
............🌹Happy Reading🌹 .............
...Baca dulu, kalau suka silahkan meninggalkan jejak yah. Fav nya jangan lupa biar nggak ketinggalan....
.
.
.
Nela langsung memucat saat mendengar suara Adnan, dengan buru-buru wanita itu melepas tangan Brian yang bertengger di tubuhnya mendorong pelan Brian dan buru-buru memperbaiki letak pakaiannya yang sudah di porak-porandakan Brian.
"Tenanglah, ada aku di sini." Bisik Brian pada Nela kemudian dia mengecup sekilas Kepala Nela dan setelahnya beralih menatap Adnan yang berada di belakangnya dengan wajah emosionalnya.
"Lancang sekali kamu Brian, Nela itu istriku kau tahu betul itu. Kenapa kau menyentuhnya hah, dasar b*jingan br*ngsek kamu Brian." Marah Adnan menatap nyalang pada Brian, dengan cepat Adnan mendekat dan langsung melayangkan kepalan tangannya ke arah wajah Brian dengan penuh amarah. Namun sayang pria itu dengan cepat menghindar dan balas menendang kasar Adnan yang sedang limbung karena Brian menghindari pukulan kerasnya tadi.
"Lantas apa sebutan untukmu jika aku b*jingan br*ngsek seperti katamu hah? Aku bukan baru menyentuh Nela sekarang ini, tapi hubunganku dengan Nela sudah jauh sebelum kau menikahinya dan menghancurkan segalanya." Teriak Brian bagaikan pukulan keras bagi Adnan.
Pria itu sangat terpukul dengan kenyataan ini, sakit di perutnya tak sebanding dengan kenyataan yang di dengar kini.
Adnan dengan cepat menatap Nela yang sejak tadi bersembunyi di balik punggung tegap Brian, menghindari tatapan memb*nuh sang suami terhadapnya.
Pria itu berjalan cepat ke arah Brian juga Nela menarik paksa Nela karena tak bisa membalas ucapan pedas Brian yang sungguh menikamnya, namun Brian mencegahnya secepat tarikan tangan Adnan pada sang istri.
"Jangan mencegahku Brian, dia memang jal*ngmu tapi dia masih istri sah ku. Jadi kumohon, hargailah statusku dengan wanita jal*ng mu ini." Tegas Adnan penuh penekanan, namun tatapan tajamnya dia persembahkan pada Nela seorang, selama mengatakan itu tidak sedikit pun dia melihat ke arah Brian.
Brian akhirnya tak berkutik dan genggaman tangannya di lengan Adnan pun mulai melonggar, dan hal itu di gunakan Adnan untuk menarik paksa Nela ikut bersamanya.
"Adn, sakit Adn. Tolong lepasin." Lirih Nela, ini adalah tindakan yang paling sakit di antara semua tindakan kek*rasan yang pernah dia dapatkan dari Adnan.
Genggaman serta tarikan tangan Adnan pada Lengan Nela seakan hendak mematahkan tulang tangan wanita itu.
"Aawwww." Teriak kesakitan Nela.
Tubuh Nela di dorong kasar Adnan ke dinding kamar Adnan setalah Adnan membawa masuk Nela ke kamar pria itu.
"Jadi ini alasannya kamu meminta aku menceraikan dirimu hah?" Kata Adnan sembari berjalan cepat dan langsung meremas kuat rahang Nela penuh amarah.
"Tanpa hubungan ini pun aku akan tetap meminta cerai darimu, sadarlah Adnan bagaimana sikapmu padaku hah? Tak ada kelembutan yang tulus kau berikan padaku selain Adenia istri mu, aku hanya mendapatkan sisanya dan hanya kek*rasan yang ku terima penuh darimu. Kau tahu itu." Teriak Nela tak mau kalah, walau dia sadar akhir-akhir ini Adnan mulai berubah dan lebih lembut padanya. Namun Adenia tetap yang utama bagi Adnan, dan dia cemburu akan hal itu.
"Hahahahaha, perasaanku memang tak pernah salah. Pantas saja hatiku tak pernah seratus persen tulus padamu ternyata ini jawabannya. Bahkan benihku pun saja tak mau bertahan lama di rahimmu, karena tak sudi terlahir dari rahim seorang j*lang mur*han sepertimu. Bayi saja tahu." Sarkas Adnan menghempaskan wajah Nela keras dari hadapannya. Terlalu kecewa dengan Nela sampai sampai dia begitu tak bisa menahan emosinya.
Pria itu tertawa menyedihkan mengetahui dirinya memperjuangkan ****** dan mengabaikan bidadari nya bahkan sampai melukainya hanya karena lalat kotor.
"Maafkan aku Ade, aku terlalu buta untuk melihat kesempurnaan mu sampai jal*ng sepertinya berhasil merusak rumah tangga kita." Teriak Adnan frustasi, dia menyesali semuanya. Menyesali masalah belakangan ini yang ternyata hanya karena j*lang yang dia angkat menjadi istri keduanya.
Nela begitu merasa rendah dengan ucapan Adnan, wanita itu kini menyesal sudah menyerahkan kesuciannya untuk pria yang tak sedikitpun memandang berarti dirinya.
__ADS_1
Tak ada tangis yang Nela tunjukkan, hanya ada wajah sakit saja yang terlihat ketika memegang rahang yang tadi di sakiti Adnan.
"Mulai sekarang kau bukan lagi istriku Nela Engracia, aku melepas mu. Aku bahkan menyesal tak mengabulkan permohonan cerai mu padaku tempo hari." Teriak Adnan menatap Nela penuh kekecewaan.
"Sekarang enyah lah kau di rumahku, anggap saja tak pernah ada hubungan di antara kita. Karena itu aib bagiku. Dasar sampah menj*jikan." Tambah Adnan dan setelahnya dia langsung menarik paksa Nela dan mendorongnya keluar kamar.
"Pergi kau j*lang si*lan." Ucap Adnan dan setelahnya dia menutup pintu kamarnya dengan keras, karena tak sengaja pandangannya melihat Brian yang nampak tersenyum puas padanya.
"Haaaaaaahhh, bodohnya aku. Bodohnya kau Adnan." Teriak Adnan dari dalam kamar yang jiga terdengar keras di telingan Nela yang masih duduk di lantai depan kamar Adnan.
.
.
.
.
.
Tujuh bulan telah berlalu sejak kejadian pengusiran Adnan pada Nela.
Brian pun sudah jarang datang ke rumah Adenia karena sang kakak melarang keras Brian berhubungan dengan Nela setelah tahu kejadiannya dari Adnan sang suami.
Saat ini, Adenia baru saja melahirkan bayi laki-lakinya dan di temani Adnan juga Ibu Adnan yang nampak baru saja datang berkunjung..
Hubungan Adenia dan sang mertua masih sama saja, tak ada kedekatan di antara keduanya. Bahkan mereka bagaikan orang asing meski satu ruangan sekalipun.
"Iya lah Bu, kan dia putranya Adnan pastilah tampan sama Daddy nya. Iya kan sayang." Ucap Adnan sembari mengelus tangan Adenia yang masih berbaring lemas.
"Hmm." Gumam Adenia menimpali.
Sejak kejadian itu, Adenia tak serta merta menerima Adnan. Masih sama selama tujuh bulan kemarin, Adnan masih tetap di tolak Adenia. Meski sudah berulang kali Adnan berucap maaf.
"Udah punya bayi itu jangan terlalu sinis sama suami." Ketus sang ibu mertua yang tahu Adnan selalu di cueki sang menantu.
"Ck, berhentilah ketus terhadap istriku. Ibu suka sekali cari masalah sama Ade, dia sudah memberikan cucu untuk Ibu. Harusnya ibu senang dan jangan terlalu ikut campur urusan ku karena aku tak keberatan sedikitpun dengan semua sikap Ade terhadapku, aku sadar semua ini salahku maka Ade berhak marah aku terima itu" Tegur Adnan seperti biasanya selalu membela Adenia jika berhubungan dengan sang Ibu.
Setelah ucapan Adnan selesai pintu ruangan Adenia pun di ketuk dari luar, dan Adnan dengan cepat berjalan untuk membuka pintu.
"Bela saja terus, entah guna-guna apa yang wanita itu berikan pada putraku hingga dia selalu membelanya." Gumam Ibu kesal masih di dengar jelas Adnan juga Adenia namun keduanya tak ambil pusing.
"Selamat siang Pak Adnan." Ucap Pria yang Adnan kenal betul, dan Adenia yang mendengar suara itu jadi tersenyum.
"Sudah waktunya." Batin Adenia sembari dia mencoba mengatur posisi ranjangnya.
"Selamat siang juga Pak Didi, Bapak tahu juga istri saya lahiran. Silahkan masuk." Ucap Adnan sedikit bingung dengan kedatangan pengacara dari keluarga Adenia.
__ADS_1
"Ibu Ade yang memberitahu Pak. Selamat siang Bu, selamat siang Ibu Ade." Ucap Pak Didi berjalan melewati ibu Adnan dan mendekati Adenia yang nampak sedang berusaha memposisikan dirinya menyambut sang pengacaranya.
"Sayang biar Mas bantu." Ucap Adnan cepat dan langsung membantu mengatur ranjang Adenia yang nampak kesusahan.
"Makasih Mas." Tulus Adenia tersenyum manis untuk sang suami.
"Oh iya Pak, berkas yang saya minta sudah di urus?" Tanya Adenia membuat Adnan mengerutkan keningnya, sang ibu juga langsung menatap ke arah Adenia penasaran.
"Sudah Bu, saya sudah mengurusnya." Ucap Pak Didi sembari membuka tas yang beliau bawa.
"Berkas apa sayang? kau sedang mengurus apa? kok aku nggak tahu?" Ucap Adnan sedikit cemas, entah kenapa perasaannya jadi tak tenang. Sebab jika berurusan dengan pengacara itu pasti hal yang sangat serius.
"Pak Didi akan menjelaskan Mas." Sahut Adenia sembari sabar menunggu Pak Didi yang nampak sibuk dengan tasnya.
"Ini Buk, silahkan di tanda tangani." Ucap Pak Didi sambil memberikan berkas yang langsung membuat Adnan melotot kan matanya terkejut saat melihat logo di berkas itu.
"Apa ini sayang? apa maksud kamu?" Ucap Adnan saking shock nya, pria itu bahkan sampai lemas berdiri dan langsung mendudukkan dirinya di kursi sebelah ranjang Adenia.
"Kenapa kau mau menceraikan putraku?" Tanya Ibu cepat setelah membaca selepas merebut paksa berkas yang berada di tangan Adenia.
"Ini sudah janjiku pada diriku sendiri setelah tahu perselingkuhan anak Ibu. Tepat di mana putraku lahir, maka aku ingin berpisah dari anak kesayangan Ibu. Dan kini aku menepati janji itu." Kata Adenia santai namun penuh penekanan dan senyum tulus yang dia berikan pada Adnan juga sang Ibu mertua.
Wanita itu seolah merasakan kedamaian setelah mengatakan hal itu. Seolah bebannya selama ini terangkat terbang entah kemana. Kedua bahunya seolah ringan setelah menepati janjinya sendiri pada dirinya itu.
"Aku bersumpah, setelah bayiku lahir maka aku akan melepas mu Mas." Kalimat yang hanya Adenia tahu sendiri seketika terngiang kembali di ingatan Adenia ketika kala itu dia melihat perselingkuhan Adnan dan Nela.
.
.
.
Hay hay hay, Author hanya mau nyampein sedikit perubahan rencana di cerita ini, yang seharusnya udah tamat pas di Bab ini namun Author berubah pikiran dan di bagi dua lah Bab ini.
Ceritanya akan Author gabung sama cerita Brian yang tadinya mau Author buat cerita baru. Namun karena berhubung ini cerita udah kontrak dan sedang tahap dipromosikan dan nggak mungkin di tamatin sekarang jadi mohon di maklumi😁✌️
Maafkan Author yg labil ini, jadi nanti ada dua kisah kakak beradik di sini (Adenia dan Brian, namun Adenia tetap peran utamanya dan Brian bakalan di banyakin kisahnya biar sebanding dengan Cerita Adenia). Tetap sinkron kok, nggak keluar dari tema judul ini yang tetap masih melibatkan semua pemeran. Dan maaf untuk cerita selanjutnya mungkin akan buat emosi jiwa tingkat Dewa😁.
Sekian basa-basi yang mungkin tak berfaedah dari Author ini🤭
Dan untuk kemarin yang nggak Up, Author sakit soalnya... Maaf kalau nggak penting juga info ini😁✌️
Vote, Hadiah bolehlah😁 Maaf terkesan memaksa😅
...****************...
...Btw, Jangan lupa like dan komennya yah🥰. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini🙏🤗. Sehat-sehat untuk kalian semua di manapun kalian berada😇...
__ADS_1