MY BAR-BAR GIRL

MY BAR-BAR GIRL
Ep_16..Rasa Yang Tak Dimengerti


__ADS_3

"Dia sudah pergi" jawab Mark kemudian pergi meninggalkan Max dengan sejuta kebingungan yang menerpa nya.


"Apa maksud nya dia sudah pergi?" gumam Max masih belum mengerti ucapan Mark.


Max masih memikirkan ucapan Mark yang mengatakan bahwa Grace sudah pergi dan dia masih belum mengerti dengan ucapan Mark..maksud nya pergi bagaimana, kemana astaga pria itu membuat nya harus menebak-nebak.


"Pergi..kemana..ya tuhan atau jangan-jangan.......tidak..tidak mungkin" setelah lama berpikir akhirnya Max mulai memahami maksud Mark mengatakan pergi dan otak nya langsung mengarah ke peristirahatan terakhir.


Sialan..otak nya benar-benar konslet.


Max mencabut selang infus nya kemudian berjalan dengan sempoyongan dan berpegang pada dinding sepanjang lorong agar tubuh nya tak jatuh ke bawah dan menghantam lantai dingin rumah sakit.


Kepala nya masih pusing badan nya juga masih lemah..dia berusaha untuk berjalan hingga sampai lah dia di depan ruangan dimana Grace berada tadi namun sudah sepi..tak ada sesiapun di ruangan itu.


"Kemana semua orang?" batin nya mendadak pucat saat menyadari sesuatu.


"Tidak mungkin bukan..ya tuhan jangan sampai dugaan ku benar" gumam Max sambil berusaha berjalan memasuki ruangan itu namun kosong tak ada sesiapapun di sana.


Deg.....


Tiba-tiba perasaan nya menjadi tak menentu..antara sedih,marah dan kehilangan..apa dia sudah memiliki perasaan pada Grace bahkan dia baru putus dengan kekasih nya beberapa waktu ini.


Grace bahkan tak memiliki hubungan apapun dengan nya tapi kenapa rasa nya seperti ada satu ikatan yang membuat nya merasa memiliki sesuatu yang ada pada diri Grace..ini sungguh aneh.


Max mencari kesana kemari namun tak ada sesiapa pun yang bisa dia temui..dia menuju parkiran dan melihat mobil Mark yang baru saja meninggalkan tempat parkir tanpa bisa dia cegah..ada apa ini sebenarnya.


Semakin bingung lah Max di buat nya..dia tak mengerti dengan keadaan ini tapi satu yang pasti dia rasakan yaitu cemas,gelisah dan kehilangan.


"GRACEEEE" Max berteriak memanggil nama Grace dan terduduk di lantai sambil mengusap wajah nya kasar.


##


Keesokan pagi nya tampak sebuah mobil telah terparkir didepan halaman rumah Mark.. mobil itu berhenti di depan gerbang dan tak lama kemudian terbuka lah pintu mobil itu dari sisi kemudi.


Seorang pria tampan yang saat ini telah keluar dari mobil menunjukkan wajah tak terbaca nya melihat rumah di depan nya.


Pria itu masuk dan mencari keberadaan Mark melalui pelayan di rumah itu sementara dia duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu dengan perasaan tak menentu.


Pria itu sesekali melirik ke arah lantai atas untuk menantikan kehadiran Mark yang dia tunggu.


Mark datang dengan sudah rapih namun tak kemana-mana karena dia adalah pengangguran kaya yang tak akan jatuh miskin.


"Ada apa kau kemari pagi-pagi sekali?" tanya Mark tanpa ekspresi menatap wajah sahabat rasa saudara nya.


"Mark.. beritahu aku apa maksud mu mengenai Grace yang sudah pergi" tanya Max yang masih penasaran dengan ucapan Mark malam kemarin.

__ADS_1


Mark hanya tersenyum sinis melihat wajah kacau sahabat nya..masuk kau brengsek..batin nya menyeringai.


"Apa peduli mu?" tanya Mark masih santai menghadapi Max.


"Mark.. pleaseee katakan saja jangan banyak bicara" tekan Max yang menahan geram nya sedari tadi.


"Untuk apa aku mengatakan nya padamu..memang kau siapa nya suami..bukan kan..pacar..juga bukan kan..lalu untuk apa aku mengatakan nya pada mu bukan kah kau sudah melupakan nya jadi lebih baik seperti ini saja seperti tidak terjadi apa-apa dan tidak saling mengenal" jelas Mark membuat Max menatap tajam Mark yang berbicara kenyataan nya.


Max mendekati Mark dia mencengkram baju Mark dengan tatapan mata yang seakan mampu menguliti nya namun hanya Mark tanggapi dengan santai.


"Kau jangan mengujiku brengsek" ujar Max geram dengan sikap Mark yang sangat santai.


"Kau mau apa.. memukul ku..silahkan" tanya Mark hanya terkekeh melihat sikap sahabat nya yang semakin marah karena sikap nya.


"Katakan dimana dia Mark" tanya Max sekali lagi dengan nada menahan emosi.


**


**


Beberapa saat berlalu setelah Max akhirnya tau kebenaran dari sikap Grace yang selama ini hampir tak tersentuh..dia sangat merasa bersalah dengan gadis itu,pantas kah dia mendapat maaf.


Bughhhh.....


Bughhhh.....


Bertubi-tubi Mark menghantam tubuh sahabat rasa saudara nya itu dengan keras demi melampias kan kekesalan dan amarah nya.


Yang di hajar hanya diam menerima setiap pukulan yang di layangkan pada tubuh kekar nya itu.. Max Tak memiliki daya untuk sekedar melawan.


Mungkin ini belum sepadan dengan kesalahan yang telah dia perbuat hingga membuat nya teledor dan menghancurkan masa depan seseorang yang bahkan saat itu tidak dia kenal sama sekali.


Kenyataan yang membuat nya jatuh kedalam dasar penyesalan lah yang membuat nya tak mampu melawan bahkan tak berkutik dengan setiap pukulan bertubi-tubi dari Mark.


"Kenapa kau tak melawan brengsek..kenapa hah..kau tak memiliki keberanian sekarang hah..dimana ego mu saat mengatakan bahwa kau tak melakukan apapun pada malam itu hah dimana brengsek" suara Mark menggelegar membuat para pelayan lebih baik menyingkir karena ini bukan ranah nya.


Sedangkan Nelsy dia sudah di wanti-wanti oleh Mark agar tak keluar di saat dia ada tamu semalam dan dia tak mau ikut campur meski dia juga sangat ingin menghajar Max namun dia tahan karena Mark sudah mewakilkan nya.


Mark mencengkram kerah baju Max dan dia hempaskan hingga Max tersungkur di lantai.


"Akibat kecerobohan mu itu kau telah membuat masa depan seseorang lenyap..setelah kau merusak nya kau malah tidak mengingat nya sama sekali meski kalian sama-sama sedang dalam pengaruh obat tapi kenapa kau tidak mengingat nya sama sekali..dia bahkan sampai kehilangan anak kalian_____"ucapan Mark terhenti kala dia malah membocorkan hal yang seharus nya dia tutupi.


Shitt..mulut sialan..rutuk Mark pada mulut nya yang tak bisa dia rem saat emosi.


"Apa maksud mu Mark uhukkk.. uhukkk" tanya Max di sisa-sisa tenaga nya.

__ADS_1


"Tidak.. pergi lah" jawab Mark singkat dan menyuruh Max pergi demi mengalihkan perhatian.


Max bangun dengan tertatih berusaha berdiri di depan Mark dan menatap nya tajam namun tersirat rasa penasaran yang besar.


"Katakan Mark..katakan yang sebenar nya uhukkk..ku mohon" ujar Max dengan suara lemah nya.


Mark hanya menghela nafas panjang demi mengurai emosi nya yang kembali merasuk dalam diri nya.


Mark melihat Max dengan intens dan berusaha mencari sesuatu dalam tatapan nya.


"Setelah kejadian itu Grace hamil anak mu di saat dia akan memberitahu mu ternyata dia harus menelan kekecewaan yang dalam karena apa..karena dia memergoki mu tengah bercumbu dengan kekasih mu dan kau tau kenapa dan siapa yang menyebabkan nya keguguran?" jelas Mark kemudian bertanya.


"Apa..aku?" ujar Max menebak apa yang membuat Grace keguguran.


"Tepat..kau lah yang telah membunuh anak mu sendiri bajingan..Grace telah berusaha mempertahankan janin yang dikandung nya susah payah namun seketika dia harus kehilangan anak nya yang bahkan baru dia sadari kehadiran nya dan itu semua karena kesalahan mu yang tak mengingat kejadian itu..janin yang Grace kandung begitu lemah dan membahayakan diri nya namun dia tak memperdulikan diri nya karena dia mau anak nya selamat mau bagaimana pun juga anak itu tidak lah bersalah dalam perkara ini..anak itu adalah korban dari kesalahan satu malam kalian" jelas Mark lagi menahan diri agar tak menghajar sahabat nya itu.


Max bagai di hantam palu yang begitu besar..remuk dan hancur..dia tidak berusaha mencari tahu kembali kejadian malam itu dan dia malah enak-enakan dengan kekasih nya..astaga ya tuhan apa yang telah dia lakukan.


Max luruh di lantai dengan penyesalan mendalam karena baru mengetahui fakta nya sekarang bahkan dia tak menyadari bahwa yang telah membuat Grace tak mau mengenal pria adalah diri nya sendiri.


"Mark.. ceritakan semua padaku Mark.. kumohon" pinta Max memohon pada Mark agar Mark mau menceritakan semua nya pada diri nya.


"Bangun dan duduk di sofa" ujar Mark tegas tanpa mau di bantah.


Max berpindah ke sofa dan bersiap mendengar apa yang hendak Mark katakan..dia harus menyiapkan hati untuk mengetahui semua nya hari ini juga.


Mark duduk di depan Max..dia mulai menceritakan apa saja yang dia tau pada Max.


"Setelah kejadian malam naas itu Grace sempat down dan terpuruk karena dia benar-benar sudah mengecewakan keluarga nya..bahkan dia tak mau menceritakan masalah nya pada istri ku..selang beberapa waktu berlalu ternyata dia baru tau bahwa dia tengah hamil saat dia sedang melakukan pekerjaan nya..dia berusaha bersikap seperti biasa pada yang lain padahal dia benar-benar terluka dan hancur..saat dia tau diri nya hamil dia hanya memikirkan bagaimana perasaan keluarga nya saat mengetahui bahwa dia hamil dan tak lagi bisa menjaga diri nya...


Karena terlalu memikirkan kondisi sekitar nya dia tak sadar telah membuat diri nya sendiri dalam masalah.. kesehatan nya menurun dan itu membuat janin nya menjadi lemah..saat dia memutuskan untuk mencari mu dan ingin mengatakan bahwa dia hamil anak mu ternyata dia harus menelan kekecewaan yang mendalam karena dia melihat kau sedang bercumbu dengan kekasih jallang mu itu..shitt aku ingin sekali menghabisi mu brengsek...dia tak ada lagi harapan untuk memberitahu mu mengenai janin yang dia kandung hingga kesehatan nya semakin menurun dan terjadi lah peristiwa keguguran itu..kau tau mental nya langsung down karena apa..dia menjalani semua nya sendiri tanpa orang-orang di dekat nya yang bisa memberi nya dukungan.. Aku bahkan tak bisa membayangkan bagaimana tersiksa nya dia menahan kesakitan itu sendirian di saat kondisi nya tak baik-baik saja..istriku juga hamil dan aku tau bagaimana hormon kehamilan pada wanita..dia begitu sensitif dan berubah-ubah mood nya..meski kalian tak saling kenal tapi sebagai seorang wanita dia pasti merasa tak rela kau berdekatan dengan wanita lain apalagi kau ayah dari anak yang dia kandung dan..hormon nya membuat diri nya ingin di manja kenapa aku bisa berkata seperti itu karena aku sudah mengalami nya sendiri asal kau tau saja sialan....


Mark menjeda ucapan nya karena lagi dan lagi dia sangat geram dengan kelakuan sahabat nya itu.


Sementara Max dia semakin merasa bersalah karena tak mengetahui apapun setelah kejadian itu..berarti suara wanita dan anak kecil yang selalu datang di mimpi nya adalah suara Grace dan anak nya.


Oh tuhan betapa berdosa nya diri nya.


'Maafkan Daddy nak..Daddy bersalah' batin Max merasa sangat bersalah dengan semua yang terjadi pada Grace.


Max tanpa sadar meneteskan air mata nya..dia tidak tau harus seperti apa menebus semua kesalahan nya..bahkan Grace keberadaan nya pun dia tak tau.


Max menatap dengan sendu Mark.


"Bisakah kau pertemukan aku dengan Grace Mark?"

__ADS_1


__ADS_2