My Baby Aurora

My Baby Aurora
Hukuman Manis


__ADS_3

...🖤♥️🖤...


Amelia terduduk ditepi ranjang,dia merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan dan kusut karena ulah Megan.Bibirnya cemberut,wajahnya ditekuk.Jelas sekali kalau wanita cantik itu sedang kesal pada suaminya.


"Aku tidak suka kamu menuduhku dan berburuk sangka kepadaku tanpa landasan.Mulai sekarang,aku akan memberi kamu hukuman jika kamu melakukan dua hal itu lagi,"ucap Megan.Dia tersenyum senang karena telah berhasil memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.


"Kamu itu pria yang menyebalkan!"Amelia beranjak pergi dari kamar itu.


"Kamu mau kemana?"


"Aku mau tidur dikamar anakku,jangan ganggu aku!"


Megan merasa wajah Amelia terlihat lebih manis dan menggemaskan saat sedang marah.Jika sudah seperti itu dia jadi ingin menjahilinya setiap hari tanpa henti agar bisa selalu melihat wajah manis dan menggemaskan istrinya.


Amelia memperhatikan bayangan dirinya didepan cermin kamar mandi Aurora.Banyak tanda merah bertebaran diarea leher dan pundaknya.Pria itu daya hisapnya kuat sekali,seperti penyedot debu saja.Sampai sampai bekas yang dia tinggalkan berwarna merah ke hitam hitaman.


Amelia bukannya tidak suka dengan sentuhan Megan.Dia hanya kesal saja karena Megan menerkamnya disaat yang tidak tepat.Suasana hatinya sedang tidak bagus dan ingin marah marah.


"Apa aku sudah keterlaluan padanya tadi?Sepertinya tidak deh,"Amelia berbicara pada dirinya sendiri.Bagaimanapun dia tidak merasa bersalah,yang salah itu Megan.Titik,tidak pakai koma.


*****


Dirumahnya...


Sara Lee mencari keberadaan Theo di setiap sudut rumah.Mulai dari kamar tidur,perpustakaan pribadi,sampai dengan ruangan pribadi lainya.Tapi Theo tidak ada,Sara bertambah kesal karena tidak bisa segera menuntaskan amarah terpendamnya.


Hari ini Theo pulang terlambat,dia baru saja mengadakan pertemuan dengan teman temanya.Suasana hatinya sedang baik,dia merasa aura positif tengah menyelimutinya saat ini.


Sara keluar dari kamarnya,dia melotot tajam pada Theo dan wajahnya merah menyala seperti bongkahan api dari ujung neraka.

__ADS_1


"Ada apa?"Tanya Theo.


"Kamu diundang ke acara pernikahan Megan dan tidak mengajak aku?"


"Aku sengaja tidak mengajak kamu,aku tidak mau kamu merusak acara sakralnya,"


"Merusak?Tentu saja aku akan merusaknya.Kalau bisa aku akan menyingkirkan mempelai perempuannya,"


"Hentikan obsesi mengerikan mu itu pada Megan,dia bahkan tidak pernah melirik dirimu walau hanya satu detik!"


"Semua karena kamu tidak mau menceraikan aku!"


"Menceraikan kamu?Mimpi! Seperti kamu yang menyiksaku dengan tingkah gila mu itu,aku juga akan menyiksamu dengan cara membiarkan kamu terus berada dalam ikatan rumah tangga yang mengerikan ini!"


"Dasar pria menyebalkan!"


"Kamu juga wanita menyebalkan!"


Sara kembali kedalam kamarnya,sementara Theo langsung menghubungi nomor Megan.Sara pasti baru saja bertemu dengan Megan dan istrinya,kalau tidak dia tidak akan terlihat membara dan bersungut sungut seperti itu.


Tut...Tut...Tut...


Suara telfon tersambung.Setelah menunggu cukup lama akhirnya Megan mengangkat telfon dari Theo.


"Iya Theo,ada apa?"Tanya Megan dari balik telfon.


"Apa kalian baru saja bertemu dengan Sara?"


"Iya,kami bertemu secara tidak sengaja di taman.Kenapa memangnya?"

__ADS_1


"Dia mengamuk dirumah,aku rasa saat ini dia sedang mengatur siasat jahat untuk menyingkirkan istrimu,"


"Aku tidak terlalu khawatir soal itu,karena istriku tidak mudah dikalahkan oleh orang lain,"


"Benarkah?"


"Iya,benar.Aku melihatnya sendiri tadi,dia memaki Sara dan membuatnya terpojok,"


"Tapi tetap saja,kamu harus menjaga dan mengawasinya! Kamu tau kan,bagaimana jahatnya Sara?"


"Oke,aku akan ingat nasehatmu ini.Terimakasih kamu sudah sangat baik dan perhatian padaku,"


"Jangan lebay! Kita kan teman."


Prak...


Suara barang jatuh ke lantai dan pecah.Sara mengamuk dan merusak beberapa barang yang ada didalam kamarnya.Tak mau kejelekan Sara terlihat banyak oleh Megan,Theo mengakhiri obrolan mereka dan segera menutup telfon.


Theo masuk kedalam kamar Sara,dia terkejut saat melihat beberapa barang seperti make up,parfum,memenuhi lantai kamar.Theo menggeleng gelengkan kepalanya pelan,terlebih saat dia melihat Sara duduk termangu dipojokan.


*****


Esok harinya,wajah Amelia sedikit cerah.Tidak seperti kemarin yang lebih suka manyun alias cemberut.


Dengan telaten,Amelia mengisi kotak bekal milik suami dan anaknya dengan berbagai jenis makanan enak nan sehat.Ada nasi,sayuran,ikan dan buah.Setelah semuanya siap,Megan dan Aurora pamit kepada Amelia.Yang satu mencium tangan,yang satunya lagi mencium pipi.Sungguh pemandangan yang indah dipandang mata.


Saatnya Amelia beres beres rumah.Dia memulainya dengan menyapu,mengepel lalu mencuci piring.Baru saja dia hendak naik kelantai atas untuk mengambil cucian kotor.Bel rumahnya tiba tiba berdering.


"Siapa yang datang bertamu pagi pagi seperti ini?Ayah mertua kah?"Batin Amelia.

__ADS_1


Amelia langsung melangkah keruang depan untuk membuka pintu.


Bersambung...


__ADS_2