
Sementara Willy hanya diam menatap kedua pria di depan nya..memang Willy sedikit tidak nyaman dengan keberadaan Harell yang terkesan sangat memaksa,dia lega setidak nya keberadaan Max bisa membawa perubahan pada Grace dan dia tidak perlu khawatir dalam mengawasi Grace.
"Aku..haha perlukah anda tau siapa aku..kurasa tidak penting dokter Harell" kata Max menatap tajam kearah Harell yang tampak mengepalkan tangan nya erat seakan tidak terima dengan keberadaan Max di mansion itu.
Harell tampak menahan emosi nya..dia tak mau di anggap lancang jika menghajar si Max,dia masih harus berusaha meyakinkan Willy dan keluarga nya agar Grace bisa di bawa ke tempat praktek milik nya.
"Baiklah,maaf jika saya lancang..uncle apa boleh saya melihat kondisi Grace?" tanya Harell pada Willy dengan senyum paksa nya agar tak kelepasan pada Max dan membuat namanya buruk.
"Em__" belum selesai Willy berujar Max sudah lebih dulu memotong nya.
__ADS_1
"Tidak perlu..dia baru saja tertidur sebaik nya anda pulang saja toh anda tidak memiliki jadwal pemeriksaan pada Grace bukan dokter Harell?" potong Max sebelum Willy mengijinkan si Harell karena dia tidak rela Grace di sentuh pria lain selain dia dan keluarga nya.
Anggap saja Max egois..ya dia sedang berlaku egois demi Grace,biarlah dia jelek asalkan Grace aman dan tak tersentuh pria lain selain keluarga dan dia..dia melindungi Grace dari pria seperti Harell yang memang sejak pertama Max melihat nya tidak bisa di percaya.
Max bisa membaca gerak gerik Harell dan dia juga tau bahwa Harell adalah penjahat kellamin yang suka berhubungan dengan wanita yang memiliki kelainan jiwa atau pikiran nya sedang tidak sinkron.
Dia tak mau Grace menjadi salah satu korban dari bajiingan itu dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi pada Grace..anggap lah Max sudah memiliki perasaan lain selain rasa tanggung jawab pada Grace.
Harell tampak sangat geram karena rupa nya Max bukan lah pria yang bisa dia anggap remeh.. seperti nya Max bukan lah pria sembarangan..dia harus mencari tau siapa Max dan kenapa bisa Max berada di rumah Willy.
__ADS_1
"Baiklah uncle..saya permisi" pamit Harell lalu menatap tajam ke arah Max setelah nya dia keluar dari mansion itu menuju mobil milik nya.
Setelah kepergian Harell,Willy menatap sekilas pada Max lalu menaiki anak tangga menuju kamar putri nya untuk mengecek keadaan Grace..dia hanya ingin memastikan bahwa Grace nya baik-baik saja.
Willy sampai di kamar Grace dan membuka pintu kamar itu..dia melihat Grace tengah terlelap begitu damai..belum pernah dia melihat Grace sedamai itu sebelum nya sebelum Max datang.
"Seperti nya kau lebih nyaman dengan pria brengs3k itu nak..tidak apa-apa asalkan kamu bisa kembali tersenyum Daddy akan sabar..cepat lah sembuh princess Daddy" kata Willy lalu mengecup pucuk kepala Grace dan membenarkan selimut lalu keluar dari kamar Grace.
Sedangkan Max,dia menatap kepergian Willy ke kamar Garce..ada rasa lega saat Willy tak protes atau membantah ucapan nya barusan..setidak nya sikap Willy sudah lebih baik dari pertama kali dia datang.
__ADS_1
'Aku berjanji uncle,aku akan mengembalikan senyum Grace' batin Max.