
Max sampai di depan kamar nya dan Grace,dia sayup-sayup mendengar suara sang istri yang entah sedang apa di dalam kamar.
Max mendorong pelan pintu kamar mereka dan bisa melihat bahwa Grace sedang bercermin namun aneh nya Grace tampak termenung di depan cermin itu dan itu membuat Max menghela nafas nya panjang.
Dia seakan sudah tau dan harus bisa memberikan sebuah jawaban yang bisa memuaskan Grace nantinya.
"Baby,sedang apa?" tanya Max sambil berjalan mendekati sang isteri dengan wajah tenang.
"Honey.. Aku hanya sedang melihat karung beras di depan cermin" kata Grace dengan lesu dan Max bukan tidak tau apa maksud dari perkataan Grace itu.
"Hey mana coba ku lihat" kata Max berusaha menghibur Grace agar tidak lesu.
__ADS_1
Max berjalan kedepan Grace dan memeluk Grace dari belakang lalu dia melihat ke arah Grace melihat..dia mengecup bagian belakang leher Grace yang sudah harum dan harum nya itu begitu menggoda Indra penciuman nya.
"Aku tidak melihat karung beras di sana tapi aku melihat seorang bidadari yang tengah berdiri dengan wajah di tekuk..kau tau baby apapun keadaan mu dan bagaimana pun diri mu aku akan selalu mencintaimu..kau adalah wanita yang tercantik bagiku dan aku tidak peduli bagaimana dirimu nanti kedepan nya karena satu yang harus aku ingat.. Aku sudah sudah payah mendapatkan hatimu dan aku tidak akan begitu mudah nya untuk melepaskan mu hanya karena fisikmu yang berubah karena itu sudah siklus kehidupan justru aku sangat bahagia jika kau lebih berisi karena itu tanda nya kau bahagia dengan hidupmu bersama ku..jika aku mencintaimu hanya karena fisik mu maka aku tidak akan pernah puas baby,ingat cinta yang sebenarnya adalah cinta yang datang dari hati yang mampu menerima segala kurang dan lebihnya kita..i love you so much baby" jelas Max memberikan pengertian pada Grace sambil memeluk nya hangat dalam dekapan nya.
Grace menatap pantulan mereka dari cermin di depan nya..segaris senyuman manis tersungging di bibir ssensual nya dan itu mampu membuta Max tak tahan.
"Jangan tersenyum seperti ini jika di luar sana hm" ujar Max yang mulai lagi sikap posesif nya.
"I love you my sweet husband" lanjut Grace lalu mereka berciuman dengan intens di kamar mereka hingga mereka lupa bahwa pintu kamar masih terbuka setengah nya.
"Apa kita jadi ke tempat itu baby?" tanta Max ingin memastikan karena ini sudah hampir siang.
__ADS_1
"Tidak..aku hanya ingin terus di peluk oleh mu..apa kau merasa bahwa aku akhir-akhir ini berubah honey?" tanya Grace yang sadar akan dirinya yang kian berubah tapi dia juga tidak tau kenapa.
"No..kau selalu seperti ini..baiklah kau ikut aku ke suatu tempat saja agar kau tidak mengira-ngira lagi perubahan dirimu karena aku tidak merasa kau berubah baby..kau tetap Grace ku yang cantik dan seksi" kata Max lalu menarik tangan Grace keluar dari kamar mereka menuju halaman mansion.
Max akan membawa Grace ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Grace yang dia curigai tengah berbadan dua meski dia tidak tau pasti ciri-ciri nya tapi dugaan nya dan insting nya mengatakan hal itu.
#
"Selamat,kalian akan menjadi orangtua di tahun ini..nona sedang mengandung dan usia nya masih 4 minggu" kata seorang dokter membuta Grace terperangah tidak percaya dan sebaliknya Max justru tersenyum mendengar kata-kata dokter hingga dia langsung memeluk istrinya.
"Thank you baby..thank you so much I love you" kata Max sambil memeluk Grace meski dia sudah curiga dengan hal ini tapi dia tetap merasa bahagia karena momen yang dia tunggu sekian lama akhirnya bisa dia rasakan.
__ADS_1
"A..aku hamil honey.. really?"