
Max dan Grace telah sampai di mansion keluarga Grace..mereka turun dengan saling bergandengan tangan dengan begitu mesra nya.
Grace benar-benar memancarkan cahaya kebahagiaan di raut wajah nya..raut wajah yang tidak pernah keluarga nya lihat lagi sejak kejadian naas itu dan kini mereka melihat lagi raut bahagia itu di wajah Grace.
"Sayang kau darimana,kenapa pagi-pagi sekali mommy lihat kamar mu sudah kosong..kau membuat mommy khawatir nak" tanya Vallery karena dia benar-benar khawatir dengan Grace yang tak dia jumpai saat pagi tadi dia ingin membangunkan nya.
"Grace keluar dengan Max mom..maaf membuat mommy dan semua orang khawatir" kata Grace dengan normal tak lagi seperti beberapa saat yang lalu.
"Sa..sayang..I.. ini..ini benar kau kan?" kata Vallery sedikit terkejut mengetahui bahwa Grace nya sudah sembuh tak lagi seperti beberapa waktu yang lalu.
"Ini Grace kalian..maaf Grace membuat kalian khawatir maafkan Grace mom,dad" ujar Grace lalu memeluk Vallery yang masih sangat syok mengetahui bahwa dia telah sembuh.
__ADS_1
Begitu pun dengan Willy yang juga sama syok nya karena putri tercinta nya telah kembali seperti dulu..sungguh sebuah kebahagiaan yang tak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata untuk mendeskripsikan momen ini.
"Grace..putri Daddy" panggil Willy dengan suara bergetar.
Grace menoleh ke arah Willy dan melepas pelukan sang mommy lalu
masuk dalam pelukan hangat sang Daddy..dia juga ikut meneteskan air mata dengan momen ini..sungguh dia berdosa telah membohongi semua orang selama ini.
"Jadi aunty,uncle, Gerald..aku ingin meminta Grace untuk menjadi istri ku..sudah lama aku ingin mengatakan ini tapi karena keadaan belum membaik jadi aku hanya bisa diam sambil mempersiapkan diri untuk lebih berani mengutarakan maksud ku pada kalian..aku tulus mencintai Grace jauh sebelum Grace sembuh bahkan saat Grace sedang parah-parah nya aku sudah mencintai nya..ijinkan aku menjadi bagian dari kalian dan mengganti air mata kesedihan yang kalian keluarkan dulu dengan kebahagiaan tiada henti nanti nya..so Grace Will you marry me?" ujar Max yang saat ini tengah berada di ruang keluarga dengan tujuan untuk melamar Grace untuk menjadi istri nya.
"Dad,mom,Ge" panggil Grace menatap ketiga orang yang dia sayang dengan tatapan penuh permohonan.
__ADS_1
"Hufttt..jujur aku belum rela melepas putriku tapi aku akan menerima mu jika kau tidak membawa nya pergi dari rumah itu arti nya jika kalian menikah maka tinggal lah di rumah kami karena kami tak ingin jauh dari putri kami" kata Willy dengan syarat yang sangat mudah.
Max yang memang hidup sebatang kara tentu saja menyetujui hal itu..dia juga ingin merasakan memiliki keluarga yang selama ini dia harapkan,keluarga yang belum pernah dia rasakan sejak remaja seperti Mark sahabat nya.
"Tentu aku mau uncle" kata Max tegas tanpa keraguan.
Grace berkaca-kaca melihat ke arah ayah nya lalu dia menghamburkan diri memeluk sang ayah dengan erat serta mengucapkan terimakasih.
Grace tau bahwa Max tidak lagi memiliki siapapun selain Mark dan keluarga Wilson..dia bahagia karena pada akhirnya pria itu lah yang akan menjadi suami nya, pendamping hidup nya,sahabat selama nya dalam hidup untuk nya.
"Baiklah pernikahan akan di gelar dua hari lagi jadi Grace, Max persiapkan diri kalian agar tidak ada halangan nanti nya..kalian sebaik nya berpisah dan tidak bertemu selama dua hari ini dan kalian akan bertemu lagi ketika di atas altar tepat di hari pernikahan kalian" ujar Gerald dengan wajah tengil nya karena dia ingin melihat wajah frustasi Max dan Grace.
__ADS_1