terlihat lemah seperti dulu?Apa yang membuatnya begitu cepat berubah?Beberapa tanda tanya muncul dibenak Sara.
"Kenapa aku harus menyebut kamu Istri?Sementara kamu terang terangan mengejar cinta pria lain di hadapanku.Aku tidak menceraikan kamu bukan karena aku cinta kamu,tapi untuk menghukum dan menyiksa hidupmu secara perlahan Sara!"
Kalimat yang keluar dari mulut Theo benar benar membuat Sara merinding.Theo yang polos dan lugu kini terlihat seperti seorang penjahat dan pembunuh bayaran.
Seolah hanya dengan jentikan jari saja nafas Sara akan hilang dan hidupnya akan berakhir.Apa yang harus Sara lakukan saat ini?Perlukah dia melarikan diri dari kediaman Theo?
*****
Dirumah sakit,Megan menyuapi istrinya dengan telaten.Wajahnya terlihat lebih cerah dari sebelumnya.Rona bahagia terpampang nyata disana,anaknya akan bertambah,itu artinya sumber rejeki dan orang tersayangnya juga akan bertambah.
"Jadi Ayah dan Nenekmu akan menginap dirumah malam ini?"Amelia menatap Megan dengan seksama.
"Iya,untuk teman Aurora.Anak kecil tidak baik terlalu lama berada dirumah sakit,"
"Aku merepotkan mereka,"Amelia sedikit memonyongkan bibirnya kedepan.
"Itu semua karena kamu tidak menurut kepadaku!"Megan menarik telinga Amelia lagi.
"Mau mengajak aku bertengkar lagi?"
"Tidak,aku hanya menggoda kamu saja.Cepat habiskan makan mu,setelah itu minum obat dan tidur,"
"Aku benci obat,"
"Kamu harus banyak minum obat selama beberapa bulan kedepan,"Megan tersenyum kecil.
Kehamilan Amelia kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya.Ada Megan yang akan selalu menghujaninya dengan perhatian dan cinta kasih.Sebenarnya Amelia belum mau hamil lagi,tapi apa mau dikata?Nasi sudah menjadi bubur.
Meskipun begitu dia akan menerima anak keduanya dengan baik,dia akan merawat dan menjaganya sama seperti Aurora.Tiba tiba pikiran Amelia teringat pada Aurora,anak itu tidak mengeluarkan respon sedikitpun saat mengetahui Mamanya sedang hamil.Apa anak itu marah?
__ADS_1
Bersambung...