MY BAR-BAR GIRL

MY BAR-BAR GIRL
Ep_32..Histeris


__ADS_3

Max mulai berpindah berjongkok di hadapan Grace,dia perlahan meraih jemari tangan Grace lalu dia kecup jemari itu dengan lembut.


"Hey,ini aku Max..apa kau tak mau menghajar ku Grace,kau bisa bebas menghajar ku seperti saudara-saudara mu itu..kau tau mereka tak membiarkan ku bernafas meski sejenak karema telah membuat mu sampai sebegini nya..maafkan aku yang baru mengingat kembali kejadian itu..kau pasti sangat menderita kan menahan sakit sendirian kini aku tau kesakitan yang kau rasakan karena saat ini aku juga sedang sakit melihat mu seperti ini..maafkan aku yang terlalu percaya dengan jallang itu hingga membiarkan mu menahan segala sakit sendirian..sembuh lah agar kau bisa membalas kesakitan mu terhadap ku..aku siap jika kau ingin menghajar ku bahkan jika kau ingin membunuh ku pun aku siap" kata Max sambil mengusap punggung tangan Grace yang mana membuat nya terkejut karena Grace membalas usapan tangan nya.


"Grace..kau..kau merespon ku" kata Max berbinar namun seketika binar bahagia itu hilang berganti keterkejutan karena Grace tiba-tiba histeris sambil bergerak mundur hingga hampir terjatuh jika Max tidak menahan nya.


"Arkhhhhhh.. arkhhhhhhh..tidakkkkk..pergi..pergiiii..arkhhh" teriak Grace histeris sambil menatap ke arah jendela kamar nya dan membuat Max tampak kebingungan.


"Grace hey kau kenapa..hey tenang Grace..ya tuhan kenapa dengan mu Grace" gumam Max sambil berusaha memberikan peluang agar Grace lebih tenang.

__ADS_1


Meksi pun masih meronta-ronta tapi Grace sudah tidak lagi histeris seperti tadi.. Max membiarkan diri nya di pukuli oleh Grace asalkan Grace tenang.


Willy yang mendengar suara teriakan Grace hanya diam membiarkan Max mengatasi sendiri Grace yang tengah histeris seperti itu..dia ingin melihat apakah beddebah itu bisa membuat Grace nya tenang.


Ini juga Willy jadikan sebagai pembuktian apakah Max layak untuk mendapatkan maaf dari nya atau tidak..biarkan Max membuktikan bahwa dia bisa menenangkan Grace yang sedang histeris seperti itu.


Tampak Vallery yang mendengar suara putri nya ingin segera menemui Grace namun di tahan oleh Willy karena Vallery belum tau bahwa Max ada di rumah ini dan bahkan sudah berada di kamar Grace.


Tak berapa lama kemudian Willy dan Vallery tak mendengar suara Grace lagi..mereka saling pandang lalu Willy menyuruh Vallery untuk tetap di kamar karena dia mau mengecek keadaan Grace..dia juga tak mau putri nya kenapa-kenapa di tangan Max.

__ADS_1


"Tetap di kamar dan jangan keluar sebelum aku mengijinkan..mengerti sayang?" kata Willy dengan suara tegas tak terbantahkan.


"Tapi Willy.. Grace" ujar Vallery merasa khawatir dengan putri nya.


"Percaya pada ku" kata Willy lalu meninggalkan istri nya di kamar.


Willy sampai di kamar Grace,dia perlahan membuka pintu kamar Grace dan melihat bahwa Grace sedang berada dalam pelukan Max tanpa pergerakan.


Dia masuk dan menatap tajam Max seakan tatapan nya itu menuntut penjelasan..dia juga khawatir melihat putri nya memejamkan mata dalam rengkuhan Max.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan putri ku?” tanya Willy dengan suara menahan geram.


"Tenang uncle..Grace hanya tertidur" kata Max lalu mengangkat Grace dan membaringkan nya di atas ranjang.


__ADS_2