MY BAR-BAR GIRL

MY BAR-BAR GIRL
Ep_18.. Halusinasi


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu....


Di kediaman Willy yang lama tampak suasana masih sepi seperti tak berpenghuni.. Gerald tampak masih berada di rumah sakit sang ayah untuk mengecek laporan dan setelah itu dia ke kantor Wilson. Corps untuk melakukan beberapa pekerjaan.


Di tambah Grace yang belum bisa melakukan apapun kini Gerald lah yang menggantikan posisi sang kaka karena bagaimanapun juga dia tidak mungkin membebankan pekerjaan pada saudaranya yang lain.


Di rumah sendiri Vallery sejak tadi berusaha untuk membujuk Grace agar mau makan meski hanya sesuap saja.. Grace masih sama dengan diam nya...tubuh nya menyusut bahan emosi nya sering tak terkendali.


Sejak Willy dan Vallery memutuskan untuk menghentikan obat anti depresi yang Grace konsumsi Grace benar-benar tidak tenang kadang dia seakan-akan melihat sesuatu yang membuat nya histeris dan kadang juga dia nekat melakukan hal tak terduga contoh nya mengiris nadi nya seperti waktu itu.


Grace semakin tidak terkendali sejak di stop obat anti depresi itu..ini demi kebaikan nya juga agar perlahan Grace bisa sembuh sendiri bukan dengan obat.


"Sayang makan dulu ya nak..kau belum makan apapun sejak pagi tadi" ujar seorang wanita yang sudah tak lagi muda tengah berusaha membujuk sang anak agar mau makan barang sesuap.


"........" Sang anak hanya diam tak menjawab bahkan enggan melihat selain ke depan dengan tatapan kosong dia seperti kehilangan arah hidup nya.


Wanita tua itu tak tau lagi harus bagaimana membujuk sang anak..dia kasihan tapi apa boleh buat anak nya saat ini benar-benar tidak bisa di ajak komunikasi..yang dia lakukan hanya membujuk nya dengan sabar.


Saat wanita itu tengah memikirkan cara bagaimana membujuk sang anak tiba-tiba sang anak seperti tidak tenang..tangan nya menutupi telinga nya seakan dia mendengar sesuatu..tubuh nya beringsut ke belakang bersembunyi di pojokan seakan sedang bersembunyi dari seseorang.


Mata nya menatap kesana kemari seakan tengah waspada akan sesuatu yang datang..mulut nya selalu berucap 'maaf' seakan dia telah membuat kesalahan pada seseorang..tak lama setelah itu dia histeris seakan ada seseorang yang berusaha mencelakai nya.

__ADS_1


"Arghhhhhh... pergi..pergiiiiii" teriak Grace histeris seakan sedang mengusir seseorang dari kamar nya.


"Sayang kau kenapa.. Grace hey sayang lihat mommy nak..Willyyyyy.. Willyyyyy" ujar Vallery lalu berteriak memanggil suami nya sambil memeluk Grace yang tengah histeris karena ingin melompat dari jendela kamar nya.


Grace semakin memberontak menatap jendela kamar nya seakan ada seseorang di sana dan dia ingin menggapai nya hingga Vallery takut Grace akan melompat dari jendela maka dari itu dia mendekap erat tubuh Grace..ibu mana yang tak sakit melihat putri nya dalam kondisi seperti ini.


Hancur perasaan Vallery melihat kondisi Grace yang seperti ini..dia harus bagaimana lagi.


Tak peduli dia harus di cakar bahkan di pukuli agar di lepaskan tapi dia tidak apa-apa dia akan tetap memeluk Grace supaya Grace tidak melompat dari jendela..akan sangat menyesal dia jika melepaskan pelukan nya dan malah melihat anak nya melompat mengantar nyawa dari jendela.


Willy datang dengan nafas tersengal-sengal karena dia berlari dari lantai satu..dia melihat Grace tengah meronta-ronta agar di lepaskan sementara sang istri memeluk nya erat.. seperti nya Grace kambuh lagi..ya tuhan sakit sekali perasaan Willy melihat putri nya seperti ini.


"Grace ingin melompat dari jendela itu sayang hiks hiks tiba-tiba dia seakan ketakutan lalu sesaat kemudian dia histeris.. aku takut anak kita kenapa-kenapa sayang.. hiks Grace ya ampun nak" jelas Vallery secara rinci sambil terisak tak menghiraukan tubuh nya yang berdarah akibat pukulan dan cakaran yang Grace berikan.


"Ya tuhan sayang.. Grace kau kenapa nak..sayang ambil obat penenang dan suntikan agar dia bisa lebih tenang dan kita bisa membawa nya ke rumah sakit untuk konsultasi" saran Willy dan di patuhi Vallery lalu Vallery pun beranjak ke kamar mereka untuk mengambil obat itu.


Vallery ke kamar mereka dan mengambil suntikan beserta obat penenang nya..setelah nya Vallery menyuntikkan obat penenang itu pada Grace dan seketika Grace berangsur-angsur tenang..saat kesadaran Grace sepenuh nya hilang baru lah Willy menggendong nya ke bawah agar segera bisa mereka bawa ke rumah sakit.


Hancur lebur hati kedua orangtua itu saat melihat sendiri anak nya seperti ini..tidak ada yang mau melihat anak yang mereka besarkan sendiri jadi seperti ini..tidak ada yang mau mereka juga tidak mau,namun takdir seakan tenaga menguji mereka.


Di bawah kebetulan Gerald baru saja kembali dari luar..dia melihat ayah nya tengah menggotong sang kakak sontak langsung saja dia mengambil alih kakak nya dan membawa nya ke dalam mobil.

__ADS_1


Kebetulan mobil nya belum dia parkirkan jadi dia dan keluarga nya bisa langsung tancap gas..Gerald juga sakit melihat Kaka nya seperti ini setiap kali depresi nya kembali menyerang.


"Mom..dad..ada apa sebenarnya kenapa kakak bisa seperti ini lagi?" tanya Gerald yang memang penasaran karena tadi pagi Grace masih baik-baik saja tidak tampak hal yang aneh.


"Nanti saja Ge sekarang lebih cepat mommy khawatir dengan kakak mu" kata Vallery menyarankan untuk Gerald lebih cepat dalam melajukan mobilnya.


Mereka akhirnya diam dan hanya fokus pada Grace agar mereka bisa sampai di rumah sakit dan segera mengetahui keadaan Grace..Gerald ingin sekali menghampiri pria brengsek itu dan menghajar bay namun sang ayah selalu melarang nya.


Sampailah mereka di rumah sakit, Gerald langsung menggendong sang kakak dan dia baringkan di brankar yang telah di siapkan oleh perawat tadi kemudian mereka menuju ke ruang penanganan.


Mereka hanya bisa berharap semoga Grace tidak kenapa-kenapa dan bisa segera kembali seperti dulu..mereka merindukan Grace yang menyebalkan bukan Grace yang pendiam seperti ini.


Grace di bawa ke dalam sedangkan kedua orangtua dan Gerald di luar menunggu kabar dari dokter dan berdoa serta berharap semoga Grace baik-baik saja.


"Mom,dad kenapa Grace bisa seperti ini?" tanya Gerald setelah Grace mendapatkan penanganan.


"Kami juga tidak tau Ge,Grace tiba-tiba seperti orang ketakutan saat mommy mencoba membujuk mau untuk makan karena sejak pagi tadi dia bahkan belum makan apapun" jelas Vallery menceritakan garis besar nya pada putra nya Gerald.


"Apa tidak sebaik mau kita bawa Grace ke luar negeri saja mom,dad..siapa tau di sana Grace bisa sedikit berubah?" saran Gerald dengan niat sebenarnya untuk memisahkan Grace dari Max oria bajingannn itu.


"Kita bahas nanti saja Ge" balas Willy mencoba berpikir.

__ADS_1


__ADS_2