My Nerd Girlfriend

My Nerd Girlfriend
MNG {40}


__ADS_3

"Wow gede banget yaa villanya Ra," bisik Sisil pada Aira. Gadis itu menganggukkan kepala.


"Iya." Aira mengedarkan pandangan saat kakinya turun dari mobil Alvin. Menginjakkan kaki di rerumputan hijau. Villa yang besar. Di sertai halaman luas dan kolam renang.


Sepertinya akan menjadi liburan yang menyenangkan. Pikir Aira riang dan senang.


Mereka semua di sambut penjaga Villa milik keluarga Damara. Ray dan Baim lekas masuk ke dalam. Mood dua orang itu nampaknya tak baik. Sementara Adelia, Lita dan Aqila berjalan beriringan, pun Sisil dan Kevin yang mengikuti.


Aira tersentak saat tangannya di genggam. Alvin menatapnya dalam. "Ayo masuk Sayang."


Aira tersenyum kemudian mengikuti langkah Alvin. Keduanya beiringan hingga Alvin membuka pembicaraan.


"Nanti malam, ada yang mau aku omongin," ucap lelaki itu dengan mengerjap gugup.


"Kenapa gak sekarang?" Aira mencebik kesal. Bikin penasaran.


"Aku maunya nanti malam," sahut Alvin Keukeh. Mengecup singkat puncuk kepala Aira dan mengusap lembut di tempat yang sama.


"Aku maunya sekarang," sahut Aira dengan nada kesal. Alvin berjalan lebih dulu tanpa memperdulikan Aira yang memanggilnya.


"Alvin!" Gadis itu berlari sembari mencekal lengan sang pacar. Alvin mendengus kesal kemudian mengangkat Aira di bahunya. Seperti sedang menculik saja.

__ADS_1


"Alviiin!" Aira berteriak kesal. Tak ada romantisnya pikir gadis itu. Bukannya di gendong ala bridal style. Malah di gendong di bahu.


***


Malam tiba dengan hawa dingin di sekitar Villa. Ke sembilan remaja itu tetap melaksanakan acara barbeque di halaman. Dekat kolam renang.


Ke empat lelaki berkumpul. Ray yang membawa gitar mulai memetik gitarnya dan menyanyikan lagu.


"Ra, tolong ambilin sendok di dapur yaa. Tanyain aja Mbak Nana," ucap Adelia. Aira menganggukkan kepala dan pergi dari sana. Mbak Nana adalah anak pertama penjaga Villa.


Aira menuju dapur. Ia melintasi sebuah ruangan yang nampak menarik perhatian. Karena tadi siang, Alvin langsung masuk ke dalam ruangan itu.


"Nona." Mbak Nana berjalan ke arahnya. Aira yang sudah di depan pintu itu cengir lebar.


"Maaf Mbak." Meskipun ia adalah pacar Alvin. Tapi tetap saja, dirinya tak boleh melanggar privasi. Lagipula, ruangan itu terkunci.


"Mbak, aku mau ambil sendok," ucap Aira. Mbak Nana menganggukkan kepala.


"Sebenarnya itu ruangan apa sih," gumam Aira pelan. Tapi berhasil masuk gendang telinganya Mbak Nana.


"Kami juga gak ada yang tau Nona. Ruangan itu selalu di bersihkan sama Tuan Muda sendiri. Kuncinya juga cuma satu dan jelas di tangan pemilik ruangan itu."

__ADS_1


Aira semakin penasaran. Gadis itu memang memiliki rasa penasaran yang tinggi. Apa lagi tentang pacarnya.


"Terakhir kali berkunjung kesini. Tuan muda bawa Nona Adelia ke dalam. Terus habis keluar, mereka pelukan."


Aira tersentak dan menatap tajam Mbak Nana. Wanita berusia 20 lebih itu langsung menangkup tangannya di mulut. Baru menyadari bahwa yang bicara padanya saat ini adalah pacar sang tuan muda.


"Ma-maaf Nona. Saya permisi. Ini sendoknya." Mbak Nana langsung pamit ke belakang karena tak enak hati.


Aira terdiam cukup lama masih di tempat yang sama. Pikirannya begitu teralihkan pada apa yang di katakan Mbak Nana. Meski tau bahwa hubungan Alvin dan Adelia hanya berupa persahabatan. Ia tak memungkiri, bahwa ada yang tersayat di hati.


"Aira! malah bengong!" Adelia datang dan mengomel pada Aira. Gadis itu mengambil sendok di meja pantri.


"Gue tungguin dari tadi." Adelia menatap Aira dengan dahi berkerut dalam tanda tak suka.


"Maaf Del," ucap Aira dengan sorot mata kecewa. Tidak, ada sesuatu yang terbakar di sana. Lewat mata, Adelia melihat hal itu. Apa lagi cara Aira yang memandanginya.


Seorang wanita yang cemburu cenderung langsung membandingkan dirinya pada wanita yang ia cemburui. Meski tak semua.


"Lo kenapa?" tanya Adelia dengan sorot mata tak terbaca.


TBC

__ADS_1


Terimakasih atas segala saran dan masukan untuk alur cerita❤ Zaraa pertimbangkan yaa.


jangan lupa like nya❤🙏


__ADS_2