My Nerd Girlfriend

My Nerd Girlfriend
MNG {14}


__ADS_3

"Aira!"


Aira terlonjak kaget atas teriakan itu. Ia menatap asal suara dan matanya membulat sempurna.


Dengan langkah lebar, seorang anak lelaki yang baru Aira kenal. Kevin berjalan ke arahnya tanpa peduli berapa banyak pasang mata yang menatapnya.


Semua siswa yang ada di kantin itu terganggu karena teriakan tadi. Hal itu juga membuat Aira malu.


"Aira ...." Kevin tersenyum lebar dan akan duduk di hadapan Aira hingga ia terjungkal karena ada yang menarik kursi yang akan ia tempati.


Aira yang melihat hal itu tentu saja terkejut dan membantu Kevin berdiri. Di sambut tatapan tajam dari Alvin.


"Kenapa sih?" sentak Aira kesal sembari menatap Alvin. Remaja itu hanya menatap Aira dengan tajam dan membuat gadis itu sedikit takut.


"Aku gak papa Aira," ucap Kevin sembari tersenyum. Alvin melotot di buatnya.


"Aira gak nanya!" sahut Alvin setengah berteriak.


"Aku cuma ngasih tau," ucap Kevin dengan mengerjap polos sembari memanyunkan bibirnya.


"Duduk sini aja Vin," ucap Aira sembari menatap kursi sebelahnya. Kedua lelaki itu sontak ingin duduk di tempat tersebut. Dan Alvin berhasil menduduki.


"Maksud Aira itu gue! A-L-V-I-N!" ucap Alvin dengan nada tajam.


"Maksud kamu sebenarnya Kevin 'kan Ra?" tanya Kevin dan Aira mengangguk sebagai jawabannya.

__ADS_1


Alvin menatap Aira dengan kesal lalu beranjak pergi dari sana. Sempat didengar lelaki itu bagaimana Kevin mengajak Aira belajar bersama.


***


Aira menghembuskan napas berat sembari menatap ponsel di tangannya. Membaca kembali pesan dari sang bunda. Memberitahukan bahwa besok sang bunda akan ke apartemennya.


Gadis itu mengabaikan dan kembali menatap layar saat terdengar dering whatsapp. Chat dari Alvin.


[Jangan belajar sama siapapun!]


Dahi Aira berkerut dalam membaca chat itu. Meski tak mengerti maksud lelaki itu, Aira tetap merasa cukup senang. Sudah lama tak ada yang memperhatikan dirinya. Melarangnya untuk melakukan apapun yang tak seharusnya dilakukan.


[Jawab!]


Aira mendengus kesal. Berusaha berpikir apa maksud lelaki itu hingga ia teringat Kevin. Aira menarik salah satu sudut bibirnya lalu mengetik balasan untuk Alvin.


Aira menatap langit kamarnya. Lalu tengkurap kembali saat mendengar notif chat.


[Cowok di kantin tadi siapa?]


Aira menghembuskan napas pelan. Alih-alih menjawab lelaki itu justru bertanya kembali.


[Namanya Kevin]


Aira beranjak dari kasur dan menuju dapur. Mencari cemilan dan minuman hingga teriakan dari depan pintu utama membuat gadis itu mengerjap heran.

__ADS_1


Matanya membulat sempurna saat melihat siapa yang datang ke apartemennya. Dengan raut wajah kesal, lelaki itu masuk dan duduk di sofa.


"Kok chat gak dibales?" Pertanyaan bernada tuduhan. Aira mengerjap heran.


"Dibales kok," sahut Aira sembari mengerjap polos.


"Ini chat terakhir gak dibales!!" Alvin menatap tajam Aira yang sudah duduk di sebelahnya.


"Lagi ngambil minum tadi. Bukannya gak dibales cuma belum dibales." Aira memejamkan mata tanda menahan emosi yang mulai menguasai raga.


"Alasan doang!"


"Apaan coba? cuma telat bales dua menit doang!" Aira mendengus kesal lalu kembali berjalan ke dapur dan meminum air mineral. Saat selesai, gadis itu terkejut melihat Alvin sudah di dalam kamarnya dengan tangan menggenggam ponsel Aira.


"Punya sopan santun gak?! ini privasi!" Aira merebut ponselnya dengan kasar. Alvin menatapnya tajam.


"Sini!" Alvin menatap Aira dengan penuh ancaman sembari menengadahkan tangan. Aira membalas tatapan itu dengan penuh keberanian lalu berjalan ingin keluar kamar.


Sejenak, Alvin membeku. Bagaimana mungkin Aira tak takut pada dirinya dan selalu membantah seorang Alvin Dennis Damara?


Alvin menarik tangan Aira dengan kasar hingga tubuh itu terguncang ke dinding kamar. Lelaki tampan itu mengikis jarak hingga tubuh Aira benar-benar menempel di dinding.


"Jangan nguji kesabaran gue, Ra!"


Bersambung

__ADS_1


Maaf yaaa lambat banget up. Lagi sibuk juga soalnya. Btw, makasih atas dukungannya. Jangan lupa like yaa ❤


__ADS_2