
"Halo,bagaimana kabarmu nona Venice?" sapa Grace seakan mereka sudah kenal akrab.
"Si..siapa kau?" tanya Venice yang tidak tau siapa Grace.
Grace tertawa karena rupa nya Venice sudah lupa dengan nya,tapi sayang nya dia tidak akan pernah lupa dengan wanita kejam yang telah membuat anak nya harus meninggalkan rahim nya.
"Hahahaha kau lupa dengan ku nona Venice,ouhhh sayang sekali tapi aku tak pernah lupa dengan mu bagaimana ini?" tawa Grace bagaikan lagu kematian untuk Venice dan kini dia semakin di buat bingung dengan ucapan grade yang tidak pernah lupa dengan nya.
__ADS_1
Dalam hati Venice bertanya-tanya apakah mereka saling mengenal sebelum nya,tapi kenapa dia sama sekali tidak pernah mengingat Grace dia merasa tidak pernah melihat Grace selama ini.
"Baiklah akan aku ingatkan kembali agar kau bisa mengingat ku,tepat dua tahun yang lalu di sebuah club' malam aku kembali datang untuk sekedar bersenang-senang mencari hiburan,aku tengah duduk setelah puas menikmati malam menyenangkan di club' itu tapi naas aku salah meminum minuman yang rupa nya sudah tercampur obat oleh seseorang demi bisa bercinta dengan sasaran nya.bodoh nya aku dan pria itu yang rupa nya meminum minuman yang sama dari gelas yang sama juga dan alhasil kami pun melakukan malam panas menggairahkan malam itu..
Saat aku sadar dari tidur ku di pagi buta,aku meninggalkan pria itu karena aku merasa tidak mengenal nya dan aku tidak mau sampai dia tau bahwa aku lah wanita yang telah menghabiskan malam menggairahkan itu dengan nya,tapi sayang sekali rupa nya ada rubah licik yang menggantikan posisi ku di saat aku sudah pergi dari kamar pria itu dia kemudian berpura-pura menjadi diriku yang seolah sudah kehilangan kesucian nya padahal dia hanyalah seorang jallang murahan yang dengan mudah nya membuka paha untuk dollar.Tepat sebulan setelah malam itu aku di nyatakan hamil dan kandungan ku begitu lemah,aku bermaksud untuk memberitahukan hal ini pada pria itu tapi rupa nya kau sudah sadar dengan keberadaan ku dan kau meminta sebuah ciuman perpisahan dengan pria itu hingga aku merasakan sakit yang luar biasa dalam perut ku....
Aku memilih untuk menyelematkan anakku daripada melihat kalian yang sedang bercumbu.kau tau saat aku sudah sampai di rumah sakit anakku hanya mampu bertahan beberapa hari saja dan itu membuat ku depresi hingga akan menjadi gila karena semua itu dan aku tidak ingin keluarga ku tau kondisiku yang saat itu tengah terpuruk,aku melewati semua sendirian tanpa siapapun dan rasanya sungguh sangat sakit.Apa kau sudah mengingat siapa aku nona Venice?" jelas Grace dengan mata tajam menyala menatap penuh kebencian terhadap Venice yang rupa nya mulai teringat dengan kejadian yang Grace ceritakan.
__ADS_1
"Hahaha kau pikir aku akan dengan mudah nya memaafkan mu nona Venice,tidak.. gara-gara kau aku hampir menjadi gila setiap kali melihat Max dan aku harus bertahan sekuat tenaga setiap kali Max mendekati ku dan mencoba menyentuh ku meski itu hanya memegang tangan ku.aku sangat tersiksa hingga rasa nya ingin mati saja menyusul anakku yang telah mendahului ku karena aku tak lagi mampu bertahan dengan rasa sakit dan bersalah yang selama ini aku pendam sendiri, berkali-kali aku mencoba mengakhiri hidup ku tapi sayang Tuhan masih sayang padaku dan tak membiarkan ku mati dan kau tau semakin bertambah benci aku pada mu dan Max hingga aku memilih untuk menyakiti dirimu sendiri daripada melampiaskan nya pada kalian" jelas Grace dengan linangan air mata tanpa isakan.
Dari balik pintu ruangan itu ada sepasang mata yang juga tengah berkaca-kaca setelah mendengar betapa sakit dan penuh perjuangan nya Grace hingga sanggup untuk bertahan sampai saat ini.
"Kau tau Venice hiks aku menangisi anakku yang belum pernah aku lihat dan hanya aku lihat melalui selembar foto hitam putih hasil USG yang aku lakukan sebelum aku kehilangan nya hiks, berkali-kali aku menyalahkan diriku sendiri atas semua yang telah terjadi hingga aku kehilangan nya hiks..aku tidak seharus nya menemui Max saat itu sehingga aku tidak harus kehilangan anak ku berkali-kali aku menyumpahi diriku sendiri bahkan aku menyiksa diriku sendiri agar anakku bisa tenang tapi tetap tidak bisa hiks..hiks..setiap malam aku selalu mendengarkan suara tangis nya dan itu semkain membuat ku hampir gila,terkadang aku mendengar suara anak kecil memanggil ku dan terkadang aku melihat sosok bayi yang sangat ku nantikan di manapun hingga tanpa sadar aku sudah naik ke atas balkon dan siap untuk terjun ke bawah menjemput anakku tapi rupa nya keluarga ku datang lebih cepat dan menyelamatkan ku.kau tau aku sudah seperti orang gila selama ini sebelum akhirnya Max datang dengan tekad nya untuk menyembuhkan ku dan kau bisa melihat bukan betapa aku sudah sembuh meski terkadang aku tak bisa mengendalikan pikiranku yang selalu ingin mengakhiri hidup di saat aku sendirian,aku bahagia setidak nya aku bisa melihat makam anakku meski hanya melalui gambar tapi itu sudah membuatku sedikit merasa lega setidak nya dia berikan tempat yang layak meski dia baru berbentuk gumpalan darah" kata Grace menceritakan tentang diri nya yang selalu ingin mengakhiri hidupnya dan itu semua di dengar oleh sepasang mata yang kini sudah di banjiri air mata di balik pintu.
'Maafkan aku Grace,aku kurang mengerti akan dirimu aku kurang mengenal mu maafkan aku' batin pemilik sepasang mata itu sambil menyalahkan diri nya yang kurang memahami Grace.
__ADS_1
Max,ya sepasang mata yang sedang berada di balik pintu adalah Max dia mengikuti Grace dari belakang tanpa di ketahui oleh Grace dan ketika dia sampai dia sempat terkejut melihat mantan kekasih nya Venice berada di dalam dengan keadaan yang tidak baik-baik saja.
Dia pantas mendapatkan nya karena sudah berbuat lebih jahat dari yang dia pikirkan dan dia menyesal telah mengenal Venice.