My Baby Aurora

My Baby Aurora
Teror 2


__ADS_3

...🖤♥️🖤...


Beberapa hari setelah teror pelemparan batu.Megan memperkerjakan petugas keamanan untuk menjaga rumahnya,dia juga banyak memasang kamera cctv.Tak hanya itu,Megan memperkerjakan seorang pengawal profesional untuk mengawal Aurora.


Amelia dilarang keras untuk keluar rumah,bahkan walaupun untuk menjemur baju di lantai atas rumah mereka.Megan benar benar protektif,dia sangat menghawatirkan keamanan seluruh anggota keluarganya.


Sore itu,datang seorang tukang paket kerumah.Amelia menerima paket itu karena mengira Megan yang memesannya,setelah dibuka ternyata isinya adalah dua ekor bangkai tikus berukuran besar.


Amelia berteriak histeris,membuat salah seorang penjaga keamanan mendekat kepadanya.


"Ada apa Nona?"Tanya satpam rumah itu.


"Ada yang jahil mengirim bangkai tikus kerumah ini,"sahut Amelia.


"Saya harus segera melaporkan hal ini pada Tuan Megan,sebaiknya Nona tetap berada didalam rumah!"


"Iya,baiklah."


Satpam bernama Dodit itu mengirim pesan singkat pada Megan,dia juga mengirim foto bangkai tikus yang ada didalam sebuah kotak kardus.Megan murka,dia menggebrak meja dan membuat sekretaris pribadinya melompat kaget.


"Ada apa Pak?"Tanya Hendrick.


"Ada yang meneror keluargaku lagi,"sahut Megan.


"Jika sudah berulang kali,sebaiknya bapak lapor saja ke polisi,"ujar Hendrick.


"Tidak,sepertinya aku sudah tau siapa yang melakukannya."Megan mengepalkan kedua telapak tangannya.


*****


Malam hari,Megan mengadakan pertemuan rahasia dengan Theo disebuah cafe.Dia ingin membicarakan tentang kemungkinan Sara telah menyewa orang untuk meneror keluarganya.Theo sedikit kaget,dia tau Sara jahat.Tapi dia tidak menyangka kalau Sara akan sejahat itu.

__ADS_1


"Bisakah kamu menyelidiki ini untukku?"Pinta Megan.


"Tentu saja aku mau.Jika tuduhan mu itu terbukti,aku sendiri yang akan memberinya pelajaran!"Ucap Theo penuh emosi.Dia merasa malu karena istrinya telah banyak menyusahkan orang lain.


Sebelum meneror keluarga Megan,Sara juga pernah meneror lawan bisnisnya.Waktu itu Sara dilaporkan ke polisi,tapi entah karena apa dia bisa bebas dari segala tuduhan yang mengancam kebebasannya itu.


Sara tidak hanya memiliki obsesi yang besar,sepertinya dia juga menderita gangguan jiwa.Theo harus bisa menyeret wanita itu menemui Dokter kejiwaan,sebelum kelakuan konyolnya membahayakan nyawa orang lain.


"Sara memiliki mantan pengawal pribadi,namanya Ben.Dia sangat setia pada Sara,aku rasa orang yang telah meneror rumahmu adalah Ben.Aku akan menyuruh orang untuk membuntuti Ben,"ucap Theo.


"Terimakasih,kamu memang sahabatku yang paling baik sedunia,"Megan menepuk pundak Theo pelan.


Sementara itu ditempat lain...


Sara sedang melakukan sebuah percakapan serius dengan Ben,mantan asisten pribadinya.Wajahnya terlihat sangat berarti seri,dia senang karena rencana jahatnya telah berhasil Ben lakukan dengan baik.


"Wajahnya pasti terlihat panik dan pucat,itu hukuman karena berani menolak ku demi sebutir debu.Dasar pria keras kepala!"Sara tertawa sinis.


"Kalau dia berani ikut campur,sekalian saja dia ikut aku beri hukuman,"ucap Sara sekenanya.


"Apa anda tidak takut pada Ayah mertua Anda?Dia bisa menarik semua sahamnya di perusahaan Anda Nona!"Ben mencoba untuk mengingatkan hal kecil yang berdampak besar itu.


Sara terdiam sejenak,pria tua berkepala plontos itu memang menyebalkan.Dia harus mencari cara agar tetap bisa bermain dengan aman tanpa sepengetahuan Ayah mertuanya.


*****


Megan pulang terlambat,tapi malam itu Amelia tidak mewawancarainya.Dia diam seolah sedang memikirkan sesuatu,sesuatu itu yang membuatnya tidak peduli pada siapapun termasuk suaminya sendiri.


Megan bisa menebak,Amelia sedang memikirkan pelaku teror.Mungkinkah dia sedang mengatur rencana untuk membalas dendam pada pelaku teror itu?Amelia wanita cerdik,dia tidak akan mungkin diam begitu saja saat dipermainkan oleh orang lain.


"Mungkinkah wanita gila itu yang melakukan semuanya?"Tanya Amelia pada Megan.

__ADS_1


"Wanita gila yang mana?"Megan berpura pura bodoh.


"Penggemar beratmu itu,Sara.Siapa lagi memangnya?"Ucap Amelia ketus.


"Jangan buruk sangka dulu,apa lagi kalau tidak ada bukti,"Megan mencoba menenangkan Amelia.


"Kenapa kamu bisa menebak dia?"Tanya Megan penasaran.


"Karena pelaku teror sepertinya sangat membenciku,seolah aku baru saja merebut kesenangannya,"sahut Amelia.


Dia pintar sekali,aku beruntung bisa menikahinya.


Tengah malam,Amelia belum juga bisa tertidur.Dia terus memikirkan keselamatan Aurora dan rumah tinggalnya.Sementara Megan tidak bisa tidur karena perutnya terasa lapar.


Meski sedang tidak mood,Amelia tetap pergi ke dapur untuk memasak makanan yang Megan inginkan.


Tiga puluh menit berkutat di dapur.Satu porsi mie goreng nyemek telah tersaji.diatas meja,tidak lupa juga Amelia membuat satu gelas besar teh manis hangat.Benar benar mantap dan pas jika dikonsumsi malam hari yang dingin seperti sekarang ini.


"Terimakasih ya,kamu sudah mau menuruti keinginanku,"Megan tersenyum simpul.


"Iya,sama sama.Sudah tidak ada yang di request lagi kan?Aku mau ke kamar dulu,"pamit Amelia.


"Eh,jangan ke kamar dulu dong,"


"Loh,mau apa lagi memangnya?"Tanya Amelia.


"Tolong suapi aku,"Megan membuka mulutnya lebar lebar.


"Tidak mau!"Tolak Amelia.


"Kalau kamu tidak mau menyuapi aku,aku akan membuat kamu tidak bisa tidur malam ini sampai pagi!"Ancam Megan.Pria itu menyeringai dengan tatapan licik.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2