
Willy saat ini sedang berkonsultasi dengan Rey mengenai rencana nya untuk pindah ke negara B..dia meminta saran dari Rey sebagai seorang yang pernah menemani Laura di saat Laura mengalami depresi pasca kehilangan anak mereka dulu.
"Lebih baik kalian Memnag berlibur dulu..seperti nya suasana baru bisa membuat Grace membaik..dulu Laura juga seperti itu" saran Rey setuju dengan ide Gerald.
"Baiklah maafkan aku Rey karena sudah merepotkan mu..dan terimakasih atas saran mu" ujar Willy berterima kasih pada Rey
"Kita keluarga..jangan sungkan..kabari jika ada perkembangan apapun itu" pesan Rey merengkuh Willy yang kini tampak lelah dengan semua permasalahan yang menimpa nya.
Willy pamit untuk bersiap..di rumah nya tampak Vallery tengah membantu Grace bersiap karena mereka akan berangkat malam itu juga.
Tak mau membuang waktu karena yang mereka dengar Max sedang mencari keberadaan Grace..Vallery sebagai ibu tidak mau anak nya semakin tersiksa memilih menyembunyikan segala nya.
"Ge bantu mommy menurunkan barang-barang ini" pinta Vallery memanggil Gerald anak bungsu nya.
__ADS_1
"Ya mom" teriak Gerald dari bawah menuju kamar kakak nya.
Gerald sampai di depan kamar kakak nya..dia bisa melihat kakak nya hanya diam duduk di sofa menatap jendela..jendela kamar sudah di kunci agar tak twejadi suatu hal yang tak di inginkan.
Grace masih belum bisa mengontrol emosi nya..dia bisa saja nekat jika tidak ada pengawasan..bahkan kaki Grace di borgol dengan kaki sofa tentu untuk menghindari hal yang tidak mereka inginkan.
"Mana mom yang mau di bawa?" tanya Gerald sambil melirik Grace yang hanya diam.
"Ini 3 koper..kau bawa ke bawah dan berikan pada supir suruh di antar ke bandara" pesan Vallery pada putra nya.
"Sudah..kau makan lah dulu nanti malam kita lama berangkat..ah satu lagi siapkan suntikan penenang untuk Grace dosis nya sedang saja setidak nya saat kita sampai Grace sudah bangun..kau mengerti kan boy?" pesona Vallery lagi pada Gerald yang juga berprofesi sebagai dokter umum.
"Iya mom..Ge tau..ya udah Ge bawa ke luar dulu barang-barang nya" pamit Gerald menarik tiga koper yang berisi baju Grace.
__ADS_1
Sementara Willy dia baru sampai di rumah..dia melihat putra nya sedang menarik koper dan sedikit kesusahan karena ada tiga koper yang harus di bawa nya.
"Hey boy..sini berikan pada Daddy" pinta Willy meminta atau koper pada Gerald agar putra nya itu tidak terlalu kesusahan.
"Thank you dad"
Kedua nya membawa koper-koper Ir kedalam mobil dan meminta supir mereka untuk mengantar koper itu ke bandara karena beberapa jam lagi mereka akan berangkat ke Negara B.
"Pak tolong antar ke bandara ya semua koper ini" titah Gerald sopan pada supir nya.
"Baik tuan muda"
Sang supir pun melajukan mobil menuju bandara..sementara Willy dan Gerald berjalan menuju lantai atas.. Gerald berbelok ke ruangan khusus untuk obat-obatan yang Daddy nya buat.
__ADS_1
Sedangkan Willy,dia menuju kamar putri nya tentu untuk mengecek kondisi Grace.
"Sayang.. bagaimana apa dia ada berulah lagi?" tanya Willy ketika sudah memasuki kamar Grace dan duduk di sebelah Vallery yang tengah menyiapkan pakaian untuk Grace.