
...♥️🖤♥️...
Mirna menyuguhkan secangkir kopi susu hangat untuk Bosnya,wanita beranak dua itu terlihat begitu pusing dan setres.Mirna adalah pegawai Amelia yang paling perhatian,dia bahkan lebih perhatian dari Intan.
Amelia memijit kepalanya pelan,meski sedikit membaik rasa pusing kembali muncul saat bayang Aldo tersirat dibenaknya lagi.Pria itu benar benar parasit,cacing Alaska yang bisanya hanya hidup menempel pada inangnya.
"Kasihan sekali Bibi,banyak hutang,jatuh miskin sakit-sakitan pula,"gumam Amelia.
"Sebenarnya bos ada masalah apa?Kenapa terlihat tertekan seperti itu?"Mirna mencoba mencari tau.
"Biasa lah,masalah keluarga.Coba kamu bawa buku laporan bulan ini,aku mau periksa,"
"Oke,Bos."
Selesai memeriksa pembukuan laundry,Amelia menonton acara televisi sambil menikmati makan malam.Waktu sudah menunjukan pukul 19.00,tapi wanita itu masih betah berlama lama ditempat kerja.
Sekali kali merepotkan Megan tidak ada salahnya juga kan?Lagi pula jarang jarang juga.
Sebuah berita muncul disela sela acara televisi,seorang wanita paruh baya berhasil diselamatkan setelah mencoba untuk bunuh diri.Dia berusaha melompat dari atas jembatan jalan layang,beruntung warga yang melintas berhasil membujuknya.
Amelia memperhatikan sosok wanita yang ada didalam acara televisi,ternyata dia adalah Riska Bibinya.
"Astaga! Itu Bibi.Aku harus mencari keberadaanya besok pagi,"ucap Amelia dengan mata terbelalak karena kaget.
*****
__ADS_1
Tiba dirumah,Amelia langsung mencari keberadaan suaminya.Dia menceritakan kejadian malang yang menimpa sang Bibi pada Megan dan mengajaknya untuk menjenguk saudaranya itu.
Megan menyetujuinya,tapi lagi lagi mereka harus merepotkan sang asisten rumah tangga dan Ayah mertua dengan menitipkan anak anak mereka.
Pagi hari,Amelia datang berkunjung kerumah kontrakan milik Riska.Wanita itu sedang duduk melamun di warung miliknya.Wajahnya pucat,rambutnya acak acakan.Orang yang tidak kenal denganya pasti akan mengira dia orang gila.
"Itu Bibi mu?"Tanya Megan.
"Ayo kita temui dia,"ajak Amelia.
Mereka berdua turun dari mobil dan berjalan lambat menghampiri Riska.Riska sedikit kaget saat melihat Amelia datang mengunjunginya,keduanya saling berpelukan dan menangis.
"Kenapa Bibi melakukan tindakan bodoh itu?"Omel Amelia.
"Aku bingung dan putus asa.Aku sakit parah,hutangku banyak,setiap hari ada rentenir yang mencariku.Sementara Aldo sibuk berselingkuh dengan wanita lain,"
"Aku sudah mengakhiri hubungan kami kemarin,"
"Itu bagus."
Riska pergi kedapur,dia mengambil makanan dan minuman untuk menyuguhi tamunya.Setelah itu mereka berbincang bincang lagi.
"Bibi sakit apa?"
"Aku terkena sakit jantung,tapi aku tidak memiliki uang untuk berobat,"
__ADS_1
"Bibi tenang saja,aku yang akan menanggung biaya pengobatan Bibi sampai sembuh,"
"Serius?"
"Ya,aku serius."
Riska kembali menangi,bukan karena merasa terharu melainkan karena merasa malu.Selama ini dia telah banyak berbuat salah pada Amelia,tapi wanita itu masih mau membantunya dalam kesulitan.
"Apa dia suamimu?"Tanya Riska.
"Iya,dia tampan bukan?"Amelia tertawa.
"Dia bahkan lebih tampan dari Sahrukhan,"celoteh Riska.
"Tante,jangan berlebihan kalau memuji,nanti bajuku jadi sempit,"sambung Megan.
"Bi,berapa uang yang Bibi pinjam dari rentenir?"Tanya Amelia.
"Seratus juta,"
"Astaga,banyak sekali!"Amelia terkejut.
"Aku akan melunasi semua hutang hutang Bibi,agar rumah lama Amelia bisa kembali,"ucap Megan.
"Sungguh?"
__ADS_1
"Iya,sungguh."Megan meyakinkan.
Bersambung...