My Fault Too

My Fault Too
Cinta Memang Rumit


__ADS_3

............🌹Happy Reading🌹 .............


...Terima kasih masih setia dan klik cerita ini saat ada notifikasi Up🤗....


.


.


.


"Hay Derren, lama nggak kesini?." Dido mendekati Darren, pria yang sudah membuat tegang seisi ruangan itu.


"Hay Did, aku lagi ada proyek di kota X*** makanya belakangan ini jarang nemuin Air ke sini lagi. Hay Bri." Ucap bersahabat Darren pada Dido kemudian beralih pada Brian yang nampak diam di sudut meja kerja Air tanpa menyapanya, dan dia menyadari itu dari air muka Brian yang nampak tak bersahabat menatapnya.


"Eh, lama nggak jumpa. Ayo duduk." Brian sungguh merutuki ucapan manisnya itu pada Darren. Ingin sekali dia menarik keras Air yang nampak di apit posesif oleh lengan kekar Darren yang seolah menegaskan jika Air miliknya seorang, sungguh sangat membuatnya di landa cemburu tak tertahankan.


"Yah, cukup lama. Aku pikir hanya sebentar proyeknya ternyata makan waktu lama juga. Beruntung sekarang sudah usai, jadi aku bisa kesini terus. Bukan begitu sayang." Darren berucap dan di ujung kalimatnya dia menatap lembut pada wanita yang sudah membuatnya gusar dan uring-uringan beberapa waktu belakangan ini karena di abaikan panggilannya oleh Air.


"Ummm." Tak sanggup berkata, karena memang belakangan ini dia tak berkabar dengan Darren karena ulah Brian tentunya. Dia tahu betul ucapan Darren itu sedikit menyindirnya, namun apa mau dikata dia pantas mendapatkannya.


"Apa kau sibuk By? kalau tidak bisakah menemaniku sebentar?" Lanjut Darren karena Air hanya bergumam menjawabnya.


"Maaf Bro, Air tidak bisa pergi sekarang. Ada masalah dengan lahan yang kami baru beli untuk pembukaan cabang baru, itu sebabnya kita harus membahasnya sekarang." Brian berkata cepat, seakan dia tak rela Air pergi dari hadapannya apalagi dengan pria yang sudah mengklaim Air darinya itu.


"Umm, iya sa..sa..sayang benar kata Brian. Tapi kalau mau kau bisa menungguku sebentar, baru kita pergi." Agak terbata dalam berkata, berat rasanya Air mengucapkan kata sayang untuk Darren di hadapan wajah tanpa senyum Brian saat ini. Sungguh dia tak suka dalam situasi ini, situasi yang membuatnya ingin menghilang saja dari tempat ini saat ini juga.


Sementara Dido kini hanya mendengar tanpa mau melihat ke arah orang-orang di hadapannya, dia lebih memilih berlalu dan kembali duduk di kursi kerjanya meninggalkan mereka yang sedang menegang terutama Air dan Brian tentunya.


"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu di cafe depan saja biar kalian lebih fokus kerjanya. Hubungi aku jika sudah selesai hmm." Darren pun memutuskan pergi ke Cafe depan setelah meninggalkan kecupan di kening Air yang tentunya membuat Brian mengalihkan pandangannya ke lain arah.


Setelah Darren meninggalkan ruangan ketiga orang sahabat sekaligus rekan kerja itu, Air langsung kembali ke tempatnya tanpa mau melihat ke arah Brian yang nampak tajam menatapnya.


"Simpan masalah pribadi kalian dan fokuslah jika tak ingin kita rugi besar nantinya." Sindir Dido melihat ketegangan kedua sahabatnya.


Tak ada satupun yang menanggapi ucapan Dido, keduanya yang di peringati langsung menuju kursi kerja mereka tanpa sepatah katapun.

__ADS_1


Kembali profesional dalam pekerjaan, ketiga orang itu pun kini nampak fokus dengan bagian-bagian yang mereka tangani. Hingga sampai dimana Air menyudahi pekerjaannya kerena memang tugasnya telah usai.


"Aku selesai, jika ada yang kurang hubungi aku." Kata Air sembari membereskan beberapa berkas yang tadi di perlukan, merapikannya dan kembali meletakan di tempat semula. Namun surat tanah yang memang menjadi tanggung jawab Brian membuatnya sedikit berat untuk melangkahkan kakinya ke meja kerja Brian.


"Surat itu tak akan sampai ke meja ku dengan hanya melihatnya seperti itu." Brian berkata saat matanya menangkap Air yang hanya melihat berkas yang dia hafal betul sampulnya itu.


Perkataan Brian sontak membuat Dido dan Air menoleh ke arah pria yang mendadak menjadi dingin itu.


"Cinta memang rumit." Dido berkata sembari pria itu memasangkan headset di telinganya.


Tak mau ada sindiran lebih, Air pun memilih melangkah ke arah Brian meski sedikit takut menghadapi Brian dia tetap harus melangkah.


"Begini caramu." Brian berkata dingin membuat langkah Air terhenti saat setelah dia sudah meletakan berkas itu di meja Brian dan hendak pergi tanpa berkata pada Brian.


"Aku sudah meletakan nya, apa lagi?" Air berhenti melangkah, namun tak membalikan badannya karena cukup takut menatap wajah tak bersahabat Brian.


Satu detik, dua detik, Air menunggu tanggapan Brian namun di detik berikutnya dia merasakan tubuhnya di dekap erat dari belakang membuatnya menutup mata dan menarik nafasnya dalam. Yah Brian memeluknya.


"Jangan pergi." Ucapan lirih itu membuatnya tak berkutik, sampai dimana Brian kembali mengulang lagi kalimat yang sama.


"Darren menungguku Brian." Dan dengan cepat Air berkata Meski berat, Air wajib mengatakan ini karena status yang dia dan Darren jalani sekarang ini.


Usai kalimatnya selesai, Air merasakan pelukan tangan di perutnya perlahan merenggang dan melepas. Tubuh Brian perlahan menjauh, hingga hangat tubuh pria itu tak dia rasakan lagi meninggalkan dirinya yang mematung sampai dimana dia melihat punggung Brian yang melewatinya tanpa kata.


BRAAAK!!!!


Bunyi keras pintu yang di banting membuat Dido yang memakai headset pun ikut terlonjat kaget dan melepas benda kecil itu dari telinganya.


"Apa dia sudah gila." Kesal Dido menatap pintu yang sudah tertutup rapat.


BRAAAK!!!!


Baru saja mengatakan itu, Air pun melakukan hal yang sama meninggalkan ruangan itu meninggalkan bunyi yang membuat Dido menggelengkan kepalanya.


"HEY, ADA APA DENGAN KALIAN. KENAPA PINTU TAK BERDOSA ITU YANG HARUS MENANGGUNG KEMARAHAN KALIAN. Oh yah ampun telingaku dan jantungku bisa bermasalah kalau begini.!!!! Teriak kesal Dido dengan tingkah kedua orang yang sedang di landa marah karena satu kata C I N T A itu. Di akhir kalimatnya, dia pun hanya bisa mengusap dada serta telinganya menenangkan.

__ADS_1


Air yang keluar dari ruangan tak melihat lagi keberadaan Brian yang hilangnya begitu cepat dari pandangannya itu. Hingga sampai di mana, ketika di baru keluar dari Distro pusat mereka itu tangannya di tarik paksa oleh pria yang sedang di carinya itu.


"Bri." Lirih Air.


Tanpa kata Brian terus menarik tangan Air ke arah mobilnya sampai dimana sebuah suara menghentikan langkahnya.


"Kalian mau kemana?"


"Mba Nela." Kata Air tercekat, dia seakan telah tertangkap basah dengan panggilan lirih itu saat melihat Nela berdiri tepat di hadapan mereka.


"Nel." Brian dengan spontan melepas genggaman tangannya pada lengan Air membuat wanita itu menatap terkejut ke arah Brian, keterkejutannya melebihi kedatangan Nela saat ini.


Entah kenapa, kekecewaan langsung menghinggapinya mendapati sikap Brian saat ini.


"Apa kalian mau pergi, aku baru saja mau membawa makan siang untuk kalian." Nela berkata sembari menunjukkan rantangan di tangannya meski tangannya seolah tak bertulang wanita itu paksakan mengangkatnya agar terlihat jelas.


"Kamu bisa Nel." Batin Nela menenangkan jiwa yang mulai memberontak karena sakit yang tak tertahankan.


Sementara di ujung sebrang jalan raya tepatnya di depan Cafe, Darren sejak tadi mengamati hanya melihat tanpa ingin menghampiri.


"Apa ini alasanmu By, apa kisah lamamu yang kau kata telah usai kini kembali lagi."


****


Maaf Author baru Up lagi, Ada banyak masalah di kehidupan nyata membuat Author seminggu lebih kemarin nggak bisa serius nulis.


Untuk para Author yang belum sempat aku kunjungi tulisannya beberapa waktu belakangan ini mohon di maklumi yah. Author akan nyicil baca nantinya jika keadaan sudah memungkinkan Author akan serius baca lagi...


Sekilas curhatan singkat dari Author😁..


****


Jangan Lupa komen Yah, kalau masih berminat baca dengan tulisan tak seberapa Author ini, mungkin dengan komenan kalian Author bisa semangat nulis lagi di tengah banyaknya masalah yang sedang menghampiri.


...****************...

__ADS_1


...Btw, Jangan lupa like dan komennya yah🥰. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini🙏🤗. Sehat-sehat untuk kalian semua di manapun kalian berada😇...


__ADS_2