
"Grace,apa kau merindukan mommy nak?" tanya Vallery yang saat ini sedang duduk berdua dengan Grace di taman belakang mansion.
"Grace rindu" jawab Grace untuk pertama kali nya dan membuat Vallery langsung terisak meluapkan kebahagiaan nya.
Tak jauh dari dua wanita itu tampak Max sedang duduk di teras beranda samping yang tak jauh dari taman belakang mansion.Max hanya mengawasi saja takut Grace tiba-tiba histeris atau terjadi sesuatu yang tak di inginkan.
"Siall,kenapa aku masih memikirkan apa yang Grace katakan tadi pagi sih" ujar Max yang tiba-tiba saja masih kepikiran soal pengakuan Grace yang sudah menembak Harell.
Bagi Max itu hal yang mustahil karena melihat Grace, Max sama sekali tidak merasa ada keanehan dari wanita itu bahkan ketika dia sampai di rumah kala itu Grace sudah terlelap dalam tidur nya.ini sungguh tidak mungkin toh Grace juga tak menunjukan sikap yang aneh akhir-akhir ini.
"Mungkin Grace hanya ingin mencairkan suasana saja agar dia tidak kesakitan saat aku mengobati kaki nya tadi pagi,ya pasti begitu ck dasar bodoh kau Max" kata Max berpikir positif dan tak mau lagi berpikir yang tidak-tidak mengenai Grace.
__ADS_1
#
"Jadi bagaimana apa kau masih belum berani melamar nya?" tanya Mark yang saat ini sedang mengunjungi mansion Willy dan berbincang dengan sahabat nya Max.
"Aku masih menunggu waktu yang tepat siallan.tunggu lah sampai waktu nya pas" balas Max sambil menyesap wine di gelas nya yang tinggal sedikit.
"Jika kau kelamaan maka jangan salahkan uncle Willy jika dia menjodohkan Grace dengan pria lain dude?" Mark pun mencoba mengompori Max agar Max segera bertindak karena usia Max sudah tidak lagi bisa di bilang untuk main-main.
"Hahahaha, c'mone dude jangan terpaksa begitu nanti dia lepas bagaimana.kau sudah susah payah mendapatkan nya maka jerat dia dengan tali cinta mu hingga dia tidak akan sanggup untuk lari dari mu,ya seperti aku dan Nelsy" balas Mark menyombongkan diri.
"Cih sombong kau,ingat Mark kau itu memperkossa Nelsy di saat dia tidak sadarkan diri karena obat tidur yang kau berikan.dasar pria gila" ejek Max membuat Mark mencebik kesal karena kartu nya di bongkar lagi.
__ADS_1
Kedua nya masih mengobrol dengan asyik sementara itu Grace dan Nelsy hanya memperhatikan keasyikan para pria yang tak jauh dari mereka.Grace hanya menatap Max dengan tatapan mata yang tak bisa di baca sedangkan Nelsy menatap Mark dengan tatapan tajam nya yang menusuk.
Kedua gadis itu berpikir apakah kedua pria itu sedang membahas masa lalu kedua pria itu dengan para wanita-wanita yang pernah mereka kencani.oh tidak bisa di biarkan ini terjadi karena mereka tidak bisa menerima nya.
"Menurut mu apa yang sedang mereka bahas Grace?" tanya Nelsy dengan suara lirih namun penuh ancaman.
"Entahlah" balas Grace masih lekat menatap Max yang kini tengah tertawa dengan lepas bersama suami dari saudara nya.
"Perlukah kita memberikan pelajaran sedikit kepada mereka Grace?" tanya Nelsy meminta saran pada Grace.
Grace tersenyum dan mengangguk lalu kedua wanita itu pun berdiri dan berjalan menuju danau yang terletak sekitar 10 meter dari mereka duduk tadi.
__ADS_1