My Baby Aurora

My Baby Aurora
Candu Asmara


__ADS_3

Siang hari,Megan dan seorang rekan bisnisnya makan bersama disebuah restoran.Rekannya itu bernama Theo,pria yang sudah bersahabat dengannya sejak baru lahir.


Mereka lahir dihari yang sama,jam yang sama,tanggal yang sama dan rumah sakit yang sama.Kedua orangtua mereka juga bersahabat baik.


"Jadi,bagaimana rasanya menikah dengan seorang janda?"Theo mengedipkan matanya sebelah.


"Dia bukan janda.Beberapa tahun lalu aku melakukan kesalahan padanya,dia hamil.Waktu mempertemukan kami kembali,aku ingin bertanggung jawab padanya.Lalu aku menikahinya,"kisah Megan.


"Ternyata gosip itu benar.Aku suka punya teman yang bertanggung jawab seperti kamu.Tapi ngomong ngomong,siapa wanita yang telah meracuni kamu dan ingin meniduri kamu malam itu?"Theo terlihat sangat penasaran.


Megan terdiam,dia ragu ragu ingin mengungkap sosok wanita itu.Karena Theo teramat sangat mengenalnya.


"Kenapa diam saja?Ayo katakan padaku!"Desak Theo.


"Istrimu,"sahut Megan singkat.


Deg,,,


Jantung Theo terasa sakit mendengar kenyataan pahit itu.Wanita yang dia cintai ternyata mencoba untuk merayu dan menjebak sahabatnya sendiri.


"Istriku?"Theo sedikit tidak percaya.


"Iya.Kamu tanyakan langsung saja padanya,kenapa dia melakukan itu padaku,"perintah Megan.


"Aku rasa tidak perlu,aku sudah tau alasan Sara Lee melakukan itu padamu,"ceplos Theo.


"Apa alasannya?"


"Dia menyukaimu,bahkan sebelum kami menikah.Aku mengetahui itu tapi aku tetap mau menikahinya karena aku menyukainya,"


"lalu,bagaimana hubungan rumah tangga mu kini?"


"Masih sama seperti dulu,hambar.Meski Sara mau aku tiduri dia tidak mau memiliki anak dariku.Alasanya,dia tidak mau repot dan bentuk tubuhnya jadi rusak,"

__ADS_1


"Dia gila!"Maki Theo.


"Dia memang sedikit gila,tapi aku mencintainya."


Suasana sekitar mendadak jadi hening.Theo kehilangan selera makan dan menyudahi makannya walaupun masih banyak makanan tersisa diatas piringnya.


Megan merasa tidak enak pada Theo,tapi jujur itu penting.Agar kelak jika Sara berusaha menjebaknya lagi Megan bisa meminta bantuan pada Theo.


***


Dirumahnya,Amelia sibuk mempersiapkan bahan makanan di dapur.Sesekali dia bersenandung lirih membawakan lagu bahagia yang seolah sedang mewakili perasaanya saat ini.


Sepertinya Amel mulai tertarik pada suaminya,entah sejak kapan tapi perasaan itu cukup menancap dalam dihatinya.Mungkin karena kepribadian baik yang Megan miliki,lama kelamaan dia jatuh hati pada pria ramah itu.


Aurora memperhatikan tingkah Mamanya dari jauh,sebentar sebentar tersenyum,tertawa lalu tersipu malu.Padahal dia tidak sedang menonton atau mendengarkan acara lucu.


"Mama kenapa?"Tanya Aurora sambil berjalan mendekati Amel.


"Mama tertawa,tersenyum lalu tersipu malu.Mama bilang tidak kenapa napa?Coba dekatkan kepala mama padaku,"perintah Aurora.Amel menurutinya.


Aurora mengecek suhu tubuh Amelia dengan tanganya.Suhunya normal,dia tidak sedang sakit.Tapi kenapa tingkah wanita itu sangat aneh?Aurora bertanya tanya didalam hati.


*****


Megan pulang kerja,Amel menyambutnya dan langsung menggiringnya masuk ke ruang makan.Megan terpukau dengan banyaknya makanan yang dibuat Amel,semua terlihat enak dan menggiurkan.


"Makan dulu,baru mandi,"ucap Amel.


Amel menyendok nasi,sayur dan lauk.Lalu menyodorkan piring itu pada suaminya.


"Apa hari ini adalah hari yang istimewa?"Tanya Megan.Dia merasa sedikit aneh dengan sikap istrinya.


"Sejak tadi Mama bersikap aneh,ternyata Papa menyadarinya,"celetuk Aurora.

__ADS_1


"Aneh?Apa maksudmu?"Tanya Megan.


"Sejak tadi Mama senyum senyum terus,seperti baru menang arisan,"sindir bocah TK itu.


"Ehem..."Megan berdehem.Sepertinya dia tau apa penyebab Amelia merasa bahagia dan senang.


Merasa malu,Amelia berlari masuk kedalam kamarnya.Dia sedang berusaha menyembunyikan wajahnya yang berseri agar tidak membuat Megan salah paham dan GR.


Tapi,semua perubahan sikap Amel memang terjadi karena Megan.Megan telah membuatnya jatuh cinta dan kini hatinya sedang dipenuhi oleh bunga bunga yang bermekaran.


Tak lama,Megan nyelonong masuk kedalam kamar Amelia yang tidak terkunci.Amel terkejut,dia tidak menyangka Megan bisa seberani itu.


"Kamu,,"Amelia mundur beberapa langkah.


"Apa kejadian semalam yang sudah membuat hatimu senang?"Goda Megan.


"Memangnya apa yang telah terjadi semalam?"Amelia berpura pura lupa.Wajahnya terlihat lucu dan memancing sang suami untuk tertawa.


"Kamu lupa begitu saja?Padahal aku masih ingat suara d*sahmu.Tidak hanya itu,bekas cakaran kuku mu itu masih ada di punggung ku,"


"Berhenti mengatakan itu!"Omel Amel.


"Kenapa?Kamu malu ya?Goda Megan lagi.


"Tidak!"


"Sudahlah,jangan malu malu.Kita ini kan suami istri.Apa nanti malam aku sudah boleh tidur disini bersamamu?"


"Tidak boleh,aku...aku..."Amelia terbata bata.


"Aku anggap itu sebagai persetujuan darimu."Megan tersenyum licik.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2