My Baby Aurora

My Baby Aurora
Ternyata Dia Tipeku


__ADS_3

...🖤♥️🖤...


Selesai menyantap sarapan bersama,keluarga kecil itu pergi menonton televisi.Hari itu adalah hari minggu pertama yang mereka lalui bersama dengan status keluarga.


Megan diam diam memperhatikan Amelia.Mulai dari rambutnya,matanya,hidungnya juga bibirnya.Dia juga memperhatikan postur tubuh,warna kulit,bahkan cat kuku yang Amelia gunakan.


"Ternyata,dia tipeku,"batin Megan.Pria itu tidak sengaja mengukir senyum selebar langit.


"Jaga tatapan matamu itu!"Ucap Amelia tanpa menatap wajah Megan.


Dia bisa tau kalau sejak tadi Megan memperhatikannya,bahkan sambil senyum senyum seperti orang gila.


"Jangan marah dulu,aku hanya sedang mengamati rambutmu yang berkilau itu.Merek sampo apa yang kamu gunakan?Aku juga ingin memakainya,"Megan berbohong.Dia berharap kebohongannya itu bisa menepis rasa kesal Amelia kepadanya.


"Oh...Aku pakai sampo merek DNC,tapi sampo itu dibuat khusus wanita,"


"Sayang sekali,"kepala Megan manggut manggut.


Amelia memainkan remote tv,dia mengganti Chanel tv dan hampir semuanya acara film kartun.Merasa bosan,Amelia meletakan remote diatas meja dan pergi kedalam kamar.


"Itulah Mama,dia tidak mau menemani aku menonton televisi,"gerutu Aurora.


"Memangnya kenapa?"Tanya Megan.


"Dia tidak suka acara kartun,dia hanya suka pada acara gosip dan sinetron,"


"Mulai sekarang,Papa yang akan menemani kamu menonton tv jika Papa sedang ada dirumah.Megan mengelus elus rambut putrinya.


*****


Siang hari,diruang pribadinya.Megan sibuk mengerjakan beberapa PR yang dia bawa dari kantor saat cuti menikah.Tidak seperti pasangan lain yang pergi honeymoon,Megan malah mengisi cutinya untuk mengerjakan PR kantor.


Bulan madu Amelia dan Megan memang sedikit berbeda,itu adalah efek dari pernikahan tanpa cinta.

__ADS_1


Tok...Tok...Tok...


Terdengar suara pintu diketuk.


"Masuk,"perintah Megan.


Amelia masuk kedalam ruangan itu sambil membawa sebuah nampan berisi makan sepiring makan siang,sebotol air mineral dan satu cangkir teh manis hangat.


Megan terlalu sibuk bekerja sampai lupa kalau dirinya belum makan siang.Untungnya Amelia orang yang perhatian,dia langsung berinisiatif membawakan makan siang untuk Megan keruangan pribadinya.


"Sudah siang,makan dulu.Kalo telat makan nanti perutmu sakit,"ucap Amelia.


"Terimakasih,kamu baik sekali,"Megan meninggalkan pekerjaannya dan menerima makanan,minuman yang Amelia bawa.


Amelia menunggu Megan selesai makan,dia duduk disebuah sofa sambil membaca buku majalah fashion.Pakaian dan aksesoris yang ada di majalah itu bagus bagus sekali.Amelia sangat tertarik untuk memiliki salah satunya.Tapi harganya yang kelewat mahal membuat Amelia geleng geleng kepala.


"Kamu kenapa?"Megan menatap Amelia.


"Bajunya bagus bagus,tapi harganya mahal sekali.Sayang uang segitu banyak dihabiskan untuk satu lembar kain saja,"


"Ada sih,tapi..."


"Pesan saja barang yang kamu mau,nanti aku yang bayar,"perintah Megan.


"Ah,serius?"Amel terkejut.


"Tentu saja serius.Aku kan suamimu,kamu boleh meminta apapun padaku.Soal harga kamu tidak perlu khawatir,uangku tidak akan habis sampai tujuh turunan,"cicit Megan sambil tersenyum.


"Sombong sekali."Ucap Amelia didalam hati.


Megan telah selesai makan,Amelia mengambil piring dan gelas kotor itu dan membawanya ke dapur.Sambil berjalan Amelia berpikir,seberapa banyak harta kekayaan yang dimiliki oleh pria blasteran itu?Amelia sungguh ingin mengetahuinya.


Aurora membuka pintu kulkas,tidak ada camilan atau Snack disana.Rumah itu benar benar tidak ramah pada anak anak,masa rumah sebesar itu tidak memiliki stok makanan ringan untuknya.

__ADS_1


"Kamu sedang mencari apa?"Tanya Amel pada putrinya.


"Snack,aku ingin ngemil sambil menonton acara kartun,"Aurora terus mengorek ngorek isi kulkas.


"Tunggu diruang tv,Mama akan membuat sesuatu untukmu,"ucap Amelia.


"Tidak perlu,aku mau mengajak Papa keluar ke minimarket dekat rumah saja,"


"Jangan,Papa sedang sibuk sekarang,"larang Amelia.


Aurora tidak peduli pada larangan Mamanya,dia terus berlari menuju ruang pribadi Megan.


Ceklek,,,


Pintu ruangan terbuka,Aurora berlari menghampiri Megan dan tiba tiba duduk di pangkuannya.


"Papa,temani aku ke minimarket yuk,aku ingin jajan,"Aurora merengek manja.


"Emh..."Megan terlihat berpikir.


Amelia masuk ke ruangan itu dan menghampiri Aurora.Wajahnya terlihat sedikit kesal dengan sikap manja putrinya.


"Nak,perginya sama Mama saja ya.Papa sedang sibuk kerja,"bujuk Amel.


Mata Aurora berkaca kaca,mulutnya mengatup tak mau berbicara.Megan tau anak itu akan menangis,dia langsung mengangkat tubuhnya dan menggendongnya.


"Jangan menangis,Papa akan mengantarmu ke minimarket.Tapi sebentar saja ya!"Ucap Megan.Aurora menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Tapi,Mega,"cegah Amelia.


"Sudahlah,tidak apa apa.Aku tidak mau dia menangis,"


"Maaf,dia..."

__ADS_1


"Jangan meminta maaf,dia anakku.Kami pergi dulu ya!"Megan pamit pada Amelia.Mereka berdua keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Amelia sendirian.


Bersambung...


__ADS_2