MY BAR-BAR GIRL

MY BAR-BAR GIRL
Ep_9..Dingin


__ADS_3

Lima bulan sudah mereka berada di negara M.. Nelsy telah di temukan namun masih belum bisa kembali karena suatu hal.


Grace sangat senang karena setidak nya saudara nya itu sudah ketemu..dia merasa bosan karena satu ruangan dengan Max memilih ke taman belakang rumah Rey..dia duduk sambil memandangi bintang dan langit malam.


Grace tengah duduk dengan tenang sambil menikmati suasana malam yang indah penuh bintang..dia merasa nyaman sendirian tanpa gangguan.


Awal nya memang Grace duduk dengan santai dan tenang,namun tak begiti lama kemudian datang lah seseorang yang ikut duduk di sebelah Grace..orang yang sangat ingin Grace hindari.


"Kenapa sendirian?" tanya orang itu yang melihat Grace hanya duduk seorang diri tanpa teman di taman belakang.


"Bukan urusanmu" jawab Grace singkat dan datar tanpa menatap orang itu.


Orang itu tersenyum kecil mendengar jawaban ketus dari Grace..dia suka wanita seperti Grace yang tak gampangan..sikap nya benar-benar seakan menantang diri nya untuk bisa menaklukkan wanita seperti Grace.


"Mau kopi?" tanya orang itu menawarkan segelas kopi di tangan nya yang belum dia sesap sama sekali.


"No thank's" jawab Grace masih datar menolak tawaran orang itu.


"Ok baiklah..apa kau ingin menemui saudara mu itu?" tanya orang itu lagi yang kini malah ikut duduk di samping Grace.


"Ck kau itu berisik sekali sih..pergi sana mengganggu saja" ujar Grace tampak terganggu dengan celotehan orang itu dan tidak nyaman karena berdekatan dengan nya.


"Astaga kau galak juga ya sama seperti istri Mark" ujar nya terkekeh melihat wajah Grace yang bagi nya lain dari wanita yang kebanyakan bertemu dengan nya.


"Diam lah..ck" ujar Grace sedikit meninggi kan suara nya karena kesal juga sedikit panik.


"Oke baiklah..kenalkan aku Max teman Mark suami saudara mu Nelsy" ujar Max memperkenalkan diri.


Grace tampak tak menyahut dan mengabaikan Max..dia tak tertarik untuk sekedar berkenalan..dia tak ada respek pada lawan jenis selain keluarga nya.


Max semakin tertantang untuk mendekati Grace..dia penasaran dengan wanita seperti Grace yang tak tertarik dengan nya.


Dia tampan,kaya,dan tentu perkasa tapi keperjakaan nya sudah hilang entah wanita mana yang mendapatkan keperjakaan nya itu..dia heran apa gadis di samping nya itu tak tertarik sama sekali..baiklah Max seperti nya kau harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan hati Grace.

__ADS_1


Mereka berdua terdiam dan hanya menatap langit malam yang indah..Grace merasa tidak nyaman dengan kehadiran Max memilih bangkit hendak pergi namun tertahan oleh tangan Max.


"Lepaskann" teriak nya sedikit histeris gemetar ketakutan dan itu membuat Max terkejut.


"Hey..sorry aku reflek..apa aku dan salah dengan mu?" tanya Max seakan terheran-heran melihat sikap Grace yang menurut nya sedikit berlebihan.


"Bukan urusanmu" jawab nya ketus lalu melangkah meninggalkan Max yang masih menebak-nebak dengan sikap Grace tadi.


"Ada apa dengan nya" gumam nya merasa sikap Grace berlebihan hanya karena dia memegang tangan nya.


Max tetap duduk namun otak nya masih terus berpikir dengan sikap Grace yang menurut nya berlebihan.. sebenarnya ada apa dengan gadis itu..apa dia memiliki sindrom tertentu hingga tak bisa bersentuhan dengan orang lain.


Tapi rasa nya tidak mungkin karena dia melihat sendiri Grace bersentuhan dengan Rey juga yang lain nya..aneh sekali hanya karena dia memegang tangan nya sikap nya seakan seperti sehabis di pegang kuman.


'Apa aku semenjijikan itu' batin nya bertanya-tanya.


*


*


Grace memejamkan mata nya berharap ketakutan nya segera hilang..dia tidak mau menambah masalah lagi karena masalah Nelsy saja belum selesai.


"Aku harus tenang..jangan panik Grace tenangkan diri mu" gumam nya berusaha mengontrol diri.


Tak berapa lama kemudian Grace telah tertidur karena efek obat penenang yang dia telan tadi..sementara itu di kamar nya Max tampak tengah bersiap untuk tidur..dia baru selesai membersihkan diri karena siang tadi mereka hanya menghajar Russell dan Reisvan.


"Aku harus berusaha lebih keras lagi agar bisa mendapatkan Grace..ck aku kalah dengan pesona nya..Grace lihat lah akan ku buat kau menjadi milikku" ujar nya bergumam dengan senyum di bibir nya.


Namun senyum cerah nya seketika hilang saat lagi dan lagi dia mengingat wanita yang telah dia rusak.. Max mencoba untuk memejamkan mata nya..dia berharap bisa mendapatkan petunjuk.


"Hiks..hiks.. huhuhu"


"Daddy..Daddy"

__ADS_1


"Hiks..hiks"


"Daddy..Daddyyyyy"


Tidur Max tak tenang..dia bermimpi mendengar suara anak kecil yang memanggil nya Daddy juga suara wanita menangis begitu pilu dan menyayat hati nya.


Max mencoba bangun namun tidak bisa..dia berusaha mencari suara-suara itu namun tak menemukan apapun.. Max tersentak kaget lalu terbangun dari mimpi nya.


"Huhhhh..huhhhh..huhhh..lagi lagi mimpi itu..oh God siapa mereka sebenarnya" gumam nya sambil merem mas rambut nya kesal karena dia tidak bisa melihat wajah dua orang dalam mimpi nya itu.


Max bangun dan berjalan menuju balkon kamar nya..dia menyalakan rokok karena dia butuh ketenangan..dari balkon kamar nya dia bisa melihat Grace yang juga sedang melamun di balkon kamar nya sendiri.


"Grace..kenapa dia?" gumam nya masih menatap Grace tanpa Grace sadari.


'Mommy merindukan mu nak' ujar Grace menatap langit malam yang tampak tak ada satupun bintang.


Samar-samar Max bisa mendengar ucapan Grace namun tidak terlalu jelas..dia hanya bisa mendengar kata 'merindukanmu' yang terucap dari bibir Grace.


Kini Max semakin bertanya-tanya apakah Grace merindukan seseorang..apakah kekasihnya,ataukah orang spesial..sialann dia tidak suka menebak-nebak.


Lelah dengan pikiran konyol nya Max memilih untuk masuk ke kamar lalu tidur..dia berusaha untuk bisa memejamkan mata nya meski suara-suara itu masih bisa dia dengar.


#


#


Pagi nya Grace bangun seperti biasa..setelah mandi dia turun ke bawah namun berpapasan dengan Max yang juga hendak turun ke bawah.


Mereka sejenak saling pandang lalu Grace lebih dulu memutuskan pandangan mereka dan berjalan menuruni anak tangga.


'Kenapa dengan nya..pms apa?' batin Max bertanya-tanya.


"Morning semua nya" sapa Grace pada semua orang yang tengah menunggumu kehadiran nya.

__ADS_1


"Morning too princess" balas Willy mengecup kening putri nya.


"Morning semua..maaf menunggu lama" sapa Max di belakang Grace menyapa semua anggota keluarga Wilson di meja makan.


__ADS_2