
Max saat ini sedang berada di kamar yang akan dia tempati selama 6 bulan nanti,dia melihat-lihat kamar itu dan menghela nafas nya panjang.
Pantas kah dia berada di antara orang-orang baik itu,masih bisakah pintu maaf mereka dia dapatkan,sungguh sesak jika harus memikirkan kembali betapa bodoh nya dia yang tidak bisa mengingat hal sepenting itu.
"Maafkan aku Grace yang tak bisa berbuat apa-apa saat kau tengah butuh sandaran..maafkan Daddy sayang,Daddy tidak tau bahwa kau sempat hadir di rahim mommy dan kau harus mengalah demi kebaikan bersama..maafkan Daddy,maafkan aku Grace aku berjanji akan membuat mu kembali tersenyum" kata Max bergumam sambil menundukkan kepala nya.
#
Hari berganti,tak terasa sudah 2 Minggu Max tinggal bersama di rumah Willy dan pagi ini dia bermaksud untuk membawa Grace ke taman,ya untuk sekedar mencari udara segar..dia tak mau Grace merasa terkurung jika berada di kamar setiap saat.
__ADS_1
"Kau pikir kau siapa hah..berani sekali kau mau membawa kakak ku ke luar" kata Gerald dengan tatapan benci yang teramat sangat pada Max.
"Sorry aku hanya ingin membuat nya merasa tidak selalu terkurung setiap saat di kamar dan itu akan membuat nya semakin sulit untuk sembuh" kata Max santai meski Gerald terus saja mencaci nya tapi dia tetap biasa dan menganggap itu wajar Gerald lakukan.
Gerald berdering semakin membenci Max dan terus melayangkan tatapan penuh kebencian terhadap Max..dia hendak menarik tangan Grace tapi Grace menepis tangan Gerald dan itu membuat kedua pria di sana terkejut.
Grace memberikan respon yang tak terduga oleh siapapun..biasa nya Grace akan diam saja dan menurut bak boneka yang hanya bergerak jika di gerakan..sungguh Gerald bahkan sampai tak mampu berkata-kata melihat respon Grace tadi.
"Grace,hey ini aku Max.. terimakasih sudah merespon kami" kata Max yang kini tengah menatap Grace dengan tatapan penuh haru.
__ADS_1
Ya bisa di bilang kemajuan terbesar untuk saat ini yang Grace tunjukkan pada nya dan keluarga Grace selama 2 minggu dia tinggal di rumah Willy.
Grace hanya diam lalu tangan nya menggenggam tangan Max dan hal itu tentu membuat Max maupun Gerald semakin melotot dan terkejut..Grace sudah mulai menunjukkan respon nya jika dia merasa nyaman tapi jika maka dia hanya akan diam.
Gerald kali ini tampak kesal karena bukan dia yang pertama kali di pegang tangan nya oleh Grace..dia kesal karena kenapa harus saat ada Max baru Grace memberikan respon nya..ini tidak adil tapi mau bagaimana lagi setidak nya respon yang Grace berikan mampu membuat nya senang.
"Baiklah aku ijinkan,ingat jangan berani-berani nya kau melakukan hal bodoh brengs3k.. aku selalu mengawasi mu ingat itu" kata Gerald lalu membiarkan Grace di bawa ke luar oleh Max meski berat hati nya.
"Tenang saja.. terimakasih" balas Max tersenyum meski tak mendapat respon dari Gerald.
__ADS_1
Kemudian Max membawa Grace menuruni tangga dengan hati-hati..tangan Grace masih menggenggam erat tangan Max dan itu membuat Max tersenyum kecil.
"Berjuang lah kau pasti bisa Grace" kata Max lirih setelah sampai di bawah lalu dia membawa Grace keluar dari rumah menuju taman belakang mansion itu.