MY BAR-BAR GIRL

MY BAR-BAR GIRL
Ep_12..Obat Penenang


__ADS_3

Saat Grace sudah masuk ke dalam rumah tubuh nya lunglai seketika..nafas nya tercekat dan memburu..Willy yang kebetulan baru datang dari atas terkejut melihat anak gadis nya dengan kondisi seperti itu.


"Grace..ya tuhan kau kenapa sayang?" tanya Willy khawatir dengan kondisi Grace.


"Se..ses..ak..da..dad" ujar Grace terbata kesulitan bernafas.


"Kau kenapa sayang..apa yang terjadi" tanya Willy sekali lagi karena tak mendapat jawaban dari anak nya Willy membawa nya ke kamar Grace.


Dia bertemu dengan istri nya Vallery..Vallery terkejut dan panik..dia mengikuti suami nya ke kamar Grace.


"Sayang Grace kenapa?" tanya nya panik dan khawatir.


"Aku tidak tau sayang..sebentar biar aku hubungi dokter dulu" ujar Willy mengatakan sejujur nya.


"Kita kan dokter sayang kau ini bagaimana sih" kesal Vallery dengan suami nya yang melupakan status nya.


"Astaga benar aku terlalu panik maaf"


Willy ke kamar nya dan mengambil peralatan nya yang memang selalu dia bawa karena takut terjadi sesuatu pada mereka.


Setelah nya Willy kembali ke kamar Grace untuk memeriksakan keadaan anak nya.. Vallery masih setia di samping Grace hingga suami nya datang.


"Cepat lah periksa anak kita sayang" ujar Vallery yang sudah menangis.


"Jangan sedih sayang..aku akan memeriksa nya dulu..tenang lah" Willy memeriksa keadaan Grace dan mengernyit heran.


Vallery melihat raut wajah Willy dan dia pun ikut heran kenapa suami nya memasang wajah seperti itu.


"Kenapa sayang?" tamat Vallery penasaran.


"Aku tidak tau harus berkata apa..sebaik nya kita bawa saja ke rumah sakit untuk memastikan nya..dan tunggu aku harus mengecek sesuatu" ujar Willy.

__ADS_1


Willy pun memeriksa sesuatu yang membuat nya semakin yakin akan insting nya..dia memeriksa tas Grace dan menemukan sebuah botol obat di dalam nya.


"Obat apa ini..dari bentuk dan bau nya seperti obat......astaga tidak mungkin kan anak ku mengalami hal itu?" batin Willy tidak ingin percaya sebelum di periksa dokter.


Vallery melihat sikap suami nya..dia melihat sebuah botol obat yang tengah di pegang suami nya..dia melihat dan menciumi aroma obat itu seketika mata nya membulat sempurna.


"S..sayang..ini..ini tidak mungkin kan?" ujar Vallery terkejut mengetahui apa yang di khawatir kan suami nya.


"Hey tenang lah ini masih belum bisa di pastikan..kita ke rumah sakit saja setelah Grace sadar..jangan panik dan bersikap seperti biasa saja di hadapan Grace nanti" ujar Willy menginstruksikan kepada istri nya agar bersikap seperti biasa nya.


"Baiklah" akhirnya Vallery dan Willy meninggalkan kamar Grace dengan pikiran yang melayang entah kemana.


*


*


"Siapa wanita itu dan suara siapa anak kecil yang selalu menghampiri ku di mimpi dan memanggil ku daddy..astaga sebenar nya ada apa dengan ku..belum lagi Grace yang selalu membuatku penasaran akan diri nya..tuhan aku benar-benar tidak mengerti" gumam Max yang saat ini tengah kalut akan pikirkan nya.


#


Saat mereka baru akan keluar dari komplek perumahan tanpa di duga di depan sudah menunggu beberapa pria berbadan besar juga beberapa mobil hitam terparkir membentuk blok agar si pemilik lahan tidak bisa kemana-mana.


Mereka semua benar-benar di buat geram..para pemuda langsung keluar dari mobil untuk membereskan cecunguk sialann yang sudah berani menghadang jalan mereka.


Setelah sesi introgasi selesai, Mark dan yang lainnya mulai berperang berkelahi memberantas para cecunguk sialann itu..Mark tak menunjukkan jati diri nya,dia hanya menunjukkan bakat bertarung nya yang semakin handal..bukan bakat psychopath nya.


Max juga melakukan hal yang sama dengan Mark..dia tak mau menunjukkan diri nya yang tak lain adalah seorang psychopath namun tak segila Mark.


Max memukul dan menendang para bedebah itu hingga terkapar tak berdaya..setelah semua sudah teringkus kini mereka kembali ke mobil dan menyerahkan semua sisa urusan nya pada anak buah mereka.


Benar-benar cari mati saja mereka..ada saja gangguan nya ketika menuju ketenangan sekejap.

__ADS_1


Mereka telah sampai di bandara..jet pribadi sudah menunggu kedatangan mereka..mereka masuk kedalam jet itu dan memilih tempat duduk ternyaman masing-masing.


Para pria tua mulai mengobrol dan membicarakan sikap keluarga Willy yang mereka nilai sedikit berbeda memang akhir-akhir ini.


"Baiklah..aku hanya merasa aneh saja beberapa hari ini dengan sikap Willy dan Vallery tapi ya sudah lah itu urusan mereka" balas Bastian yang seakan tau ada sesuatu yang aneh pada Willy namun mungkin Willy belum siap untuk berbagi dengan mereka.


Bukan sehari dua hari mereka bersama dan saling kenal,tapi sudah berpuluh tahun mereka bersama sejak dari muda hingga memiliki anak dan cucu..jika satu ada masalah pasti yang lain nya akan membantu.


Mungkin Willy hanya tak ingin membebani mereka semua karena keadaan nya tak memungkinkan.


Di saat para tetua sedang bercerita ria tampak dari arah kursi belakang mereka tampak Max yang rupa nya sedang mencuri dengar semua percakapan antara Bastian dan Rey juga Erick..dia sedikit terganggu dengan penjelasan Rey.


Sebenar nya ada apa dengan keluarga Grace..dia jadi penasaran..memang sikap Grace sedikit aneh belakangan ini tapi dia pikir wajar karena mereka tak begitu mengenal dekat.


#


#


Lain Max lain pula Grace..saat ini Grace justru tengah berada di salah satu rumah sakit untuk melakukan beberapa tes agar Willy dan Vallery tak menerka-nerka.


lagi.


Grace hanya bisa pasrah jika nanti kebenaran tentang nya akan terungkap..setelah ini dia tak akan menutup-nutupi apapun dari orangtua nya..mungkin sudah waktu nya bagi mereka untuk tau semua nya.


Meski begitu dia tetap harus bisa menyembunyikan apa yang dia rasakan dari yang lain terutama dia..dia yang telah berperan begitu besar dalam hal ini..dia yang telah membuat luka nya semakin menganga setelah tidak mengenali wajah nya.


"Jadi bagaimana dok..apa benar dugaan kami?" tanya Willy menebak.


"Benar tuan..seperti nya belum lama ini nona menyembunyikan hal ini..kalian masih bisa mengobati nya selagi belum begitu parah" saran si dokter yang menangani Grace.


"Baiklah dok terima kasih" Willy pamit dengan Vallery dan Grace yang hanya diam tak berucap sedikit pun.

__ADS_1


Sampai lah mereka di rumah..Grace masuk ke dalam kamar nya..dia tak mau di tanyai dulu oleh orangtua nya karena dia butuh wkatu..nanti saja jika dia siap maka dia akan menceritakan semua nya tanpa dia tutup-tutupi.


__ADS_2