My Baby Aurora

My Baby Aurora
Bertemu Mantan


__ADS_3

...🖤♥️🖤...


Semakin hari,perut Amelia semakin besar.Dia tidak bisa melakukan apapun kecuali makan,berbaring dan duduk.Berjalan sebentar saja dia merasa lelah,apa lagi melakukan pekerjaan rumah.


Keterbatasan Amelia dalam beraktifitas membuatnya sedikit manja.Dia lebih sering menyuruh nyuruh suaminya untuk melakukan sesuatu.Misalnya memijit kaki,mengambilkan makanan dan minuman,serta lain lain.Hal itu membuat Megan sedikit jengah.


"Apa perutnya berat sekali untuk dibawa bawa?Mengambil air putih saja menyuruhku,"gerutu Megan lirih.


"Apa Tuan ingin merasakan menjadi wanita hamil?"Tegur Bu Ani.


"Tidak,"Megan meringis.


"Pria itu belum tentu bisa menanggung beban yang sedang dirasakan oleh Ibu hamil,jadi jangan menggerutu saat dimintai tolong oleh istri yang sedang hamil!"


"Iya,Bi.Terimakasih atas nasihatnya,"Megan menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


Ponsel Amelia bergetar,dia mendapat telfon dari Intan.Segera Amelia mengangkat telfon itu.


"Hallo,"sapa Amel.


"Apa kabar?"Tanya intan.


"Baik,kamu sendiri bagaimana?"Tanya Amelia balik.


"Aku baik baik saja.Aku ada kabar bahagia,"


"Kabar apa?"Amelia penasaran.


"Aku hamil,"ucap Intan.


"Benarkah?Selamat ya,semoga sehat selalu,"


"Iya,terimakasih."

__ADS_1


Keduanya berbincang sampai lupa waktu,mereka asyik berbagi suka duka selama menjadi seorang istri dan calon Ibu baru.Begitulah wanita jika sudah mengobrol dengan sahabat karib mereka,jangankan waktu,suami sendiri saja bisa dilupakan.


Megan masuk kedalam kamar,Amelia langsung mengakhiri percakapannya dengan intan karena takut mengganggu waktu beristirahat pria tampan itu.


"Siapa yang telfon?"Tanya Megan.


"Intan,dia memberi kabar kalau sedang hamil,"


"Syukurlah kalau begitu,"


"Besok ada waktu senggang tidak?Tolong temani aku ke laundry sebentar,"


"Besok?Em...Baiklah,aku akan menemanimu."


Amelia memeluk tubuh Megan,dia senang karena semua keinginannya dituruti.


Dug...Dug...


"Awh..."Amelia memegangi perutnya.


"Dia menendang ku,rasanya sakit sekali sampai ke ulu hati,"Niken meringis.


Megan merasakan tangannya diatas perut amelia,pergerakan bayi itu langsung melambat.


"Ini Papa nak,sudah malam tidur ya.Besok lagi kita main lagi,"bujuk Megan.Ajaibnya bujukan itu berhasil.


Sudah dapat dipastikan kalau anak itu akan dekat dengan suaminya,seperti Aurora.Padahal Amelia yang telah mengandung dan melahirkan dengan susah payah.Meski terkesan tidak adil,tidak ada yang bisa lakukan selain menerima dengan lapang dada.


Pagi hari,Megan mengantar Amelia ke laundry miliknya.Tentu saja setelah mengantar Aurora ke sekolahnya.Ditengah jalan,mobil Megan menepi.Semua karena Amelia ingin memborong beberapa jenis makanan yang dijual dipinggir jalan.


Ada nasi uduk,gorengan,rujak,sampai dengan batagor bumbu kacang.Selera makannya semakin bagus akhir akhir ini,hingga membuat tubuhnya sukses mengembang hingga mirip dengan balon udara.


"Kalau makan jangan sembarangan,aku tidak mau kamu diare lagi,"ucap Megan.

__ADS_1


"Senangnya punya suami yang perhatian,"Amelia tertawa sambil memakan telur gulung yang tengah dipegangnya.


"Diperhatikan saja kadang tidak didengarkan,apa lagi tidak diperhatikan?"


"Mau bagaimana lagi sayang,ini sudah bawaan bayi.Maunya makan makanan yang seperti ini,"Amelia mulai mengeluarkan senjatanya sebagai tameng agar tidak dimarahi oleh suaminya lagi.


Tiba laundry,Amelia langsung membagikan makanan yang dia bawa kepada pegawainya.Mereka duduk bersama dan makan jajanan bersama sama.Tak lama,seorang pria datang untuk mengambil pakaiannya yang sudah bersih.


Amelia bangkit dan meladeni pria itu.Alangkah terkejutnya dia saat mengetahui pria itu adalah Aldo mantan kekasihnya yang telah berselingkuh dengan Bibi Amelia sendiri.


"Amel?"Aldo melongo melihat penampilan terkini seorang Amel.Dia lebih cantik,lebih bersih dan lebih menarik dari sebelumnya.


"Aldo,kamu pindah ke kota ini?"Amel basa basi.


"Iya,aku pindah kerja disini.Dan laundry ini?"


"Laundry ini milikku,"Amelia tersenyum bangga.


"Aku senang,kamu sudah menjadi orang sukses,"


Megan melihat Amelia sibuk mengobrol dengan lawan jenis,hatinya cemburu.Dia menghampiri Amel dan memeluknya dari belakang.


"Siapa dia sayang?"tanya Megan dengan bahasa mesra.


"Dia teman lamaku,"sahut Amel.


"Hallo,aku Aldo,"


"Hallo,aku Megan.Suami Amel."


Aldo tersenyum masam,karena Amelia terlihat bahagia dengan kehidupannya saat ini.Dia menikah dengan pria yang tampan dan terlihat kaya,juga saat ini perutnya sedang membesar.


Berbanding terbalik dengan yang Aldo rasakan saat ini,bisnisnya hancur dan dia harus mulai dari nol lagi untuk mengumpulkan uang demi bisa membuka usaha baru.

__ADS_1


Kejahatan memang selalu akan mendapatkan balasan,tapi dia tidak menyangka kalau balasannya itu akan datang dengan cepat dan menyedihkan.Aldo benar benar menyesal telah memperlakukan Amelia dengan buruk,tapi penyesalannya itu datang terlambat.


Bersambung ...


__ADS_2