My Baby Aurora

My Baby Aurora
Takut Tersaingi


__ADS_3

...🖤♥️🖤...


Pulang dari rumah sakit,Amelia langsung mencari keberadaan Aurora.Dia sedang duduk termenung di kursi meja belajarnya,wajahnya ditekuk seperti sedang kesal pada sesuatu.


"Mama pulang..."Ucap Amelia.


Aurora bangkit dari duduknya dan berlari kecil menuju Mamanya.Sebuah pelukan hangat menyambut kembalinya Amelia kerumah.


"Aku kangen sama Mama,"


"Sama,Mama juga.Kamu tidak rewel dirumah kan?"Tanya Amelia.Aurora hanya menjawab dengan gelengan kepala dan senyuman kecil.


Amelia menuntun putrinya,dia mengajak gadis kecil itu duduk bersanding ditepi ranjang.Seolah tau Mamanya akan mengatakan sesuatu,Aurora memasang wajah tenang dan datar.


"Nak,sebentar lagi kamu akan menjadi Kakak.Kamu senang kan?"Tanya Amelia.


"Aku tidak senang Ma,aku tidak mau punya adik,"


"Loh,kenapa memangnya?"


"Nanti Mama dan Papa tidak sayang lagi sama aku,sayangnya hanya pada adik bayi saja,"Aurora cemberut.


"Nak,selamanya Mama dan Papa akan sayang sama kamu.Begitu juga dengan adik bayi,kita semua kan keluarga jadi harus saling menyayangi satu sama lain,"


"Tapi Ma,"


"Sayang,kamu tenang saja.Tidak akan ada yang berubah dari Mama atau Papa,kami berdua akan selalu menyayangi kamu,"Amelia mengelus rambut putrinya kemudian mencium pucuk kepalanya.


"Janji ya Ma?"


"Iya,Mama janji!"

__ADS_1


Aurora memeluk erat tubuh Amelia,ada rasa tenang dihatinya saat sang Mama telah membuat janji istimewa pada dirinya.Begitulah anak anak,mereka mudah merasa iri atau takut tersaingi bahkan oleh saudara mereka sendiri.


*****


Amelia kembali ke kamarnya,dia merebahkan tubuh lemahnya diatas kasur.Megan masuk kedalam kamar sambil membawa nampan berisi minuman hangat dan potongan buah segar.


Amelia langsung merubah posisinya,dia duduk ditepi ranjang dan mengikat rambutnya ke belakang.


"Aurora sedang apa?"Tanya Megan.


"Dia sedang belajar dikamar.Aku mau minta tolong sesuatu sama kamu,"


"Tolong apa?"Megan memasang wajah serius.


"Tolong ajak Aurora bicara,beri dia penjelasan kalau adiknya tidak akan merebut kasih sayang siapapun darinya,"


"Oh,dia cemburu?"Tanya Megan.Amelia mengangguk pelan.


"Minum ini,istirahatlah.Soal anak itu biar aku yang mengurusnya nanti,"


"Apa lagi?"


"Tolong belikan aku gado gado lontong,"Amelia meringis.


"Iya,nanti aku belikan,"


Hal yang paling menyenangkan dalam hidup adalah saat kita memiliki pasangan yang sigap dan mau mengerti apa yang kita mau serta apa yang kita inginkan.Seolah alam dan isinya ada didalam genggaman.


Satu jam berlalu,Megan akhirnya datang sambil menenteng kantong plastik.Isinya tiga porsi gado gado lontong.


"Siapkan ini di meja makan,aku akan panggil Aurora untuk ikut makan bersama kita,"perintah Megan.

__ADS_1


"Siap bos!"sahut Amelia penuh semangat.


*****


Suasana ruang makan siang itu lumayan ramai karena ocehan Aurora.Dia cerita tentang teman satu sekolahnya yang pergi liburan ke luar negri,Aurora iri dan ingin pergi berlibur ke luar negri juga.


Amelia teringat pada ucapan Ayah mertuanya tempo hari yang ingin mengajak cucu semata wayangnya pergi berlibur keluar negri.


"Coba kamu ajak Kakek,dia pernah bilang ingin mengajakmu pergi liburan ke luar negri.Tapi Mama tidak bisa ikut ya,soalnya Mama sedang hamil,"ucap Amelia.


"Iya,Ma.Nanti Aurora telfon Kakek,"Aurora berjingkrak kegirangan.


"Memangnya liburan sekolah sudah dekat?"Tanya Megan.


"Sudah pak,tinggal satu bulan lagi,"


Megan merasa berat hati jika harus melepas putrinya pergi berlibur dengan ayahnya saja.Tapi dia juga tidak tenang jika harus meninggalkan Amelia dirumah sendirian.Lama berpikir,akhirnya Megan memutuskan untuk meminta adik laki lakinya untuk ikut bersama Aurora dan Ayahnya besok.


"Memangnya kamu ingin pergi berlibur ke negara mana sayang?"


"Aku ingin pergi ke Singapura,bolehkan Ma?"


"Boleh,tapi jangan lama lama ya!"


"Iya,Mama tenang saja,"


Amelia senang melihat putrinya terlihat senang,begitu juga dengan Megan.Mata anak gadis itu berbinar binar,jelas sekali dia sudah sangat memimpikan liburan kali ini.


Sebenarnya Amelia juga ingin ikut pergi berlibur,apa lagi terakhir dia pergi berlibur itu enam tahun lalu.Saat terjadi insiden yang mempertemukan dirinya dengan Megan.Tapi mau bagaimana lagi?Kondisinya saat ini tidak memungkinkan.


"Megan,apa kamu sudah mengetahui siapa pelaku teror pada keluarga kita?"Tanya Amelia penasaran.

__ADS_1


"Belum,aku akan memberitahu kamu nanti kalau aku sudah mengetahuinya."Megan mencoba menenangkan hati istrinya yang gusar.


Bersambung...


__ADS_2