MY BAR-BAR GIRL

MY BAR-BAR GIRL
Ep_46..Kaget


__ADS_3

Setelah semua nya bubar Max lebih memilih ke kamar nya untuk membersihkan diri..dia gerah karena selalu di singgung pasal menikah dan hubungan intim.


Memang dia bukan pria kolot yang tak pernah merasakan sarang hangat itu tapi sejak terkahir bercinta dengan Grace hingga kini dia belum pernah lagi merasakan bagaimana nikmatnya bercinta.


Ingin,namun dia sangat sadar betul karena sarang yang bisa memuaskan si jantan belum bisa di pakai atau lebih tepat nya belum dapat ijin legal dari sang pemilik dan pengelola.


Di kira ngurus surat kali harus ada kelegalan.


Max hanya tak mau jadi pria brengsek dan malah semakin membuta diri nya kehilangan kesempatan untuk selalu dekat dengan Grace dan juga keluarga Grace jika dia diam-diam bermain dengan wanita bayaran hanya untuk sekedar menguasai di jantan.


Tidak..tidak akan dia lakukan kebodohan itu lagi tapi dia akan berjanji pada diri nya sendiri bahwa hanya Grace lah yang pantas mendapatkan seluruh tubuh nya sejak kejadian itu.


"Huftt semoga kau segera sembuh Grace,aku ingin segera mencetak anak lagi dengan mu menggantikan dia yang sudah mendahului kita" gumam Max dalam kamar mandi di bawah kucuran shower yang menyala.

__ADS_1


Max memilih untuk menyelesaikan mandi nya lalu keluar dengan menggunakan bathrobe,Max berjalan tanpa melihat sekeliling kamar nya dan langsung membuka pintu lemari yang dimana di sana terdapat pakaian nya.


Setelah mendapatkan pakaian yang dia inginkan, Max kemudian melepas tali bathrobe nya dan melepas nya hingga tampak lah tubuh pollos nya yang kekar dan sangat atletis tak mengenakan apapun.


Saat max selesai mengenakan celana pendek nya dia hendak memakai kaos nya namun di buat terkejut dengan keberadaan seseorang yang hanya menatap nya tanpa berkedip.. Max tak bisa membaca tatapan orang itu dan dia sangat malu juga canggung.


"Astaga, Grace..sedang apa di sini?" tanya Max sambil mengusap dada nya yang berdebar-debar karena syok melihat Grace ada di kamar nya dan malah hanya diam bagaikan sebuah patung.


"Mandi" kata Grace hanya kata itu yang keluar dari mulut nya sambil menatap lekat pada Max yang kini mulai mengambil kaos nya lalu dia pakaikan pada tubuh nya.


"Jalan" lagi dan lagi hanya satu kata yang keluar dari mulut Grace dan itulah sudah membuat Max sangat bahagia setidak nya Grace masih bisa merespon nya.


"Kau mau jalan-jalan?" tanya Max sekali lagi untuk memastikan bahwa tebakan nya benar.

__ADS_1


Grace mengangguk.


"Baiklah,ayo mau ke taman atau keliling mansion?" tanya Max memberikan penawaran.


Grace terdiam lalu tak berapa lama kemudian dia menjawab dengan pasti.


"Taman"


"Baiklah,ayo keluar" ajak Max sambil menggandeng tangan Grace lalu berjalan keluar dari kamar nya.


Mereka turun ke bawah dan di saksikan oleh keluarga yang masih rupa nya sedang asik bercengkrama.. Max pamit dulu dengan mereka takut di cari karena dia keluar bukan hanya seorang diri melainkan dengan Grace.


"Uncle aku pamit untuk membawa Grace ke taman dulu,dia minta jalan-jalan mungkin bosan di kamar terus" pamit Max sopan masih dengan menggandeng tangan Grace.

__ADS_1


"Hm, hati-hati" balas Willy singkat menatap teduh sang putri.


__ADS_2