
"Kau kenapa?" tanya seorang pria yang kini tengah berada di kamar seorang wanita dan ikut duduk di samping wanita itu.
"Tidak apa-apa..hanya lelah saja..jangan khawatir" jawab si wanita tak mau membebani si pria dengan masalah nya.
"Hey apa yang kau katakan..kau lelah tapi kau bahkan tidak melakukan apapun sejak kemarin..katakan apa ada yang mengusik pikiran mu?" tanya si pria lagi dengan nada tegas tak terbantahkan seakan tau tabiat wanita di samping nya.
Hening....
Si wanita hanya tersenyum namun senyum penuh luka..dia tak tau harus bagaimana..apa dia harus menceritakan masalah nya kepada pria itu atau kah harus dia pendam sendiri lagi sampai orangtuanya tau dengan sendirinya.
"Aku baik-baik saja" jawab nya masih berusaha tegar dan kuat.
"Ck..kau anggap aku apa sebenarnya?" tanya si pria itu lagi kesal dan menatap lekat wanita di samping nya seakan tau ada yang salah dengan nya.
"Aku tak apa-apa Gerald.. percaya lah" jawab nya lirih berusaha menyembunyikan luka nya.
"Katakan atau aku akan mencari tau sendiri dan kau tau bukan apa yang akan aku lakukan jika aku tau penyebab kau murung begini?" ujar Gerald bernada mengancam pada saudari nya Grace.
Ya Gerald adik Grace yang saat ini tengah mencoba mengulik masalah kakak nya yang beberapa waktu ini selalu asik murung..dia sibuk dengan pekerjaan mau jadi dia tidak tau kabar terkini mengenai kakak nya.
Huftt....
Helaan nafas panjang terdengar dari mulut Grace..gadis itu tak tau lagi harus bagaimana menyikapi masalah nya..ingin dia simpan sendiri tapi malah mental nya yang karam..ingin dia membiarkan saja namun terus saja mengusik nya.
Ingin dia berbagai tapi tak mungkin bisa dia lakukan karena akan membuat keluarga nya malu dan kecewa..lalu bagaimana kalau ayah dan ibu nya sampai tau sendiri pasti dia akan lebih mengecewakan mereka.
__ADS_1
Jika saja malam itu dia tidak kembali lagi ke tempat itu pasti kejadian naas itu tidak akan pernah terjadi..dia sudah hancur kehilangan sesuatu yang bahkan belum sempat dia lihat..bahkan pria itu malah melupakan nya dan hanya dia yang mengingat semua nya.
Dia tau bukan sepenuh nya salah pria itu tapi yang dia heran adalah kenapa pria itu sampai bisa lupa dengan nya bahkan mereka melakukan itu di saat lampu ruangan itu masih menyala dengan terang nya.
"Aku..aku..hiks.. sebenarnya........" tangis Grace mulai pecah saat dia mulai menceritakan tentang kejadian malam naas itu pada Gerald adik nya.
Grace menceritakan semua yang dia alami sebelum dan sesudah kejadian itu menimpa nya..tampak Gerald menahan geram dan marah mendengar siapa yang telah membuat sang kakak terpuruk hingga mengalami hal menyedihkan itu..ingin dia habisi pria itu tapi dia tidak tau siapa.
Selesai menceritakan semua nya hati Grace terasa lebih ringan namun belum sepenuh nya..dia belum memberitahu tentang masalah ini pada kedua orangtua nya..dia belum berani dan dia belum siap untuk itu.
Mereka pasti kecewa..mereka pasti marah.
"Apa kau tak pernah mengatakan pada nya tentang semua ini ka?" tanya Gerald menatap tajam kakak nya yang terlihat tak memiliki semangat lagi.
"Aku tak berani Ge..dia hiks..dia sudah memiliki kekasih..aku melihat sendiri dia tengah bercumbu mesra selang beberapa waktu setelah kejadian itu saat aku mau memberitahu bahwa aku hamil anak nya..Aku juga tak tau kenapa dia tidak bisa mengingatku dan kejadian malam itu" ujar Grace menjelaskan kekecewaan nya pada orang yang telah membuat nya seperti ini.
"No Ge..dia tidak akan mengingat kejadian itu.. Aku sudah bertemu dia tapi tak ada reaksi apapun dari nya..dia lupa dengan kejadian itu" jelas Grace sambil memeluk Gerald yang tengah emosi.
"Kau yakin?" tanya Gerald memastikan bahwa yang kakak nya katakan bukan kebohongan.
Iya..aku yakin karena bukan sekali dua kali kami bertemu saat di negara M..dia tidak mengenalku bahkan dia seakan baru bertemu dengan ku" kata Grace memastikan.
"Huftt..harus nya kau katakan hal seperti ini sejak awal..kau kenapa selalu menyimpan masalah mu sendirian..kau anggap kami apa Grace..kami keluarga mu bukan orang lain..lihat saja jika mom dan dad tau sendiri tanpa kau menceritakan nya..aku tak bisa membayangkan apa yang akan mereka lakukan pada pria brengsek itu" kata Gerald geram dan kesal dengan Grace yang sellau menyimpan sendiri masalah nya.
"Maaf Ge..maafkan aku.. Aku benar-benar tidak memiliki muka berhadapan dengan kalian..sungguh hiks" kata Grace terisak sambil menahan diri agar tak terlalu meluapkan emosi nya.
__ADS_1
"Baiklah sekarang ayo ceritakan pada mommy dan Daddy.. Aku akan menemani mu tapi kau harus menerima resiko nya" kata Gerald menyarankan agar Grace segera menceritakan kepada kedua orangtua mereka.
Grace hanya bisa mengangguk sambil mengikuti langkah Gerald..dia mau tidak mau harus menceritakan kepada kedua orang mereka karena semakin lama dia pendam semakin berat juga beban di hati nya.
"Mom,dad..ada yang ingin Grace katakan pada kalian" kata Gerald saat mereka telah sampai di ruang keluarga dan melihat kedua orang tua mereka tengah duduk.
"Katakan" ujar Willy datar sambil menatap Grace yang hanya menunduk tak berani menatap ke arah mereka.
"Ayo ceritakan lah..jangan kau tutupi lagi" kata Gerald sambil mengusap lengan kakak nya memberikan kekuatan.
Grace mengangkat wajah nya dan mencoba menatap Willy juga Vallery yang tampak tidak sabar untuk segera mengetahui kebenaran yang dia simpan selama ini.
"Grace pernah hamil mom,dad..tepat nya sebelum Nelsy di perkosssa oleh Mark..malam sebelum nya aku ijin keluar pada Gerald untuk bersenang-senang dengan Nelsy..saat Nelsy memilih pulang aku kembali ke club' sendirian dan tanpa sengaja aku meminum minuman yang di khususkan untuk orang lain dan pada akhir nya kami meminum minuman itu bersama-sama tanpa kami sadari..setelah nya hal itu terjadi karena kami sama-sama di luar kesadaran kami,saat Grace tau bahwa Grace hamil Grace ingin memberitahukan kepada pria itu bahwa Grace hamil tapi yang Grace dapat malah sebaliknya..Grace mendapati dia sedang bercumbu dengan kekasih nya,Grace harus apa saat itu karena Grace bahkan pergi sebelum dia bangun dan tau sudah menghabiskan malam dengan Grace..ini salah Grace yang tak mengatakan,Grace lah wanita itu pada nya..maafkan Grace dad,mom Grace menyesal" jelas Grace menjelaskan garis besar nya pada kedua orangtuanya.
"Siapa pria itu?" tanya Willy dengan kilatan amarah yang terpancar.
"Jawab Grace..atau kami tidak akan memaafkan mu" tekan Vallery yang kini berubah seperti orang lain.
"Max sahabat Mark suami Nelsy" jawab Grace jujur dengan nada lemah.
#
Grace dan keluarga nya kini tengah berada di rumah Willy yang lama tak dia kunjungi sejak dia tinggal di rumah pemberian Daddy Will.
Rumah dimana dia berjuang sendiri tanpa dukungan dari orangtua kandung nya bahkan hanya sekedar di anggap pun tidak pernah dia rasakan.
__ADS_1
"Kita di sini saja agar bajingan itu tak menemukan Grace" ujar Willy mutlak tanpa bantahan.
"Baiklah kami setuju tinggal di sini" jawab mereka sepakat tanpa menolak dan tanpa ada drama lain nya.