
"Jadi siapa yang telah ku nodai malam itu..sialannnn aku benar-benar tidak bisa mengingat nya..kamera pengawas pun telah di sabotase oleh seseorang arkhhh aku benar-benar tidak tau lagi harus bagaimana" ujar seorang pria yang kini tengah frustasi memikirkan wanita yang telah dia nodai malam itu.
Pasal nya beberapa waktu yang lalu dia menemukan fakta bahwa bukan kekasih nya yang telah dia nodai melainkan wanita lain dan dia tidak ingat apa-apa lagi setelah itu.
Pria itu benar-benar frustasi dengan masalah ini..di satu sisi dia bersyukur karena bukan kekasih jallang nya yang telah merasakan keperjakaan nya melainkan wanita lain,tapi di sisi lain dia juga bingung pasal nya dia tidak tau wanita yang telah merasakan keperjakaan nya.
#
#
Beberapa bulan berlalu begitu cepat..Grace masih sama seperti beberapa waktu lalu..hari ini keluarga besar Wilson famili mendapatkan kabar buruk dari keluarga Bastian dan Arny.
Rey yang pertama kali mendengar kabar bahwa keluarga nya di jadikan percobaan pembantaian benar-benar murka.. Willy yang biasa nya tenang pun kini tak lagi bisa mengendalikan emosi nya.
Mereka menuju bandara dimana di sana tampak seorang pria tengah di pegangi oleh beberapa orang dan dalam kondisi mengamuk..pria itu adalah Mark suami Nelsy anak Bastian dan Arny.
"Daddy hiks.. Nelsy dad" tangis Grace pecah saat mendapat kabar bahwa Nelsy saudaranya hilang.
Dia terpukul saat mengetahui kabar itu di tambah dengan kondisi Nelsy yang sedang hamil..astaga Grace bahkan tak bisa membayangkan bagaimana jadi nya jika dia yang berada di situasi Nelsy.
Grace berhenti tak jauh dari Mark dan beberapa orang yang sedang memegangi Mark..Grace wajah nya benar-benar pucat saat ini lebih tepat nya saat melihat pria di samping Mark.
Grace menghentikan langkah nya mencoba untuk menghalau rasa takut dan gelisah yang sudah hampir menguasai nya.
"Tidak..tidak mungkin dia ada di sana" gumam Grace merasa gelisah dan mengeluarkan botol obat nya lalu menelan dua pil agar dia lebih tenang.
Setelah beberapa saat kemudian dia mulai berangsur-angsur membaik..Grace mendekati Daddy nya dan langsung memeluk nya..pria itu melihat kedatangan Grace dan menatap intens wajah Grace yang kini berada di pelukan Willy.
"Daddy hiks..apa benar kabar yang Grace dengar hiks..?" tanya Grace memastikan meski air mata nya sudah mengalir.
"Hey dengar pricess..mereka akan baik-baik saja..berdoa lah semoga mereka selamat tanpa terluka sedikitpun" ujar Willy memberikan pengertian pada Grace.
__ADS_1
"Huhuhu" Grace hanya bisa menangis tanpa berkata-kata.
Tampak pria itu menatap Grace dengan tatapan aneh..dia biasa nya akan cuek jika melihat wanita menangis tapi Grace..entah lah dia merasa berbeda saat melihat Grace menangis.
"Kenapa rasa nya begitu familiar..siapa gadis itu?" batin pria yang kini berada di sisi Mark.
Sementara Grace dia tak lagi menganggap ada pria itu..demi kebaikan nya dia mencoba untuk mengabaikan keberadaan pria itu..dia tak mau suasana semakin tidak karuan jika dia tiba-tiba histeris.
Akhirnya mereka semua memasuki jet pribadi keluarga Wilson..Grace memilih untuk tidur di kamar yang tersedia di dalam jet itu..Willy membiarkan saja putri nya karena dia tak mau membuat Grace semakin khawatir dengan keadaan keluarga nya.
Pria yang tadi berada di sisi Mark hanya diam tengah berpikir sesuatu yang entah hanya dia yang tau..pria itu benar-benar berpikir keras setelah melihat Grace.
"Siapa gadis itu..sialann kenapa seperti nya aku pernah melihat nya..tapi dimana" ujar nya bergumam kecil.
#
#
"Baik dad..kalian hati-hati"
Grace akhirnya di antar oleh supir pribadi keluarga nya menuju rumah kediaman Rey yang tak jauh dari tempat Bastian yang sudah luluh lantah dengan reruntuhan.
"Semoga Nelsy baik-baik saja..semoga uncle, aunty dan juga Nichole juga baik-baik saja..tuhan lindungi lah keluarga ku" ujar Grace membatin berdoa demi keselamatan keluarga nya.
*
"Max sebaik nya kau pimpin pasukan Mark karena Mark saat ini sedang tidak dalam kondisi yang waras" saran Martin pada Max sahabat Mark.
"Ya kau benar.. sebaiknya juga seperti itu..dia sedang gila karena istri nya hilang" ujar Max menyetujui saran Martin asisten Mark.
Dan Max pun memimpin pasukan Mark untuk menyerang Reisvan yang telah membuat jiwa psychopath sahabat nya bangkit kembali.. sebenarnya Max juga marah dengan kejadian ini karena ternyata ada yang berani mengusik ketenangan sahabat nya.
__ADS_1
Max sebagai sahabat tentu tak bisa tinggal diam begitu saja melihat sahabatnya kesulitan seperti ini..dia tentu akan menjadi orang terdepan yang akan membantu Mark.. bagaimana pun juga dia dan Mark bersahabat sejak remaja hingga kini.
Peperangan pun tak bisa terelakkan lagi..kelompok Rey di pimpin oleh Gian dan Martin sedangkan kelompok Mark di pimpin oleh Max dan Mark sendiri..kali ini para pria muda yang maju karena para pria tua hanya akan mengontrol dan mengawasi dari belakang.
#
#
"Jangan pergi nak..jangan..maafkan mommy maafkan mommy"
"Jangan..jangan pergi"
"Jangannnnnn"
Grace terbangun saat mimpi yang dia alami begitu nyata..entah dia sendiri sering memimpikan anak nya yang gugur beberapa bulan yang lalu..mimpi itu terus hadir di saat dia memejamkan mata nya.
"Huhhh..huhhhh..huhhh..ternyata mimpi" gumam Grace saat menyadari bahwa dia hanya bermimpi.
Grace bangun dan berjalan menuju balkon kamar nya..dia melihat pemandangan malam yang begitu tenang..tampak dari bawah Max melihat Grace yang tengah menyandar di balkon kamar Grace sendiri.
"Cantik..ck apa-apaan sih" ujar nya tersenyum lalu menggelengkan kepala nya agar dia segera sadar.
Max seolah sudah tertarik dengan pesona Grace..entah kenapa padahal sebelum nya dia sudah sering kali menghadapi wanita yang menangis dan dia hanya bersikap datar saja namun lain dengan Grace.
Saat dia melihat Grace menangis dia rasa nya ingin menenangkan nya dan memeluk nya memberikan kenyamanan dan kehangatan..padahal dulu mantan kekasih nya sering menangis di depan nya tapi dia bahkan tak berminat untuk sekedar menatap nya saja.
"Dia benar-benar Wanita istimewa..aku sudah gila karena jatuh dalam pesona nya" gumam nya masih sambil melihat ke arah Grace yang kini tengah menatap nya juga.
Saat Grace menatap ke sekeliling dia tersenyum karena merasakan udara malam yang sejuk namun saat pandangan nya mengarah ke bawah dan menemukan sosok pria yang tak lain adalah Max..dia segera masuk kedalam kamar dan menutup pintu balkon lalu menutup gorden nya.
Grace memilih untuk berbaring kembali di ranjang berharap bisa terlelap lagi namun sangat susah..mata nya sangat sulit untuk di ajak kerjasama.
__ADS_1
"Arkhhh sialannnn..kenapa dia ada di sana juga sih.. menyebalkan" ujar mau kesal karena tak menyadari keberadaan Max di taman tepat di pojok kanan kamar nya.