My Fault Too

My Fault Too
Calon Kakak Ipar Baru


__ADS_3

............🌹Happy Reading🌹 .............


...Terima kasih masih setia dan klik cerita ini saat ada notifikasi Up🤗....


.


.


.


Sepasang mata wanita rapuh nampak menatap sendu tubuh polosnya di cermin kamar mandi usai tadi dia kembali menyatu dengan pria yang sudah dia minta di ceraikan namun kini kembali dia tarik dalam hubungan dosa terulang.


Ada penyesalan berat usai melakukan hubungan yang sudah lama dia tanggalkan, namun mengingat pria yang sudah mencuri memiliki penuh hatinya itu membuat dia lupa akan diri termakan cemburu dan kecewa hingga membuatnya berbuat hal yang seharusnya tak dia lakukan.


Penyesalannya telah terlambat, Adnan kembali menikmati tubuhnya dengan salahnya dia yang memulainya dahulu. Yah dia si pelaku penggoda Adnan hingga pria itu menyambutnya dengan senang hati, Nela menyadarinya.


Wanita itu kini hanya bisa meneteskan air matanya, mengingat lagi jalan yang dia ambil sendiri. Sungguh kerapuhan membuatnya tak kuat iman.


"Hikz...Hikz...Hikz.. Kenapa kau begitu lemah Nel, kau membuat semuanya kembali runyam setelah berbulan bulan sudah kenyamanan mendampingi." Tangis pilu Nela merasa dirinya tak berharga sedikitpun, yah dia merasakan itu begitu besar.


Tubuh polos lemahnya pun merosot menyentuh dinginnya lantai marmer sebagai saksi bisu betapa hancurnya seorang Nela. Menuangkan semua rasa hancur yang melingkupi hidupnya yang tak bahagia sedikitpun atas ulah dari dirinya sendiri.


Dia kehilangan sosok sahabat karena lemah imannya hingga bisa tergoda dengan suami sahabatnya sendiri hingga, merubah semua tatanan kedamaian dalam hidupnya kini masa itu kembali terngiang sebagai pengingat hancurnya kehidupan damainya dahulu.


Sudah tak ada lagi penyesalan mengingat semua ulahnya sendiri. Kini hanya tangis yang dia artikan bukanlah penyesalan melainkan takdir buruk yang diciptakannya sendiri.


Sampai dimana pintu kamar mandi yang memang tak dia tutup betul itu terbuka menampilkan sosok yang baru saja di buat puas oleh dirinya itu menghampiri dengan membantunya berdiri dari dinginnya lantai yang sudah tak dia rasakan dinginnya lagi.


"Kenapa humm? kau menyesalinya? ataukah kau memikirkan pria itu?" Ucap Tanya Adnan sembari memeluk erat tubuh polos bergetar wanita yang baru saja memberi kepuasan tiada tara untuknya itu, setelah sekian lama tak merasakan manisnya tubuh wanita setelah bercerai dari kedua istrinya itu.


Tadinya dia hampir terlelap namun suara isak tangis Nela membuatnya bangkit dari berbaring ternyaman nya itu dan mendapati wanita itu nampak terduduk dengan tangisan yang dia dua artikan sekaligus.


"Aku ingin mandi, apa kau bisa tinggalkan aku sendiri." Ucap Nela sembari mengusap air matanya sedikit risih dengan tubuh polos keduanya yang kembali menempel karena pelukan Adnan.


"Kenapa? Kita bisa mandi bersama, aku tak bisa meninggalkan kamu dengan kondisi seperti ini. Sangat rapuh." Ucap Adnan menanggapi ucapan pengalihan topik yang Nela lakukan itu.


"Ciih, Aku tak yakin dengan mandi bersama yang kau tawarkan." Kata Nela sebab dia merasakan kembali ada yang lain dengan tubuh pria yang nampak belum melepas pelukannya itu.

__ADS_1


"Hahahaha, ternyata kau terlalu peka sayang. Jika kau ijinkan aku akan membuat mandi bersama kita akan berkesan, sungguh sangat berkesan. Bagaimana, apa kau tertarik?" Tawa Adnan pecah mendengarkan kalimat sindiran Nela yang benar Adanya itu, dia tak menyangkalnya.


"Haaaaahhhh, tolong mandikan aku. Lutut ku terlalu lemas kau ajak berpelukan dengan tubuh toples seperti ini. Aku hanya ingin mandi tidak lebih." Nela menghembuskan nafasnya merasakan tubuh mesum Adnan dan pria itu hanya terkekeh geli dengan ucapan penegasan wanita yang selalu dia kasari dulu semasa berstatus sebagai suami istri itu.


"Ya ya yah, lagi pula memang aku berniat mandi. Kau saja yang terlalu berpikir jauh." Kata Adnan membuat Nela melepas paksa tubuh Adnan dan menatap jega pria yang sok tak peka itu.


"Hahahaaha, jangan menatapku seperti itu. Kau membuatku kembali ingin mener.." Nela langsung mengangkat satu tangannya membuat Adnan menghentikan kalimat yang belum terselesaikan itu.


"Keluarlah, perutku mulas jika kau tak ingin menghirup aroma harumnya." Kata Nela tanpa malu langsung mendudukkan dirinya di kloset tepat di hadapan Adnan berdiri tanpa malu sedikitpun dengan pria itu.


"Dasar jorok." Adnan tak merasa terganggu sedikitpun meski bunyi alam dan pemandangan nyeleneh yang Nela suguhkan untuknya itu.


Pria itu hanya melangkah santai ke arah wastafel untuk menyikat giginya dahulu selagi menunggu Nela sedang berhajat tanpa malu di hadapannya itu, karena dia sudah berniat akan mandi bersama wanita itu.


"Sudah tahu jorok kenapa tak keluar saja." Ketus Nela tak pusing dengan yang dia lakukan sekarang.


"kkkhnmkjttykmb." Ucap tak jelas Adnan kerena termakan busa odol membuat Nela tak memusingkan artinya dan memilih fokus dengan aktifitasnya sembari memikirkan keberadaan Brian yang entah sedang berbuat apa dan dengan siapa kini.


Tiba tiba raut sedihnya kembali muncul ketika membayangkan prianya sedang di temani wanita lain. Ujung matanya kembali berair, namun dengan cepat dia menghapusnya. Beberapa saat setelah usai dengan perut yang sudah lega menghampiri Adnan yang masih sibuk membersihkan wajah.


"Dimana kamu Bri." Batin Nela menutup matanya, bertanya tentang keberadaan pria yang sudah berhasil memporak porandakan hatinya dengan sekejap mata berkat kemurahan Adnan dengan memberikan info yang membuatnya kembali terjebak dengan sang mantan suami.


Usai di mandikan Adnan, Nela pun lebih dahulu keluar kamar mandi karena sang mantan suami masih ingin melanjutkan mandinya.


Nela kembali memungut pakaiannya tadi dan kembali mengenakannya. Usai itu dia pun termenung sampai dimana ponselnya berdering tak dia sadari.


"Selingkuhan mu." Todong Adnan memberikan ponsel Nela saat keluar kamar mandi mendapati ponsel Nela menjerit tapi tak di sadari wanita itu.


"Eh, kau mengagetkanku." Kesal Nela namun saat matanya melihat id name si penelpon senyumnya langsung terukir.


Saat hendak memprotes ucapan Nela, wanita itu langsung melarangnya karena panggilan itu langsung di terimanya membuat Adnan mencebik mendekat dan sontak membaringkan kepalanya pada paha Nela yang duduk di tepi ranjang yang nampak tak berbentuk karena ulah keduanya tadi.


"Halo Bri." Sapa Nela lembut membuat Adnan gemas dan langsung menggigit perut Nela dan di tahan wanita itu.


"Aku nggak pulang lagi, kau jangan menungguku." Kata Brian di seberang sana.


"Baiklah, hanya itu kau mengabari ku." Tanya Nela kecewa, dia pikir Brian mengabarinya karena dia tak di rumah.

__ADS_1


"Yah, sudah dulu yah. Nanti aku mengabari mu lagi." Usai mendengar kalimat Brian itu, panggilan itu pun terputus namun dia mendengar suara wanita yang memangil Brian di pertengahan ucapan pria itu.


"Apa itu Air?." Batin Nela sembari melihat ponselnya.


"Kenapa? Selingkuhan mu itu berkata apa?" Ucap Kepo Adnan namun tak di hiraukan Nela yang tak bergeming karena memikirkan suara wanita di balik telfon tadi.


Meninggalkan kedua mantan pasangan yang kembali bersama itu, tepatnya di kediaman Adenia. Brian dan Air kini nampak kembali bermain dengan Eijaz putra Adenia setelah tadi di jemput Air saat Brian menelfon Nela di taman belakang..


"Menginap lah di sini, Air akan ku minta bibi bereskan kamar tamu untuknya." Pinta Adenia karena merasa ramai dengan keberadaan kedua orang itu.


"Yah kami akan menginap, dan tak perlu membereskan kamar tamu. Air akan tidur bersamaku di kamarku." Ucap Brian sontak membaut Air dan Adenia kompak menatap Brian.


"Bri." Tegur lirih Air.


"Apa ini kabar baik untuk Mba?" Tanya Adenia penuh semangat.


"Doakan saja kami Mba." Ucap Brian Sembari menatap puja Air yang merona malu.


Belum sempat Adenia kembali berkomentar Bibi datang menyela.


"Ya Bibi." Sahut Adenia menyambut kata permisi Bibi Imas.


"Pak Jeje sedang di depan." Ucap Bibi.


"Ajak ke sini saja Bi." Kata Air dan di angguki Bibi.


"Pak jeje?" Tanya Brian mengenal nama tak asing itu.


"Yah, karyawan Ayah dulu. Dia sekarang sudah sukses dengan dunia mebel nya."


"Oh, apa dia calon kakak ipar baruku?" Ucapan Brian tanpa filter membuat pria yang baru muncul berdehem kaget dengan kalimat Brian.


"Ehemmm.."


...****************...


...Btw, Jangan lupa like dan komennya yah🥰. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini🙏🤗. Sehat-sehat untuk kalian semua di manapun kalian berada😇...

__ADS_1


__ADS_2