MY BAR-BAR GIRL

MY BAR-BAR GIRL
Ep_10..Tidak Tau


__ADS_3

Saat Max dalam perjalanan menuju ke rumah Mark yang ada di negara M tanpa dia duga rupa nya Mark tengah berada di perjalanan menuju rumah sakit.. istri nya akan melahirkan.


Tanpa banyak berpikir Max menyusul karena dia rasa beluk terlalu jauh Mark keluar dari rumah..benar saja setelah tak jauh dari komplek perumahan Mark dia melihat mobil Mark tengah di hadang oleh dua buah mobil Van.


Si bodoh benar-benar bodoh..saat dia mulai mendekati mobil Mark dan hendak keluar Nichole sudah lebih dulu mendahului nya sementara Max dia bersiap keluar dengan membawa dua buah pedang yang bentuk nya seperti gergaji karena banyak gerigi nya di sisi-sisi mata tajam nya.


Max arak pedang itu pada jalan aspal hingga terdengar bunyi seperti melodi yang membuat jiwa psychopath nya bangkit.


Max tersenyum menatap para calon korban nya..hati nya seketika bahagia saat bisa merasakan hal ini lagi setelah vakum sekian lama.


"Mari bersenang-senang Nichole, uuhh aku tak sabar menghirup aroma darah" ujar Max semakin mendekati para calon korban nya.


Nichole tak menjawab dia juga membawa sebuah pedang tapi ukurannya lebih kecil dari pedang Max.


Mereka mulai berperang di bantu anak buah Gian yang selalu sigap kapan pun.


Trangggg....


Trangggg....


Sretttttt.....


Cringgg......


Suara-suara itu membuat buku kuduk meremang seketika..di sana Max menggila membabat habis siapapun yang membuat Mark kesulitan.


Memotong,memenggal,menyayat,mengiris,pria itu tak segan-segan menghabisi siapapun di depan nya yang sudah mengusik ketenangan Mark.


Mengusik Mark berarti juga mengusik nya..bagi Max,Mark adalah saudara nya karena sejak remaja dia dan Mark sudah bersama melawan keras nya dunia.


"Hahahaha..lawan aku sialan...lawan aku hahahaha" tawa Max pecah namun terdengar sangat menyeramkan di telinga mereka yang mendengar nya.


Bahkan Nichole begidik melihat kegilaan Max..dia belum tau saja adik ipar nya bahkan bisa lebih parah dari Max.


"Ini lah balasan untuk kalian yang dengan berani mengusik nya hahahaha" kata Max sambil menusuk salah satu korbannya tepat di ubun-ubun nya.


Jlebbb.......


"Ini akibat dari ulah kalian yang ingin merasakan kenikmatan pedang ku hahaha"

__ADS_1


Sretttttt......


"Hmmm bau darah memang membuat mood ku baik"


Dughhhhh.....


..


Setelah pertempuran berdarah tadi,kedua pria yang habis menggila itu kembali ke apartemen untuk mengganti pakaian mereka.


"Sebaik nya kita ke rumah sakit segera" ajak Max menyarankan.


"Baik lah tapi ganti dulu baju mu..lihat lah kau seperti mandi darah" ujar Nichole menyarankan agar Max mengganti baju nya dulu.


"Oke"


Mereka menuju suatu tempat dulu untuk membersihkan diri dari darah yang menempel di tubuh kedua nya..untuk para mayat yang tak utuh itu sudah di bereskan oleh anak buah Gian dan yang masih hidup akan di interogasi nanti.


Setelah selesai dengan urusan pakaian kini mereka langsung melesak menuju rumah sakit tempat dimana Mark membawa Nelsy.


Nichole mencoba menelepon Grace untuk menanyakan kabar tentang Nelsy..tampak Max mendengarkan baik-baik apa yang Grace dan Nichole bicarakan karena panggilan itu di loud speaker oleh Nichole.


"Nelsy masih di ruang operasi Nich..tenang saja dia akan baik-baik saja" jawab Grace menenangkan Nichole yang tampak khawatir dengan Nelsy.


"Baiklah..kabari aku jika ada sesuatu" pinta Nichole.


"Tenang saja..cepat lah kemari,uncle dan aunty tampak sangat khawatir apalagi suami nya itu ck dia sudah seperti orang gila" ujar Grace membuat sudut bibir Max terangkat ke atas.


'Berani sekali gadis itu.. menggemaskan' batin Max.


"Baik lah..aku tutup dulu bye" ujar Nichole memutus sambungan telepon nya.


Nichole tampak menyandar di kursi samping kemudi..dia sangat khawatir dengan adik tengil nya itu.


Max tampak hanya menoleh sebentar lalu melajukan mobil nya semakin cepat agar mereka semakin cepat sampai di rumah sakit.


Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di rumah sakit.. Nichole bergegas turun dari mobil dan melangkah menuju meja resepsionis untuk menanyakan letak ruang operasi berada dan di susul oleh Max.


Saat sudah tau kedua nya menuju ke arah yang sudah di tunjukan resepsionis tadi.

__ADS_1


Nichole melihat ternyata keluarga nya sudah berkumpul di sana..dia bergegas menuju Mark yang tengah menyandar di dinding sambil memperhatikan ke arah ruang operasi..Max juga melihat teman nya yang tengah kacau..dia kasihan tapi bagaimana lagi dia bahkan belum pernah merasakan di posisi Mark.


"Mark" panggil Nichole membuat semua orang menoleh pada nya.


Bastian tampak tak terlihat karena dia sedang mendonorkan darah nya untuk kelangsungan operasi Nelsy.


Arny hanya mampu menatap putra nya dengan canggung..entah sejak kejadian itu dan sejak Arny tau bahwa Nichole tidak lah bersalah dia dan suami nya merasa bersalah karena sudah menuduh Nichole yang tidak-tidak.


Max tau Nichole dan kedua orangtua nya sedang bermasalah..dia bersikap netral saja karena bukan ranah nya.


Nichole hanya melirik ibu nya sebentar lalu duduk di samping Grace..dia tak menyapa ibu nya juga mereka tak pernah lagi bertegur sapa sejak kesalah pahaman itu.. Max pun ikut duduk di sisi Nichole karena sisi Grace sudah ada orang lain.


"Apa belum ada kabar dari dokter?" tanya Nichole pada Grace.


"Belum" jawab Grace singkat sambil mengalihkan pandangan ke arah lain karena di samping Nichole ada Max yang tengah menatap nya.


Ingin sekali dia congkel itu mata.


#


Setelah kelahiran penerus Mark kini Max dan Nichole tengah berada di markas kematian tentu untuk mengurus tuntas masalah.


"Siapa yang menyuruh mu melakukan ini?" tanya Max yang saat ini tengah menatap seorang pria yang kemarin dia hajar habis-habisan karena sudah mencegat jalan Mark sabahat nya.


"Arkhhhhhhh sakitttttt.. lepaskan akuuuuu" teriak pria itu kesakitan karena Max menggores di bagian bawah perut nya sedikit mendekati si Otong.


"Kau mau ku lepaskan maka kau harus bicara kalau tidak barang milik mu ini akan aku jadikan sosis panggang yang akan menjadi santapan mu bagaimana?" ujar Max santai masih memainkan pisau nya di bagian itu namun hanya goresan kecil-kecil.


"Baiklah..baiklah..aku akan katakan..tapi tolong lepaskan aku" akhirnya pria itu kalah dan mau mengaku.


"Katakan" ujar Max langsung tanpa mau basa basi.


"Seorang wanita yang beberapa hari lalu mendatangi tempat kami dan mengatakan akan membayar kami dengan sangat mahal jika kami berhasil melenyapkan nyawa wanita hamil itu..nama nya nona Rikasya" pria itu menceritakan semua tanpa dia tutup-tutupi karena dia takut barang berharga nya menjadi santapan nya.


Max tampak tersenyum puas setelah mendengar dalang di balik percobaan pembunuhan terhadap Nelsy kemarin..seharus nya ini pekerjaan yang mudah bagi nya tapi karena sang pengacau berbelit-belit jadi sedikit sulit.


"Baik lah sesuai janjiku..kau akan di antar anak buah keluarga Wilson ke suatu tempat dan ingat jangan pernah kau muncul di hadapan ku atau keluarga ini lagi karena jika sampai aku melihatmu berkeliaran di sekitar kami lagi,maka hari itu adalah hari pemakaman mu..mengerti?" ujar Max memperingati pria itu agar menjauh karena dia sudah berjanji.


Pria itu di bawa anak buah Gian menuju sebuah negara yang aman dan tidak akan di temukan oleh Rikasya ataupun Garty lagi.

__ADS_1


__ADS_2