
Pagi telah tiba, Max masih setia menunggu Grace yang semalam di rawat di rumah sakit terdekat.. Max memilih untuk tidur satu ranjang dengan Grace dan meminta pihak rumah sakit untuk mengganti ranjang itu menjadi lebih besar agar memudahkan dia memeluk Grace.
Max terbangun saat merasakan tubuh Grace mengulet sebentar,dia membuka mata nya dan menatap wajah cantik Grace meski tak memakai riasan namun wajah Grace sangat sedap di pandang dan dia tidak pernah bosan memandang nya.
"Good morning baby,bangun lah sudah pagi" sapa Max membuat Grace membuka mata nya secara perlahan.
Frame e mengerjapkan mata nya berkali-kali untuk menyesuaikan cahaya yang ada di ruangan tempat dia berada.. Grace melihat di samping nya tampak seorang pria tampan yang selalu mengisi hari nya dengan gombalan serta tingkah nya tengah menatap nya dengan tatapan penuh cinta.
"Max" panggil Grace lirih karena dia merasa bingung dengan tempat nya berada saat ini.
__ADS_1
"Kenapa baby,apa kau butuh sesuatu?" tanya max masih santai menanggapi Grace dan terus. memandang Grace tanpa berpaling.
"Dimana ini?" tanya Grace lagi saat dia baru menyadari bahwa dia bukan di tempat penyiksaan melainkan di sebuah ruangan yang tak asing bagi nya.
"Ini rumah sakit baby,kau tidak merasakan sakit lagi kan..katakan jika kau merasakan tidak nyaman dengan tubuh mu" kata Max membuat Grace terdiam dan menatap Max lama secara intens.
Itu arti nya Max sudah tau bahwa dia sudah sembuh karena seingat nya dia kesakitan lagi setelah menyiksa Venice,apa yang harus dia lakukan sekarang,sikap apa yang harus dia perlihatkan kepada Max.
"Hm,semua nya jangan khawatir hanya aku yang tau dan itu tidak masalah hanya saja kenapa kau menahan nya sendiri..mulai sekarang jangan menyembunyikan apapun dariku Grace sungguh aku sangat ingin selalu menjagamu agar tetap nyaman dan selamat" kata Max berpesan pada Grace agar Grace mau berbagi rasa pada nya dan tidak lagi menyimpan nya sendirian.
__ADS_1
Grace terdiam dan semakin menatap Max dalam,sungguh dia tidak tau harus apa sekarang karena Max sudah tau rahasia nya dan dia juga tidak lagi bisa mengelak alhasil dia hanya bisa mengangguk sambil mengusap pipi Max perlahan.
"Maaf" kata Grace dengan lirih.
"No ini bukan salah mu,ini salahku karena kurang memperhatikan mu maafkan aku baby..I love you so much" kata Max mengelak karena dia merasa ini adalah kelalaian nya yang kurang memperhatikan Grace.
Mereka berpelukan untuk sesaat karena sungguh kedua nya memang memiliki rasa yang sama hanya saja untuk Grace,dia lebih memilih diam dan tak mengungkapkan nya lain dengan Max yang secara gamblang menyatakan perasaan suka nya pada Grace.
Max beranjak dari tidur nya menuju kamar mandi setelah berpamitan sebentar pada Grace,dia hanya ingin mencuci wajah nya yang dia rasa kurang segar karena lelah semalam menjaga Grace di tambah memikirkan isi hati Grace yang telah Grace pendam selama ini juga sakit yang Grace simpan sendiri tanpa dia tau sama sekali.
__ADS_1
Sedangkan Grace sendiri,dia hanya menatap Max yang kini sudah menghilang di balik pintu kamar mandi ruangan nya..dia memegang dada nya yang masih saja suka berdebar-debar karena Max, sungguh dia sangat bahagia meski bahagia mereka terlambat dan melalui banyak proses.
"I love you too Max,maaf" gumam Grace lirih setelah Max masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.