
Tak terasa usia kandungan Grace semakin bertambah dan kini usia kehamilan Grace sudah 3 bulan dan tampak sedikit tonjolan di perut Grace.
Max sangat antusias setiap hari dan tak pernah bosan untuk membelai perut Grace yang sudah tampak sedikit menonjol pertanda ada anak nya di dalam sana..dia sangat bahagia karena beberapa bulan lagi dia akan menjadi Daddy dan menyambut kelahiran anak nya di dunia ini.
Setiap hari Max tak pernah lelah memuji kecantikan dan perubahan di bagian tubuh Grace yang mana semakin menggairahkann bagi nya dan dia juga merasakan bahwa hormon Grace sangatlah tinggi terutama untuk bercinta.
"Baby astaga kau sedang apa di situ..oh god kau benar-benar bandel" ujar Max sedikit berteriak karena dia melihat Grace tengah berdiri di dekat kolam ikan yang baru di buat bulan lalu karena Grace merengek minta memelihara ikan.
"Honey..kau kenapa marah?" tanya Grace dengan wajah yang tampak begitu kesal karena dia mengira bahwa Max tengah memarahi nya.
"Hey tidak baby..bukan begitu aku tidak marah sayang aku hanya khawatir dan takut kau terpeleset jika di dekat kolam karena di sini sedikit licin dan aku takut terjadi hal yang tidak di inginkan pada mu dan baby di perut mu..aku tidak bisa membayangkan nya baby" jelas Max memberikan pengertian pada Grace karena jujur dia takut Grace kenapa-kenapa.
"Aku hanya berdiri diam sambil memberi makan pada ikan-ikan lucu itu honey..kau menyebalkan sudah memarahi ku aku akan lapor pada Gerald dan Daddy" kata Grace lalu memukul bahu Max kesal dan meninggalkan Max yang terbengong-bengong di sana.
Jika sudah begini maka hanya ada satu cara agar Grace tidak merajuk dan marah..dia harus berakting layak nya pihak yang bersalah di sini karena peraturan awal adalah bumil selalu benar,jika bumil salah maka kembali ke pengaturan pabrik yaitu bumil is number one.
__ADS_1
Max berjalan menyusul Grace lalu Diah raih tangan Grace dan dia peluk tubuh nya meski Grace bersikeras memberontak kesal namun tak Max biarkan Grace lepas dari dekapan nya.
"Sorry..forgive me baby aku salah maafkan aku hm?" kata Max lirih terdengar seperti berbisik.
"Kau jahat memarahi ku" kata Grace ketus namun membalas pelukan Max dan mendusel di ceruk leher Max.
"Iya aku salah..maafkan aku I'm so sorry my sweetie" kata Max lagi mengalah karena dia tidak bisa berkutik jika mengenai bumil.
"Di maafkan tapi ada syaratnya" kata Grace sambil memainkan jari nya di dada Max dan melukis lukisan abstrak di dada Max.
"Syaratnya........"
#
Keesokan pagi nya sesuai kesepakatan kemarin mengenai syarat yang harus Max lakukan jika ingin di maafkan oleh Grace..saat ini dia sedang berdiam di kamar nya dengan wajah nya yang memberengut.
__ADS_1
"Honey aku tak suka wajah mu yang seperti itu" kata Grace menegur Max dan Max pun merubah ekspresi nya menjadi tersenyum paksa.
"Nak kan jadi semakin tampak kalau begini" kata Grace tersenyum puas dan memuji Max.
Saat ini Max tengah di beri lulur di tangan dan kaki nya karena Grace melihat rambut di kaki dan tangan Max semakin lebat jadi dia memutuskan akan me-waxing nya.
Max hanya bisa pasrah mengalah membiarkan bumil melakukan yang dia mau.
#
#
MAAF GAES AUTHOR JARANG UP KARENA EMANG LAGI GAK MOOD UNTUK UP DI KARENAKAN HILAL BELUM JUGA CAIR DAN ITU BIKIN AUTHOR LEMES GAK ADA TENAGA DAN MOOD UNTUK UP BAB BARU.
MUNGKIN BEBERAPA BAB LAGI KARYA INI AKAN TAMAT BENERAN YA.. TERIMAKASIH.
__ADS_1