
"Apa dia sudah mati?" tanya Grace membuat Max diam dan mendongak menatap wajah Grace yang tampak tenang.
"Apa maksud mu hm?" tanya Max masih berusaha santai meski dalam hati dia tidak tenang.
"Harell" balas Grace masih dengan wajah tenang nya.
"Kau tau apa yang terjadi dengan Harell?" tanya Max kini dengan wajah serius nya.
Grace mengangguk masih dengan wajah nya yang tenang tanpa ada raut gelisah atau pun takut.
"Apa yang kau tau tentang nya?" tanya Max lagi dengan nada yang semakin serius dan kini dia duduk di sebelah Grace dan menatap nya lekat.
__ADS_1
"Aku menembak nya" kata Grace tersenyum membalas tatapan mata Max.
Deg....
Dada Max semakin kencang saat mendengar kata-kata yang Grace ucapkan tadi,sungguh dia tak menyangka bahwa Grace rupa nya yang sudah menembak Harell.tapi dia tidak akan percaya dengan mudah nya ucapan Grace karena bagaimana bisa Grace menembak Harell di saat dia pulang ke rumah Grace saja sudah tidur pulas.
"Hahahaha,astaga kau ini lucu sekali sih hm.sudah jangan bicara yang tidak-tidak lebih baik sekarang kita turun dan sarapan" ajak Max tak terlalu menanggapi pernyataan Grace karena bagi nya sangat tidak masuk akal.
Max dan Grace pun turun ke bawah menuju meja makan di sana dan mereka sudah di tunggu oleh penghuni yang lain.Grace tersenyum melihat keluarga nya dan Max senang karena setidak nya Grace sudah semakin banyak dalam menunjukkan perubahan yang lebih baik.
"Morning" balas Grace lirih namun masih bisa di dengar oleh semua yang ada di meja makan.
__ADS_1
"Morning semua,maaf kami sedikit terlambat" Max pun sama membalas dan menyapa semua yang ada di meja makan.
Max mulai menarik kursi untuk Grace duduk lalu dia pun juga duduk di sebelah Grace dan mengambilkan makanan untuk Grace,hal itu sudah menjadi kebiasaan dan tak ada yang protes bahkan mereka memaklumi hal itu meski awalnya dua pria di keluarga itu tak suka akan yang Max perbuat.
Tapi mereka hanya bisa menurut saja karena di sisi lainnya ada Vallery yang kini memegang kendali atas semua hal di rumah itu,jika mereka membuat ulah maka bisa di pastikan bahwa mereka akan mendapatkan konsekuensi nya.
Terutama Willy yang tak mendapat jatah selama setahun juga tidur di kamar tamu setahun,tentu saja dia tidak akan mau jika sampai hal itu terjadi.sedangkan Gerald,dia di ancam akan di jodohkan dengan anak sahabat Vallery dan Gerald pun langsung kicep di buat nya.
"Bagaimana keadaan mu nak,apa kau bahagia?" tanya Vallery saat mereka kini sudah berada di sofa ruang tengah sambil mengobrol santai.
"Iya" balas Grace tersenyum kecil melihat ke arah Vallery karena dia belum mau jauh dari Max.
__ADS_1
"Syukurlah,apa mommy boleh memeluk mu sayang.mommy rindu dengan mu" kata Vallery lagi dan kini mata nya sudah berkaca-kaca.
Grace mengangguk dan kemudian Vallery pun berjalan ke arah nya dan langsung memeluk putri nya yang sudah lama tidak dia peluk seperti ini,dia sangat merindukan momen dimana dia bisa bercengkrama dengan sang putri seperti waktu dulu.