MY BAR-BAR GIRL

MY BAR-BAR GIRL
Ep_11..Masih Mencoba


__ADS_3

Selesai dengan urusan nya Max meninggalkan tempat itu dan menuju ke tempat tinggal nya yaitu apartemen Mark.


Dia tinggal bersama Nichole karena Nichole masih sangat kecewa pada kedua orangtua nya..dia belum bisa memperbaiki sikap dan hubungan nya dengan kedua orangtua nya.. Max hanya diam tak membahas mengenai hal itu karena itu bukan urusan nya..dia bersikap biasa saja tanpa memihak sebelah.


Entah lah hanya tuhan yang mampu membolak-balikan hati manusia.


#


Setelah kejadian itu kini semua telah kembali pada tempat nya.. ketenangan pun kini bisa keluarga Wilson rasakan kembali..Max saat ini tengah berada di taman belakang untuk mencari seseorang.


Setelah melihat orang yang dia cari,Max mendekati nya dan langsung pada inti nya mengutarakan keinginan nya.


"Grace temani aku makan siang.. aku tak ada teman makan" ujar Max meminta Grace menemani nya makan siang.


"Kenapa harus aku?" tanya Grace menatap heran pada Max.


"Karena hanya kau yang ada di sini" jawab Max santai dan menarik tangan Grace keluar menuju mobil nya.


"Hey.. apa-apaan ini?" kesal Grace yang seenak nya main di tarik tangan nya oleh Max.


"Sudah lah Grace..diam atau ku cium kau" ancam Max membuat Grace langsung bungkam tak lagi membantah atau berontak.


Max tersenyum kecil melihat Grace terdiam tak berdaya karena ancaman nya dia senang setidak nya dengan begini dia bisa dekat dengan Grace..licik memang tapi ini lah yang bisa dia lakukan sejauh ini.


Mereka telah sampai di tempat makan..baik Grace maupun Max mereka sama-sama diam..apalagi Grace,hm dia bagaikan patung yang hanya bisa diam tanpa bergerak.


Di restoran Max dan Grace duduk di salah satu meja kosong yang ada di sana..mereka memesan makanan karena tiba-tiba perut Grace juga lapar lagi.


"Kau sudah memiliki kekasih?" tanya Max pada intinya setelah mereka selesai memesan makanan.


"Apa penting?" jawab Grace balik bertanya dengan datar.


"Jawab saja kenapa sih" Max kesal karena pertanyaan nya selalu di balik dengan pertanyaan lain oleh Grace dan hanya Grace yang bisa membuat nya kesal seperti ini.

__ADS_1


"Ck..dasar pemaksa" decak Grace sambil menggerutu kesal.


"Hey jadi bagaimana..yes or no?" tanya Max sekali lagi karena dia sangat penasaran.


"No" jawab Grace singkat sambil meminum jus nya yang lebih dulu siap.


Entah kenapa Max bersorak dalam hati karena dia merasa tidak memiliki saingan..bagus lah kalau begitu jadi jalan nya semakin mudah seperti nya..setidak nya tidak ada yang bisa membuat nya kesusahan untuk mendekati Grace.


Max dan Grace makan makanan yang sudah mereka pesan..setelah nya Max mengajak Grace berkeliling ke tempat-tempat yang mungkin bisa membuat pikiran menjadi rileks.. itung-itung kencan.


Mereka ke taman yang tak jauh dari pusat kota..jika yang tak tau status mereka mungkin sudah menganggap nya sepasang kekasih yang tengah di mabuk cinta.


"Apa kau tak ingin menyusul saudara mu itu Grace?" tanya Max saat mereka sudah duduk di bangku taman.


Grace terdiam sejenak..dia tak tau harus memberikan jawaban apa dari pertanyaan Max..dia sendiri bingung apa masih ada yang mau dengan nya wanita yang sudah kotor.


"Ntah lah Max..aku tidak tau" jawab Grace memang tidak tau harus apa kedepan nya.


Max bisa melihat dari tatapan mata Grace dan dia yakini ada sesuatu yang Grace alami perihal masalah pria..dia tak mau menebak-nebak karena perkiraan nya masih abu-abu.


"Apa yang membuat mu tak yakin Grace?" tanya Max lagi perlahan semakin mendekat pada Grace.


"Aku tak tau..hanya saja hatiku masih belum bisa menerima kehadiran seseorang" jawab nya masih menatap kosong hamparan bunga di taman itu.


Max masih setia menatap lekat wajah Grace yang tampak menyimpan sesuatu yang membuat nya mungkin tidak bisa menerima kehadiran orang baru di hati nya.


"Grace" panggil Max dan membuat Grace menoleh pada nya.


Pandangan mata kedua nya bertemu..Grace menatap Max dengan tidak nyaman namun berbeda dengan tatapan Max..dia menatap intens mata Grace demi menemukan sesuatu yang dia cari.


"You ok?" tanya nya sekali lagi ingin benar-benar memastikan.


Grace mengalihkan tatapan nya ke arah lain..dia tidak bisa menatap wajah Max lama-lama..dia tidak sanggup menatap wajah itu terlalu lama.

__ADS_1


Mengingatkan Grace akan____ah sudah lah dia tak ingin mengingat itu lagi..dia berusaha menormalkan kembali wajah nya agar Max tak menyadari saat ini dia tengah ketakutan.


Max tampak menyadari raut wajah Grace.. ketakutan..apa yang gadis ini takutkan..sungguh dia ingin sekali mengetahui segala nya tentang Grace agar dia bisa membantu nya.


"Sebaik nya kita pulang" ujar Grace bermaksud mengalihkan pembahasan.


"Hmm..ya kau benar..ayo kita pulang" jawab Max menggandeng tangan Grace namun segera di lepas Grace karena dia tak nyaman.


"Jangan begini kita tak sedekat itu dan aku tak nyaman" jawab Grace berjalan mendahului Max.


Sampai lah mereka di parkiran..Grace meminta ijin ke toilet dulu karena dia harus melakukan sesuatu di sana.


"Aku ke toilet dulu" ijin Grace meninggalkan Max di tepi mobil nya.


Max menatap Grace dengan tatapan aneh..semakin dia lihat semakin dia teringat sesuatu..dia seakan pernah melihat wajah Grace namun tak hanya wajah dia juga mengingat tangis seorang wanita..tangis yang terus terngiang-ngiang di kepala nya setiap saat.


Dia selalu memimpikan seorang wanita yang tengah menangis..wajah nya tak dia kenali karena samar-samar tertutup cahaya.


Kadang dia juga mendengar suara anak kecil memanggil nya Daddy..siapa mereka hingga membuat nya semakin gila di tambah Grace yang bagi nya begitu familiar.


"Sebenar nya aku kenapa..siapa mereka yang selalu mendatangi ku di mimpi dan kebenaran apa yang ada pada diri Grace..oh ya tuhan aku semakin tidak mengerti semua ini" gumam nya sambil mengacak rambut nya.


Sedangkan Grace dia sudah kembali seperti biasa mode acuh dan cuek..dia berjalan menuju mobil Max..dia habis meminum obat penenang agar tidak gugup atau ketakutan lagi.


"Maaf lama" ujar nya sambil masuk kedalam mobil.


Max hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil..dia melajukan mobil nya menuju kediaman Willy ayah Grace.


Selama dalam perjalanan mereka terdiam.. Grace menyandar pada sandaran kursi dengan memejamkan mata nya entah apa yang sedang gadis itu pikirkan hanya dia yang tau.


Max..dia juga diam namun sesekali melirik Grace yang tengah memejamkan mata nya dia penasaran dengan gadis di samping nya itu.. sebenar nya ada apa dengan Grace..kenapa sangat misterius.


Tak terasa mereka telah sampai di depan rumah Grace.. Grace mengucapkan terimakasih dan keluar dari mobil..sementara Max dia tidak mengucapkan sepatah kata pun dan hanya mengangguk sebagai jawaban nya lalu meninggalkan villa itu setelah memastikan Grace masuk ke dalam.

__ADS_1


__ADS_2