MY BAR-BAR GIRL

MY BAR-BAR GIRL
Ep_31..Maafkan Aku Grace.


__ADS_3

"Jangan banyak omong,lekas buktikan karena seorang pria sejati itu tidak hanya obral kata-kata..untuk kali ini aku ijinkan kau melihat putri ku tapi hanya sebentar karena aku belum percaya sepenuhnya kepada bajjingan seperti mu" kata Willy lalu berlalu meninggalkan Max yang masih diam dan tak berapa lama kemudian dia mengikuti Willy.


Jantung nya berdebar saat mulai menapaki anak tangga demi anak tangga yang akan menuntun nya menuju kamar milik Grace.. perasaan nya jadi tidak karuan antara bahagia dan terharu.


'Sebentar lagi aku akan melihat mu Grace..aku merindukan mu..sangat" kata Max dalam hati sambil tersenyum kecil melalui anak tangga hingga sampai lah dia di lantai atas.


Willy tampak berjalan ke sebuah kamar dimana Max yakini itu adalah kamar Grace..Willy berhenti di sebuah kamar lalu mulai membuka handle pintu dan pintu terbuka sedikit.


Jantung Max kian berdetak lebih kencang saat pintu itu sudah terbuka secara lebar.. Max memejamkan mata nya mencoba menetralkan rasa yang bergejolak di dada nya.

__ADS_1


"Masuklah" kata Willy datar tanpa ekspresi apapun menyuruh Max masuk kedalam kamar agar pria brengs3k itu bisa melihat betapa menderitanya nya putri semata wayang nya.


Max berjalan dengan pelan dan hati-hati..dia sampai di depan pintu kamar Grace,dia menghela nafas nya panjang lalu mulai masuk kedalam kamar Grace.. pemandangan pertama yang dapat dia lihat hanya kekosongan di ruangan itu.


Tak ada yang nama nya meja rias,kaca bahkan skincare atau kebutuhan wanita tak tampak dalam penglihatan nya..dia mengedarkan pandangan nya pada semua ruangan dan menemukan seorang wanita tengah membelakangi nya menatap jendela kamar yang tampak terpasang teralis.


Hati nya berdenyut saat melihat jendela yang sudah terlapisi teralis..dia juga melihat Grace sedang menatap ke arah jendela lebih tepat nya ke luar jendela..dia sangat sakit melihat keadaan Grace.


"Kenapa kau bertanya..bukan kah harus nya kau tau alasan kami memasang teralis di jendela itu?" kata Willy lalu pergi meninggalkan putri nya dengan Max karena dia yakin meski Max pria brengsekk tapi Max tidak akan melakukan hal buruk pada putrinya.

__ADS_1


Max hanya menatap sendu Willy yang sudah keluar dari kamar lalu menutup pintu kembali..dia mengalihkan tatapan nya pada Grace lagi..dia berjalan perlahan menuju dimana Grace tengah duduk.


Saat sampai di belakang Grace, Max dapat melihat tubuh Grace yang semakin susut..dia berjalan kedepan dimana dia bisa melihat sebuah borgol yang terpasang di tangan Grace..dia terkejut karena bukan hanya tangan nya saja melainkan kaki nya pun tak luput dari borgol itu.


"G.. Grace..ap..apa yang mereka lakukan padamu.. ya tuhan" kata Max terbata saat menyadari bahwa Grace seperti terpasang oleh borgol itu.


Grace yang di ajak bicara pun hanya diam menatap kosong jendela yang sudah di beri pengaman..dia tak memperdulikan keberadaan Max karena dia sudah tak lagi merespon apapun yang ada di dekat nya.


"Grace,hey ini aku Max..maafkan aku Grace karena ku kau jadi begini" kata Max sambil duduk di sebelah Grace dan mencoba mengambil tangan Grace.

__ADS_1


Max bisa melihat garis merah di pergelangan tangan Grace bahkan dia juga bisa melihat wajah Grace yang tak lagi memiliki cahaya..sungguh ingin sekali dia membunuh diri nya sendiri yang telah membuat Grace mengalami hal sepahit ini.


"Maafkan aku Grace,maafkan aku" gumam Max menyeka air mata nya yang tiba-tiba saja meluncur.


__ADS_2