
...🖤♥️🖤...
Hampir tiap malam radja selalu menangis,dia tidak mau ditaruh ditempat tidur dan maunya selalu digendong atau dipangku.Alhasil Amelia dan Megan begadang,dia tidak pernah tidur dimalam hari dan hanya tidur di pagi sampai siang hari.Sudah seperti kelelawar saja.
Megan baru tau merawat seorang bayi tidaklah mudah,mereka tidak hanya harus kehilangan banyak tenaga dan waktu,tapi juga kesabaran ekstra.Megan benar benar menyesal telah terlambat mencari Amelia,dia pasti kesulitan mengurus Aurora sendirian.
Pagi itu,Megan pergi ke kantor dengan mata sedikit menghitam.Dia kurang tidur,karena anaknya sebentar sebentar menangis.
"Kamu tidak apa apa kan aku tinggal ke kantor sebentar?"Tanya Megan.
"Tidak apa apa,lagi pula ada Bu Ani yang membantu,"
"Oke,aku akan segera pulang begitu pekerjaanku selesai,"
Megan mencium pucuk kepala Amelia lalu melangkah keluar dari kamar mereka.
Pikiran Amelia melayang pada Riska Bibinya,wanita itu terlihat lebih kurus dari sebelumnya.Mungkinkah dia sedang sakit?
Amelia mencoba menghubungi salah seorang teman lamanya,namanya Edo,dia tetangga rumah Amelia.
Tut...Tut...Tut...
Suara telfon tersambung,tak lama Edo mengangkat telfon dan menyapanya dengan suara yang khas.
__ADS_1
"Amel,masih hidup kamu?"Celetuk Edo asal.
"Iya,aku masih hidup.Kamu apa kabar?"
"Kabarku baik.Kamu sendiri bagaimana?"
"Kabarku juga baik.Ngomong ngomong kamu masih tinggal disebelah rumah aku kan?'
"Masih,kenapa memangnya?"
"Aku mau tanya kabar Bibi Riska,dia baik baik saja kan?Aku lihat tubuhnya jadi makin kurus,"
"Apa kamu tidak tau?Dia sekarang tinggal dirumah kontrakan dan jualan kecil kecilan,"
"Digadaikan olehnya,aku pikir itu sudah atas persetujuan kamu,"
Amelia mengepalkan kedua tanganya,dia merasa marah dan emosi.Bisa bisanya rumahnya digadaikan kepada orang lain tanpa memberi tahu pemiliknya terlebih dahulu.Memangnya ada hal apa yang membuat Riska membutuhkan uang banyak?Apa jangan jangan Aldo selama ini hanya morotin tabungan dia?
"Mantan kamu kena jerat judi online,hutangnya banyak dan dia dikejar kejar depkolektor.Bibi kamu menggadaikan rumah itu agar bisa menolong mantan kamu,"tutur Edo.
Wanita itu menyebalkan sekali,aku akan datang untuk membuat perhitungan dengannya.Tolong berikan alamat kontrakan Bibi Riska padaku!"
"Oke,aku kirim via chat ya."
__ADS_1
Amelia mencatat alamat yang dikirim Edo pada selembar kertas,rencananya akhir pekan dia akan mengajak Megan untuk menemui saudari dekatnya itu.Amelia ingin meminta pertanggung jawaban Riska karena telah menggadaikan rumahnya tanpa ijin terlebih dahulu.
"Non,kenapa melamun?"Bi Ani muncul mengagetkan Amelia.
"Ah,anu.Aku hanya sedang rindu pada saudari dekatku saja,"Amelia menyunggingkan senyum kecil.
*****
Pulang dari kantor,Megan membantu Amelia mengurus Aurora.Dia menemani gadis kecil itu bermain,menemani makan dan belajar.Aurora merasa senang karena sang Ayah tetap perhatian padanya meskipun sudah ada si kecil Radja.
Megan menepati janjinya untuk bersikap adil pada anak anaknya.Tinggal janji Amelia saja yang belum terbukti,dia masih sibuk mengurus bayi hingga tidak memiliki waktu untuk bergurau dengan Aurora.
"Bagaimana harimu disekolah hari ini?"Tanya Megan sambil menyuapi Aurora makan.
"Hari ini biasa saja,tidak ada yang seru.Sama seperti hari hari berikutnya,sekolah sangat membosankan."Sahut Aurora.
"Ko bisa membosankan?Bukannya kamu punya banyak teman disekolah?"
"Rini pindah,dia satu satunya teman dekatku disekolah.Aku jadi kesepian,"
"Kalian masih bisa menjalin komunikasi via telfon,jadi jangan risau,"ucap Megan.
"Aku tidak risau,hanya sedih saja."Bocah berumur lima tahun itu meringis.
__ADS_1
Bersambung....