My Nerd Girlfriend

My Nerd Girlfriend
MNG {12}


__ADS_3

"Makasih udah mau makan masakanku," ucap Aira dengan senyuman sempurna.


Alvin tak menjawab dan hanya menatap gadis itu dengan sorot mata tak terbaca. Keduanya lalu tersentak saat dering ponsel Aira memecah keheningan.


"Bentar yaa ...." Aira nampak bahagia saat menerima telpon yang Alvin tak tau dari siapa.


Karena penasaran, lelaki itu memperhatikan. Menatap Aira dari kejauhan. Mata itu lalu mengerjap heran saat melihat Aira memutuskan sambungan dengan sorot mata terluka. Sebenarnya siapa yang menelpon Aira dan ada apa?


Berbagai pertanyaan yang muncul membuat Alvin menghela napas kasar. Untuk apa peduli pada Aira yang tak berarti apa-apa baginya. Begitu pikirnya.


Alvin kemudian menatap lagi tubuh Aira yang berjalan tergesa menuju kamarnya. Sialnya, lelaki itu tak mampu menahan diri untuk tak peduli. Lewat pintu kamar yang tak tertutup sepenuhnya, Alvin melihat dengan jelas bagaimana gadis itu nampak sesenggukan dengan isakan pelan.


Aira membekap mulutnya untuk menahan suara dari tangisan. Air mata terus berjatuhan. Gadis itu kemudian menghela napas berat dengan tangan terkepal erat.


Berjalan menuju cermin dan menatap dirinya dengan tatapan menyedihkan. Mengusap kasar pipi hingga meninggalkan bekas kemerahan. Aira memastikan bahwa wajahnya tak terlihat sehabis menangis. Ia harus menemui Alvin yang masih di luar, karena baru saja hampir lupa bahwa masih ada laki-laki itu di apartemennya.


Sementara Alvin lekas menuju sofa dan duduk di sana saat melihat Aira keluar dari kamarnya. Alvin menatap Aira yang ikut duduk di sebelahnya dengan sorot mata datar seperti biasa.

__ADS_1


"Nonton apa?" tanya Aira sembari menatap televisi di hadapan mereka.


"Gak ada, tayangan sekarang pada gak mendidik semua!" sahut Alvin terdengar menggerutu.


Alvin berdiri dan sukses membuat Aira menatapnya dengan kedua alis yang bertaut. Ia jelas bertanya, "Mau pulang yaa?"


Aira berdiri kemudian tersentak saat Alvin mencekal lengannya dan membawa gadis itu keluar dari apartemen.


"Mau kemana?" tanya Aira sembari mengimbangi langkah Alvin.


Sebuah Mall besar di pusat kota. Pusat perbelanjaan terbesar di sana terlihat seorang remaja lelaki tengah berlutut di hadapan kekasihnya.


Untuk mengikat tali sepatu sang kekasih yang manja. Sementara gadis itu mengabadikan dengan ponsel yang merekam kejadian tersebut. Tentang kebucinan yang biasa baginya.


"Udah." Baim berdiri dan menatap Lita dengan senyuman sempurna. Lalu kembali berkata, "Makan yaa Beb."


Lita mencebikkan bibirnya sembari melangkah pelan. Baim juga melangkah hingga mereka berjalan bersisian. Gadis itu melotot kesal pada pacarnya saat Baim membawa dirinya ke dalam sebuah restoran yang menyajikan makanan khas Eropa.

__ADS_1


"Udah, temenin makan aja," ucap Baim. Lita terlihat tak suka saat ia mengajak makan karena gadis itu ingin diet katanya. Padahal tubuh Lita sudah begitu langsing dan di mata Baim, gadis itu amat sempurna.


Saat Baim melahap makan malam yang tentu saja sudah lewat dari waktu biasanya. Lita nampak tak dapat menahan diri hingga akhirnya memilih memesan dan makan malam. Melupakan dietnya karena ia cukup lapar.


Baim yang sudah menebak hal itu terkekeh pelan kemudian mengatakan, "Udah aku bilang dari dulu 'kan? Gak perlu diet sayang."


Lita mencebikkan bibirnya lalu berkata, "Ntar kalau udah gemuk pasti bakalan ilfeel juga."


"Kata siapa?" tukas Bain tak terima. Ia kemudian memicingkan mata saat melihat Alvin dan Aira.


Lita mengikuti arah tatapan sang kekasih lalu berkata, "Kok Alvin nganggap Aira kayak pacarnya beneran?"


Baim dan Lita menatap Alvin dan Aira yang terlihat cukup mesra. Kedua orang itu berjalan sembari menautkan jari mereka.


TBC


Jangan lupa likenya😁 part selanjutnya akan di up setelah banyak komentar! sampai jumpa ❤

__ADS_1


__ADS_2