MY BAR-BAR GIRL

MY BAR-BAR GIRL
Ep_6.. Keguguran


__ADS_3

Grace..setelah dia mendengar nasihat sang dokter kini lebih berhati-hati lagi dalam bertindak..dia benar-benar merasa bersalah karena telah membahayakan keselamatan anak nya.


Sudah lah dia yakin bisa membesarkan anak nya sendiri tanpa pria itu..biarlah cukup dia yang tau akan siapa ayah anak nya.


Hari-hari yang Grace lalui di rumah sakit penuh dengan perjuangan..kandungan nya begitu lemah setiap hari Grace harus mendapatkan suntikan vitamin dan juga vitamin penguat kandungan.


Tubuh Grace pun semakin susut..wajah nya semakin tirus..dia benar-benar seperti mayat hidup pucat dan sedikit kurus.


"Nona saat nya minum obat" ujar seorang suster mengingatkan Grace yang sudah hampir sebulan menandakan pasien nya.


"Lagi sus.. Aku benar-benar bosan dan ingin muntah" kata Grace mengeluh karena setiap kali obat itu masuk kedalam perut nya dia benar-benar ingin muntah.


"Sabar ya nona..nona past bisa demi anak nona" ujar si suster menyemangati Grace.


Grace pun menurut dan meminum obat itu..benar saja setelah dia menelan obat itu perut nya seakan ingin memberontak namun segera Grace memakan buah agar rasa mual itu bisa di cegah.


Tak terasa sudah sebulan lebih Grace berada di rumah sakit itu untuk menjalani perawatan intensif..hari ini Grace benar-benar ingin memakan makanan asam..dia meminta suster membelikan makanan itu entah kenapa tiba-tiba dia ingin sekali.


Setelah mendapatkan makanan yang dia inginkan.. Grace memakan nya dengan begitu lahap..meski kandungan nya terbilang masih lemah tapi setidak nya dengan ada nya suplay energi yang masuk dia berharap sang anak mau bertahan sampai lahir.


Sore hari seperti biasa Grace di temani seorang suster berjalan-jalan meski dengan kursi roda tapi Grace tetap senang setidak nya dia tidak kebosanan berada di rumah sakit.


Setelah di rasa cukup segar Grace dan suster itu masuk kedalam kamar lagi..Grace di bantu sang suster bangun dari kursi roda nya namun Grace merasakan sakit yang teramat luar biasa pada perut nya.


"Arkhhh..sus sakitttttt akkkk" teriak Grace merasakan perut nya benar-benar sakit.


"Nona..astaga" suster itu pun ikut panik dan memencet tombol di samping ranjang rumah sakit.


Suster itu memeriksa keadaan Grace lebih dulu dan terbelalak melihat darah di arena sensitif Grace sangat banyak.


"Nona..astaga tidak mungkin" ujar si suster menggeleng cepat.


Suster pun dengan seger memasang infus pada punggung tangan Grace..tampak seorang dokter di susul dua orang suster memasuki kamar dimana Grace berada.


"Ada apa sus..pasien kenapa?" tanya si dokter yang melihat banyak mau darah di celana Grace.

__ADS_1


"Saya tidak tau dok..lebih baik anda segera mengecek nya" kata suster tadi benar-benar tidak mau mengambil kesimpulan.


Si dokter pun memeriksa keadaan Grace dan cepat dia mengambil keputusan demi kebaikan Grace sendiri tanpa menunggu keputusan Grace.


"Segera persiapkan untuk prosedur penguretan..janin harus segera di angkat karena tidak berkembang..sus gantikan pakaian pasien" titah sang dokter keluar dari ruangan Grace menuju ruangan dimana dia akan melakukan prosesi penguretan.


Sang dokter melakukan sterilisasi lebih dulu sebelum memasuki ruangan itu..selang 10 menit kemudian Grace telah selesai dengan pakaian nya..dia di dorong dengan brankar nya menuju ruang penanganan.


Setelah beberapa saat kemudian pihak medis pun melakukan apa yang memang seharus nya mereka lakukan..ditambah lagi dengan Grace yang tak memiliki wali karena hanya dia seorang selama ini yang berada di rumah sakit.


Para pihak medis sebenarnya kasihan dengan Grace tapi mau bagaimana lagi ini lah jalan yang Grace ambil..mereka hanya bisa menyemangati Grace agar berjuang demi anak nya.


Nasib baik belum berpihak pada nya..janin yang dia pertahanan harus di gugurkan demi kebaikan Grace sendiri karena janin itu tidak berkembang sama sekali.


Jika di biarkan hanya akan membuat sang ibu dalam bahaya karena bisa menjadi penyakit serius jika terlalu lama di biarkan..Satu jam berlalu begitu cepat..pihak medis telah selesai dengan prosesi penguretan.


#


#


"Kenapa dengan diriku..apa aku menangis..astaga sebenarnya aku ini kenapa sih aneh sekali..dan tiba-tiba aku menjadi mellow" gumam si pria merasakan hati mau bagaikan tersayat sesuatu yang amat tajam hingga ingin menangis.


Pria itu memutuskan untuk tidur berharap rasa sesak itu bisa hilang dari dada nya..dalam tidur nya pria itu bermimpi bertemu seorang anak yang amat tampan tengah duduk di bangku taman dan memanggilnya.


"Daddy..sini..Daddy"


Suara anak itu begitu membuat nya benar-benar nyaman..dia menghampiri sang anak lalu menatap dalam mata kecil nan bulat itu dalam-dalam.


"Apa kau memanggilku nak?" tanya si pria sambil menggendong anak kecil itu.


"Daddy..aku sayang Daddy juga mommy..titip mommy ya Daddy..bye" ujar si anak lalu tersenyum dan mulai menghilang dari pandangan nya.


Pria itu tampak celingukan mencari keberadaan anak itu..dada nya terasa sesak dan tanpa dia sadari air mata nya menetes dengan deras..tak berapa lama kemudian dia mendengar suara tangis seorang wanita yang begitu menyayat hati nya.


Ingin rasa nya dia rengkuh sang wanita namun tak tampak apapun dalam penglihatan nya dan hanya ada suara tangis nya saja.

__ADS_1


Pria itu mencari-cari ke sana ke kemari namun tak menemukan apapun..dia masih mendengar jelas suara tangis seorang wanita begitu menyayat hati nya.


"Siapa wanita itu..kenapa aku ikut sakit mendengar tangis nya" ujar pria Ir bertanya-tanya.


#


#


Sementara itu Grace tampak telah lebih tenang daripada tadi..dia hanya diam tak merespon apapun yang suster atau dokter lakukan..batin nya benar-benar terguncang karena harus kehilangan anak nya yang bahkan belum sempat dia lihat di dunia ini dan harus gugur karena suatu kondisi.


Ini juga salah nya yang tak memikirkan kesehatan nya..dia lah yang bersalah atas gugur nya sang janin yang belum sempat dia dengar detak jantung nya.


"Pembunuh..kau pembunuh" gumam nya menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi.


Suster dan dokter hanya bisa memantau perkembangan Grace..kasihan karena tak ada yang menemani nya di saat-saat tersulit nya beberapa waktu ini..Grace melalui semua nya sendiri tanpa mengeluh kan apapun.


"Pembunuh.. pembunuh" hanya kata itu yang terus Grace gumamkan hingga dokter terpaksa harus memberikan obat penenang agar Grace tak kehilangan kendali dan malah akan menyakiti diri nya sendiri.


"Jaga dia sus..jika dia histeris lagi berikan obat penenang sesuai dosis..bujuk lah dia agar bisa menerima keadaan nya..kasihan nona ini" ujar si dokter berpesan pada suster.


"Baik dok"


Di bawah alam sadar nya Grace dapat melihat seorang anak kecil yang amat tampan dengan mata bulat cerah,pipi nya gembul bagaikan bakpao,serta bibir tipis nya yang menyunggingkan senyum manis ke arah nya.


"Mommy" panggil bocah itu tampak berbinar menatap kejadian nya.


Grace tampak kebingungan dan hanya menatap lekat anak itu..dia amati setiap sudut wajah nya dan seketika tangis nya pecah dan dia rengkuh tubuh mungil itu penuh kerinduan.


"Anakku hiks anakkuuu" ujar Grace terisak sambil merengkuh tubuh mungil itu.


"Jangan menangis mom..aku sudah bahagia" kata bocah mungil itu sambil menghapus air mata Grace yang teramat deras.


"Maafkan mommy hiks..maafkan mommy" hanya kata itu yang dapat Grace ucapkan.


"Mommy tidak salah apapun.. Aku sudah bahagia mommy jangan sedih lagi" bujuk si bocah mungil itu sambil tersenyum lalu menghilang tersapu angin.

__ADS_1


Grace mencari-cari keberadaan anak nya namun tak menemukan apapun..hanya ada keheningan dan kekosongan di sekitar nya..di alam sadar nya Grace meneteskan air mata nya dan suster menghapus nya serta menatap iba Grace yang begitu terpukul.


"Kau pasti bisa nona..kau kuat" ujar suster sambil menghapus air mata Grace yang masih dalam pengaruh obat penenang.


__ADS_2