My Baby Aurora

My Baby Aurora
ART Baru


__ADS_3

...🖤♥️🖤...


Sore hari,Megan pulang dari tempat kerja sambil membawa seorang wanita paruh baya.Dia adalah ART yang Megan pesan dari sebuah Yayasan.


"Hallo Non,nama saya Ani,"sapa wanita itu ramah.


"Hallo juga Bu Ani,semoga betah ya kerja disini,"Amelia menyunggingkan senyum kecil.


Usai mengantar Bu Ani ke kamarnya untuk beristirahat,Amelia mengajak Megan untuk ribut didalam kamar pribadi mereka.


"Kamu tidak sembarang mengambil orang dan dijadikan ART kan?"


"Tidak,aku ambil dari yayasan.Aku tau alamat rumah dan prestasinya saat bekerja,"


"Syukurlah kalau begitu.Akhir akhir ini banyak berita penculikan anak,aku takut kamu salah ambil orang,"


"Tenang saja,aku tidak akan ceroboh seperti itu!"


Amelia mengamati pekerjaan yang dilakukan oleh Bu Ani,segalanya dia lakukan dengan cepat dan rapih.Hasil kerjanya memuaskan,masakan buatannya pun enak.Wajar saja dia mematok gaji standar lumayan besar,ternyata dia memang serba bisa.


Tanpa diminta,saat pagi hari dia akan membuatkan susu untuk Aurora.Saat siang hari dia juga membuatkan jus buah segar untuk Aurora,dia sangat perhatian pada anak majikannya.


"Bekalnya sudah Ibu masukan kedalam tas ya Nona kecil,"ucap Bu Ani.


"Terimakasih ya Bu,"


"Sama sama.Belajar yang pinter,biar bisa buat orangtua bangga,"Bu Ani membelai lembut rambut Aurora.


Dia terlihat begitu tulus,Amelia merasa bersyukur bisa mendapatkan ART sebaik Bu Ani.


Suasana rumah jadi sepi saat Aurora dan Megan pergi.Berdua dirumah membuat Amelia merasa jenuh.

__ADS_1


Amelia pergi kedapur,dia melihat Bu Ani tengah sibuk menguleni sesuatu.


"Ibu sedang membuat apa?"Tanya Amelia penasaran.


"Ini Bolu Surabaya,untuk camilan Nona dan keluarga,"


"Wah,ternyata Ibu bisa membuat kue.Bisa ajari aku?"


"Bisa,mari Ibu ajarkan,"


Mulai hari itu,Amelia memiliki kesibukan lain selain menjadi Ibu rumah tangga.Dia belajar membuat aneka kue dari Bu Ani untuk mengisi waktu luangnya.


*****


Amelia membawa nampan berisi teh hangat dan satu piring bolu.Dia masuk kedalam ruang kerja Megan.Pria itu terlihat sedikit murung,sepertinya dia sedang memiliki beban pekerjaan yang cukup banyak.


"Kamu kenapa?"Tanya Amelia khawatir.


"Berapa lama?"


"Mungkin sekitar satu bulan,"


"Satu bulan?Lama sekali?"Amelia cemberut.


"Mau bagaimana lagi?Apa kamu mau ikut bersamaku?


"Tidak bisa,Aurora kan sekolah."Wajah Amelia berubah murung.


Berpisah dengan orang yang disayang satu hari saja seperti satu bulan,apa lagi sampai satu bulan lamanya?Rasanya pasti seperti berpisah satu tahun.


Selama ini Amelia sudah mulai terbiasa tidur didekap oleh Megan,tiba tiba saja mereka harus tidur terpisah begitu saja.Apa Amelia akan bisa tidur dengan nyenyak?

__ADS_1


Rasa gusar mulai menyelimuti hati Amelia,dia ingin ikut dengan suaminya.Tapi anaknya bagaimana?Sepertinya mau tidak mau Amelia harus mau LDR dengan Megan untuk sementara waktu.


Malam harinya,Amelia tidak bisa tidur.Dia terus memikirkan jika Megan tidak ada disisinya.


"Bagaimana ini?Belum pergi saja sudah membuat orang galau,"batin Amelia.


Megan masuk kedalam kamar,dia melihat istrinya sedang berguling guling diatas kasur.Wajahya terlihat begitu resah dan gelisah.


"Kamu kenapa?Apa ada yang sedang dipikirkan?"Tanya Megan.


"Aku memikirkan kamu,aku tidak yakin bisa jauh dari kamu.Apa lagi aku sedang hamil,"


"Ada kabar baik untukmu,"


"Kabar baik apa?"


"Ayah yang akan menggantikan aku terbang ke singapura,jadi aku tidak akan pergi meninggalkan kamu dan anak kita,"


"Benarkah?"Amelia langsung duduk diatas kasur.Wajahnya yang lesu jadi bersemangat.


"Senang sekali,kamu pasti begitu sayang padaku.Sampai sampai kamu tidak mau tinggal jauh dariku,"Megan tertawa.Secara tidak langsung dia sedang membanggakan pesonanya sendiri.


"Iya,aku memang tidak bisa tinggal jauh darimu.Puas?"ucap Amelia.Dia sedikit ilfill melihat suaminya berbangga diri.


Gemas,Megan menghampiri Amelia dan memeluk tubuhnya yang sudah mulai berisi.Rasanya nyaman sekali,seperti memeluk dua buah bantal guling sekaligus.


"Sepertinya kamu gemuk kan,"goda Megan.


"Aku sedang hamil,wajar kalau berat badanku naik setiap bulan.Kenapa memangnya?Kamu tidak suka?"


"Aku suka,"Megan tersenyum kecil.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2