My Nerd Girlfriend

My Nerd Girlfriend
MNG {34}


__ADS_3

Hari ketujuh belajar bersama.


Beberapa orang tak bisa. Seperti Lita dan Baim yang mendadak tak ada kabarnya. Lalu Aqila yang sedang ada syuting iklan. Kemudian Adelia yang entah juga tak ada kabarnya. Tapi gadis itu biasanya akan selalu memberi kabar jika tak bisa datang. Begitu kata Alvin.


Hal itu membuat Alvin khawatir dan juga menular pada Aira. Sementara Ray asik menggoda Sisil. Sejak perkelahian bersama dengan Alvin, kedua lelaki tampan itu bersikap biasa saja. Seolah tak pernah terjadi apa-apa.


"Gak di jawab," ucap Alvin dengan nada keluhan saat entah keberapa kali mencoba menghubungi Adelia.


"Kalau memang kamu Khawatir banget dan perasaan gak enak. Mending kita otw rumahnya aja," saran Aira penuh pengertian. Meski ada sedikit kecemburuan saat melihat lelaki yang ia cintai, mengkhawatirkan wanita lain.


"Ya udah. Ayoo!" Alvin menarik tangan Aira yang membuat gadis itu tersentak.


"Sendiri aja. Nih dua orang kalau di tinggalin nanti berbuat macam-macam!" ucap Aira sembari melirik Ray dan Sisil. Gadis itu tersipu malu saat dirayu. Padahal satu sekolah tau, Ray adalah lelaki perayu.


"Biarin aja mereka!" sahut Alvin. Ia tak ingin mendatangi Adelia sendiri. Takut bahwa gadis itu akan berpikir macam-macam nantinya. Karena Alvin pernah mendengar. Bahwa wanita mampu menyembunyikan perasaan bertahun-tahun tapi tak bisa menyembunyikan kecemburuan meski satu detik pun. Ia melihat lewat mata Aira yang terlihat sendu saat dirinya mengkhawatirkan Adelia.

__ADS_1


"Awas lo yaa! di sini ada CCTV nya!" seru Alvin terhadap Ray dengan raut wajah serius.


"Sejak kapan apartemen Aira ada CCTV?" tanya Ray yang terkesiap. Aira juga terkesima mendengar perkataan pacarnya.


Tanpa menjawab, Alvin menarik tangan Aira menuju mobil. Menginjak pedal gas menuju rumah Adelia.


"Maaf kalau kamu cemburu," ucap Alvin di tengah perjalanan.


"Eng- enggak kok!" kilah Aira sembari membuang muka.


Aira terkesiap mendengarnya. Ia langsung menatap raut serius wajah sang pacar. Mendengar hal itu, ia jadi semakin khawatir.


"Papanya gak bantuin apa?" tanya Aira dengan nada sarkasme.


"Yaa mana tau. Om Ken kayaknya udah terpengaruh sama omongan Tante Fara. Sebelumnya, sejak kecil. Adelia suka di titipin di rumahku karena dulu Mommy gak kerja. Itu sebelum Om Ken nikah sama Tante Fara."

__ADS_1


"Mommy kamu tau gak kalau Adelia suka di pukul?" tanya Aira. Ia berpikir jika sejak kecil Alvin dan Adelia menghabiskan waktu bersama di bawah pengasuhan Mama Alvin. Pasti wanita yang merupakan mama dari pacarnya itu paling tidak memiliki sedikit rasa kasih sayang pada Adelia.


Namun, Alvin hanya diam. Karena segala hal tak seperti pemikiran polos Aira. Mommy Alvin memang dulu sangat menyayanginya dan juga Adelia. Tapi sekarang tidak lagi. Wanita itu tak mau lagi peduli. Bahkan pada anaknya sendiri. Semua terjadi, karena Daddy Alvin yang berselingkuh dengan wanita lain. Sang ibu memilih menghibur diri dengan ke tempat hiburan dan selalu bermain dengan para penghibur di sana.


Pernikahan yang mengerikan. Alvin tak mengerti mengapa ada seseorang yang mempertahankan pernikahan yang sudah seperti neraka. Mengapa tidak di akhiri saja?


Tepat, saat Aira ingin membuka mulut untuk kembali bertanya. Mobil Alvin sudah sampai di gerbang besar rumah Adelia.


"Adelia ada di rumah gak pak?" tanya Alvin pada satpam penjaga rumah.


"Baru aja pergi Den! gak tau kemana. Tapi ...."


"Tapi apa?" kekhawatiran semakin menghampiri Alvin.


"Tapi tadi Nona Adel pergi sambil nangis. Sebelumnya juga denger keributan dari dalam rumah." Satpam itu takut-takut memberitahu. Memang sudah dipastikan ia akan mendapat masalah atau bahkan dipecat karena telah memberitahu perihal ini. Tapi lelaki paruh baya itu sudah tak peduli. Karena ia berpikir bahwa Adelia pantas dikasihani.

__ADS_1


TBC


__ADS_2